
Safa masih memegangi pipinya yang terasa kebas dan sakit akibat tamparan dari suaminya. Ia tak menyangka kalau Febri tega melakukan ini dengan nya. Bahkan sekarang Febri dengan tega mengurung Safa di apartemen.
Air mata Safa mengalir dengan deras, dadanya terasa sangat sesak.
"Mas Febri jahat" hanya itu kata yang keluar dari mulutnya.
Seandainya ia punya tujuan untuk pergi, Safa pasti akan melakukan itu, tapi sayangnya ia tak punya tujuan apalagi dengan keadaan dirinya yang sedang hamil seperti ini. Pulang kerumah Wina malah akan membuat masalah baru timbul.
"Hiks-hiks-hiks" tangisan memilukan terus menggema di ruangan itu.
"Aaawwww" Safa memegangi perutnya yang terasa keram dan sakit. Ia merintih kesakitan.
"Sayang nya Bunda yang kuat ya Nak di dalam sana ! Bunda janji akan menjaga kamu dengan baik" ucap Safa sambil memegangi perut bagian bawahnya.
Mau keluar tidak bisa karena Febri mengunci pintunya dari luar. Semua yang Febri lakukan selalu membuat perasaan Safa sakit.
"Ya Allah sakit sekali" rintih Safa lagi.
"Lindungi anak ku ya Allah ! jangan buat dia kenapa-napa !"
*************
Sementara itu Orlando menunggu pesan dari Safa. Ia berharap Safa mau menemani nya hari ini. Sebenarnya Orlando tak terlalu berniat untuk belanja hanya saja laki-laki itu ingin membuat Safa senang dengan cara membawanya jalan-jalan.
"Safa kemana sih ? kok belum ngasih kabar ?" gumam Orlando sambil menatap layar segi empat di telapak tangannya.
"Mending aku tanya aja langsung" Orlando bergegas menuju apartemen Safa.
Disana Orlando mengetok pintu apartemen Safa, berulang kali tapi tak di bukakan oleh Safa.
"Safa, apa kamu di dalam ? kamu baik-baik saja kan ?" teriak Orlando.
"Mungkin Safa masih tidur, pasti semalam ia begadang lagi. Aku tunggu sampai siang aja lah"
Karena tak kunjung ada jawaban dari Safa, Orlando pergi dari sana. Ia keluar dari apartemen guna mencari bahan masakan. Kebetulan isi kulkas nya sudah habis.
Saat akan keluar dari Lift Orlando bertemu dengan Febri. Seperti biasa Orlando hanya mengangguk dan tersenyum kearah Febri, namun tidak dengan Febri yang menatap Orlando dengan tajam.
"Kamu yang tinggal di apartemen sebelah istri saya tinggal ?" tanya Febri menghentikan langka kaki Orlando.
Orlando berbalik "Iya betul, kamu suaminya Safa kan ?"
"Benar sekali, dan saya minta kau jangan dekat-dekat dengan istriku !"
Orlando mengernyit heran dengan ucapan Febri "Kami hanya berteman !" ucap Orlando.
__ADS_1
"Tidak ada namanya antara laki-laki dan perempuan berteman. Bisa saja kalian saat ini berteman tapi besok-besok tak ada yang tau apa yang akan terjadi"
"Kenapa anda begitu takut Safa berteman dengan laki-laki ? kau kan punya dua istri"
Sekarang Febri terkejut dengan ucapan Orlando, kenapa laki-laki itu mengetahui statusnya punya dua istri, batin Febri.
"Apa saja yang Safa ceritakan tentang rumah tanggaku padamu ?" bentak Febri.
"Tidak ada, Safa tak menceritakan apa-apa tentangmu, tapi satu pesan ku jangan selalu mengabaikan dia nanti kau akan menyesal" setelah mengatakan itu Orlando berlalu dari hadapan Febri.
Rahang Febri mengeras, buku-buku jarinya menunjukan kemarahan.
Febri memasuki lift dan naik keatas dimana apartemen Safa berada. Karena kuncinya ada di tangannya Febri tak perlu mengetok pintu terlebih dahulu.
Ia langsung masuk saja.
"Safa..." panggil Febri menggema.
Safa yang saat itu sedang berada dikamar karena habis mandi langsung berlari menuju sang suami.
Plllaaaaakkk.
Tanpa di duga Febri kembali melayangkan satu pukulan pada Safa, dan itu membuat Safa kaget.
"Apalagi salah ku Mas ? kenapa kamu menamparku lagi ?" pekik Safa
"Laki-laki siapa Mas ? siapa yang Mas maksud ?"
"Jangan bersikap bodoh !! laki-laki yang tinggal di apartemen ini"
Safa mulai mengerti siapa yang suaminya maksud, pasti Orlando.
"Aku tak menceritakan apa-apa Mas Febri !"
"Bohong !" bentak Febri "Kalau kau tak menceritakan apa-apa padanya kenapa dia sampai tau kalau aku punya dua istri"
Air mata Safa mengalir dengan deras, sakit di pipi kirinya belum sembuh sekarang pipi kanannya juga merasakan hal yang sama. Febri benar-benar berubah sekarang ia bukan lagi seperti yang dulu.
"Bereskan barangmu, dan mulai hari ini kau tinggal bersama ku dan Desi"
Safa terkejut dengan ucapan suaminya "Aku gak mau Mas, aku gak mau tinggal seatap dengan kamu dan mbak Desi"
"Mau ngelawan kamu Hah ? kamu itu istriku dan kamu berhak menuruti perintahku, kenapa kamu tidak mau tinggal di rumah ku dan Desi ? kenapa ?"
Safa tak perlu menjelaskan apa-apa, harusnya Febri sudah tau tentang semua ini, Ia dan Desi tak mungkin akan akur jika tinggal satu atap.
__ADS_1
"Semakin hari aku semakin tau Mas kalau kamu bukan suami yang baik untukku, saat ini aku sedang mengandung anakmu tapi kamu selalu nyiksa aku dan batinku" ucap Safa dengan lirih.
"Aku terlalu bodoh karena selama ini percaya sama kamu" sambung Safa lagi..
"Terus kamu menyesal gitu nikah sama aku ?" tanya Febri dengan sorot mata yang tajam.
"Sangat menyesal Mas, aku benci sama kamu, aku mau minta pisah" teriak Safa.
"Tak bisa semudah itu Safa, aku tak akan menceraikan kamu karena aku butuh penerus"
***********
Hari ini Desi mulai bekerja lagi, dengan rasa malas Desi memasuki klinik tempatnya mencari uang selama ini.
"Hai Des, kenapa kok lesu sekali ?" tanya Putri
Desi menggelengkan kepalanya "Gak papa Put"
"Oh ya bagaimana kamu sudah tanya belum sama Febri tentang foto yang aku kirimkan ? dia bukan selingkuhan Febri kan ?" tanya Tata yang begitu penasaran .
Desi menghela nafas panjang, bingung harus mulai bercerita dari mana.
"Des" panggil Putri lagi.
"Iya Put, dia istri sirih Mas Febri dan saat ini dia sedang mengandung anak Mas Febri"
"Apa ?".. Putri menutup mulutnya karena terkejut.
Selama ini Putri mengira Febri adalah laki-laki yang baik dan setia, namun ternyata sama saja.
"Sabar ya Des, posisi kita sama sekarang, di madu"
"Beda dong Put, kalau kamu di madu atas permintaan kamu sendiri sedangkan aku ? dia menikah tanpa sepengetahuan aku Put"
"Iya Sih, tapi gak papa dong Des, kalau madu kamu udah hamil berarti kamu dan Febri akan memiliki anak"
"Mana mau aku mengakui anak itu Put, sampai kapanpun aku gak mau di madu, dan aku akan berusaha keras menyingkirkan anak dan wanita itu"
"Kau gila Des" Putri terkejut dengan ucapan Desi yang akan menyingkirkan madu nya sendiri.
----
...Jangan lupa apa ??...
...Klik Like 👍...
__ADS_1
...Tulis komentar ✍️...
...Dan kasih hadia 🌹🌹 & ☕☕...