
Selesai berbelanja Gita kembali mengajak Safa jalan-jalan, pokoknya hari ini ia habiskan untuk menyenangkan ibu hamil itu.
Apalagi saat melihat Safa tertawa lepas, membuat Gita merasakan kebahagiaan tersendiri didalam hidupnya.
Setelah merasa puas, Gita memutuskan untuk pulang karena ia merasa kasihan juga dengan Safa yang sudah menampak kelelahan. Gita begitu paham dengan kondisi ibu hamil.
"Sini rebahan di pundak Tante, kamu sepertinya kelelahan" ucap Gita.
"Tidak usah Tante, Aku baik-baik saja kok" balas Safa.
Namun Gita malah menarik kepala Safa sehingga mau tak mau Safa tertidur di pundak Gita.
"Udah tidur, nanti kalau sudah sampai rumah Tante bangunkan" pinta Gita.
Awalnya Safa tak mau tidur namun seiring mobil melaju rasa kantuk itu mendera, Safa akhirnya tertidur dengan pulas di pundak Gita, dengkuran halus terdengar membuat Gita tersenyum simpul.
Dan sekali lagi Gita memotret Safa saat tertidur seperti ini lalu ia kirimkan pada Orlando.
********
Di Indonesia...
Orlando tersenyum senang saat melihat layar ponselnya di penuhi banyak foto Safa, apalagi foto yang di kirimkan oleh sang Momy saat Safa mengenakan dress khusus ibu hamil yang membuat kecantikan Safa semakin terpancar.
"Kamu cantik sekali Fa, seandainya suatu hari nanti kamu bisa aku miliki" gumam Orlando pelan.
"Aiiissst, mimpiku terlalu tinggi" Orlando menggerutu kesal saat ia kembali mengingat perasaan nya pada Safa, yang mungkin tak akan pernah di balas oleh Safa.
Orlando tau kalau perasaan seseorang tak bisa di paksakan, ia akan memendam semua nya sendiri tanpa Safa harus tau..
Saat pikirannya terus tertuju pada Safa, tiba-tiba ada panggilan masuk dari Safa membuat Orlando langsung tersenyum senang
"Panjang umur nih anak, barusan aja aku pikirin malah langsung nongol" batin Orlando.
Tanpa menunggu lama Orlando langsung menggeser menu hijau ponselnya, dan menguba panggilan itu menjadi Video Call.
__ADS_1
"Kok Video call sih, kan akunya nelfon biasa" ucap Safa di seberang sana.
"Gimana kabarnya ?" Orlando tak membalas kekesalan Safa, ia justru menanyakan kabar wanita itu.
"Alhamdulillah baik, kamu sendiri gimana kabarnya hari ini ?"
"Aku selalu baik, kamu jangan khawatirin soal aku"
"Iisssttt, ge'er siapa juga yang mengkhawatirkan kamu"
Orlando terkekeh "Ya siapa tau aja kan Fa, oh ya tadi kemana ?" tanya Orlando walaupun ia tahu kalau tadi Safa di ajak belanja sama Gita, hanya Saja Orlando pura-pura tidak tahu dan ingin mendengarkan ceritanya langsung dari Safa
"Tadi di ajak sama Tante Gita belanja keperluan baby, Tante bahagia banget tau gak, tapi aku yang ngerasa gak enak Ndo, selama ini banyak banget aku ngerepotin mereka, apalagi Tante Gita beliin perlengkapannya yang mahal-mahal" Wajah Sendu Safa begitu terlihat. Membuat Orlando menghela nafas panjang, ia begitu paham dengan perasaan Safa, pasti wanita itu merasa minder dan.tak enak hati.
"Momy memang gitu Fa, dia kalau suka sama orang baik banget, Jadi kamu gak usah mikirin semua itu Fa, yang kamu pikirin sekarang adalah kesehatan kamu dan anak kamu, kan gak lama lagi mau lahiran"
"Iya Ndo, oh ya kamu kapan pulang ke Thailand ?"
Pertanyaan Safa sudah membuat Orlando bahagia, rasanya ia ingin sekali lompat saking bahagianya di beri pertanyaan serupa, padahal Safa hanya menanyakan kapan pulang, namun entah kenapa ada kebahagiaan tersendiri untuk Orlando.
"Loh kok gitu ? kenapa harus dekat pas aku lahiran ?"
"Karena aku ingin menjadi orang pertama yang melihat anak kamu Fa, aku ingin menjadi orang yang melihat perjuangan kamu melahirkan" ucap Orlando dengan tulus
"Kamu kan di luar ruangan mana bisa kamu melihat perjuangan aku. Lagian kamu bukan suami aku Ndo, kamu ini ada-ada aja, Udah ya aku mau istirahat dulu. By Ndo"
Tanpa menunggu persetujuan dari Orlando, sambungan telepon langsung terputus begitu saja, tapi semua itu tak membuat Orlando kesal karena ia sudah merasa puas menatap wajah cantik Safa di layar ponsel.
********
Kelakuan Desi akhir-akhir ini begitu membuat Febri semakin heran, karena istrinya itu sering sekali berteriak dan mengatakan hal-hal aneh, salah satunya ada hantu.
Febri ingin memeriksakan kejiwaan Desi, namun saat mengatakan hal itu malah membuat pertengkaran di antara mereka. Tapi Febri sudah bosan mendengar cerita Desi kalau dia mendengar suara hantu.
"Sekarang aku akan ada disini terus dan aku gak akan tidur, awas saja kalau tidak ada suara yang kamu katakan itu" ucap Febri sembari duduk di sofa kamar, gorden kamar sengaja tak ia tutup karena ingin melihat keadaan di luar kamar yang sudah mulai gelap.
__ADS_1
"Tapi gorden nya tutup Mas, aku takut"
"Gak ada apa-apa Des, makanya aku bilang jangan kebanyakan nonton horor, jadi ginikan kamu sering teriak dan mengatakan yang tidak-tidak" ucap Febri marah.
Desi langsung membaringkan tubuhnya dan membelakangi Febri, setiap malam tubuhnya akan bergetar karena rasa takut yang mendera, entah kenapa suara aneh itu selalu datang dan mengganggunya membuat Desi layaknya orang gila.
"Semoga saja hantu itu tidak meneror ku malam ini, lagian itu hantu siapa sih" ucap Desi dalam hati.
Matanya sudah terpejam, selimut tebal ia tarik sampai ke lehernya. Sementara Febri menyibukan diri di grup WA bersama kedua teman nya. Hubungannya dengan Yohan sudah kembali seperti dulu walau tak ada dari mereka yang mengucapkan kata maaf, baik Yohan maupun Febri hanya diam saja.
"Lagi ngapain Lo pada ?" /Yohan
"Biasa kalau gue habis ngelonin bini 😂" / Ardi.
"Enak ya yang punya Bini" balas Febri sembari mengu lum senyumnya.
"Lah bini Lo kemana ? lembur ?" / Yohan
"Ada tapi biasa kalau malam teriak-teriak gak jelas dan selalu mengatakan kalau ada hantu, makanya ini gue begadang untuk memastikan kalau suara itu gak ada" /Febri.
"Awas Feb, entar Lo lagi yang bakalan di gangguin" /Ardi.
"Ya enggak lah, gue kan pemberani lagian gue gak percaya sama adanya hantu" Febri menggelengkan kepalanya saat kedua teman nya malah menakuti dirinya.
Jam terus berputar, 3 gelas kopi sudah Febri habiskan namun semua itu tak bisa mengalahkan rasa kantuknya. Padahal biasanya saat di suruh begadang di rumah sakit ia begitu tahan namun kenapa malam ini ia tak bisa melawan rasa kantuk itu.
"Astaga kenapa gue ngantuk banget, padahal biasanya saat begadang di rumah sakit gak begini" gumam Febri.
Akhirnya Febri tertidur di sofa dengan sangat pulas, ia melupakan rencananya yang ingin begadang karena ingin mengatakan pada sang istri kalau ia tak mendengar suara apa-apa.
---
...LIKE DAN KOMEN...
...ADD FAVORIT...
__ADS_1