Cinta Istri Simpanan

Cinta Istri Simpanan
Episode 47


__ADS_3

Febri memasuki apartemen yang kini keadaan nya begitu sepi, tak ada tanda-tanda kalau Safa ada disana membuat laki-laki itu kembali khawatir.


Kamar, dapur, kamar mandi tak ada yang Febri lewatkan, semuanya ia periksa namun sang istri tak kunjung di temukan.


"Safa pergi kemana lagi sih ? kok kebiasaan bener pergi gak pamit sama aku" geram Febri.


"Padahal aku pulang untuk menemani dia dan ingin memperbaiki hubungan kami, tapi Safa selalu seperti ini di telfon gak aktif"


"Awas aja kalau pulang nanti, aku hukum dia"


Dengan perasaan marah dan juga kesal Febri membuka lemari es, ia mengambil satu botol Aqua dan menuangkan air dingin itu kedalam gelas, lalu meminumnya hingga habis tak tersisah.


Perutnya terasa lapar tapi tak ada makanan sama sekali, rasa amarah Febri kembali bertambah. Sembari menunggu sang istri pulang Febri mendudukan diri di sofa dengan mata menatap lurus ke arah televisi.


**********


Sementara itu Orlando dan Safa akan segera berangkat ke Thailand. Pesawat pribadi milik keluarga Orlandon sudah siap di Bandara. Begitupun dengan pihak rumah sakit yang sudah begitu baik mengurus Safa dan mempersiapkan semuanya.


Dokter Wulan turut ikut karena ingin memastikan keadaan Safa baik-baik saja sampai di Thailand nantinya. Semua ini atas permintaan Orlando yang ingin Safa dan calon bayinya selamat dan sehat.


"Bagaimana sudah siap ?" tanya Orlando.


"Siap Pak"


"Dokter yakin kan kalau semua alat ini bisa berpungsi dengan baik di jalan nantinya ? dan tidak akan terjadi hal yang tidak di inginkan ?"


"Insya Allah saya yakin pak"


Mobil sudah melaju begitu cepat menuju Bandar Udara Internasional Adi Sumarmo Solo. Orlando menatap sekeliling seolah ini akan menjadi hari terakhirnya berada di kota ini. Ia juga menoleh kearah Safa yang sampai sekarang masih saja memejamkan matanya.


"Aku yakin ini adalah keputusan terbaik, Safa pasti akan mengerti" ternyata masih ada yang mengganggu pikiran Orlando, ia masih takut Safa akan marah kepadanya saat Safa sadar nanti.


Setiba di Bandara semua orang yang di tugaskan Orlando langsung membantu.


"Hati-hati, jangan sampai Safa kesakitan !"


"Awas ! jangan terlalu cepat jalan nya"


"Hei, itu jangan di dekat pintu kau menghalangi mereka semua"


Teriakan teriakan Orlando terus menggema untuk memastikan keadaan Safa baik-baik saja, setelah Safa sudah berada didalam pesawat barulah Orlando dan dokter Wulan menyusul.


"Saya cek dulu Pak keadaan pasien" ucap Dokter Wulan.


"Silahkan, pastikan semua baik-baik saja sebelum pesawat ini lepas landas"

__ADS_1


Dokter Wulan mengangguk, ia langsung mengecek keadaan Safa dan alat-alat yang terpasang di tubuhnya masih melekat dengan baik.


"Semuanya baik Pak, kita bisa berangkat sekarang !"


"Baik" Orlando mengangguk ia melirik jam yang melingkar di tangan nya "Jam 04 sore" gumam Orlando.


Orlando mendekati Pilot untuk mengatakan kalau semuanya sudah siap berangkat, dan langsung di angguki oleh sang Pilot.


*********


"Kemana Safa kenapa sampai sore begini dia belum pulang juga ?" gumam Febri


Febri kembali gelisa, ia mondar-mandir dengan perasaan khawatir bercampur cemas. Karena sampai sekarang belum ada tanda-tanda kepulangan Safa.


"Nomornya juga gak aktif-aktif lagi".


"Kemana dia ? dan pergi dengan siapa dia ?"


"Awas aja kalau pulang nanti"


Tak berapa lama ponsel Febri berdering, ia menyangka kalau itu adalah Safa namun ternyata dugaan nya salah, yang menelfon nya adalah Desi.


"Kenapa Des ?" tanya Febri langsung.


"Kamu gak pulang Mas ? ini udah mau maghrib loh"


"Memangnya Safa gak pamitan sama kamu dia pergi kemana ?"


"Enggak Des, ya sudah nanti kalau Safa pulang aku kabarin lagi"


"Iya Mas"


Panggilan terputus, Febri kembali menghela nafas panjang, ia memutuskan untuk pergi kekamar dan mengecek pakaian sang istri, yang di takutkan Febri adalah Safa kabur.


Febri membuka lemari pakaian Safa, disana tak ada yang berubah pakaian Safa masih lengkap dan tak ada yang hilang satupun.


"Pakaian nya masih lengkap,.lalu Safa pergi kemana ?"


"Apa jangan-jangan dia di rawat di rumah sakit lagi ya ?"


"Tapi gak mungkin, karena tadi saat aku tinggalkan keadaan Safa baik-baik saja"


Saat Febri akan meninggalkan kamar matanya tak sengaja menangkap ponsel milik Safa, ternyata tadi Desi menyembunyikan ponsel Safa di bawah selimut.


Febri menyingkap selimut itu dan barulah nampak dengan jelas ponsel yang ia belikan dulu untuk Safa.

__ADS_1


"Pantas saja nomornya gak aktif memangnya ponselnya mati dan tinggal disini" gumam Febri.


"Tapi Safa kemana ? kenapa dia pergi gak bawa ponsel"


Febri memencet tombol On Off sehingga ponsel yang awalnya mati kini menyala, di tampilan pertama Febri tersenyum senang saat melihat foto dirinya dan Safa saat mereka baru saja selesai melangsungkan pernikahan..


"Kamu memajang foto kita Fa, makasih ya disini Mas yakin kalau kamu mencintai Mas"


Ia menggeser menu di HP tersebut, satu yang membuatnya penasaran yaitu aplikasi Diary. Febri ingin membukanya namun ternyata aplikasi itu di kasih PIN.


"Apa ya PIN nya ?"


******


"Kau tunggu saja Mas sampai jamuran istri sirih kamu itu karena dia tidak akan kembali, mungkin saja sekarang ia sudah tiada" gumam Desi dengan tawa pelan.


Ia menatap pantulan diriny di cermin "Hah, aku legan sekarang karena aku yang menjadi satu-satunya istri Mas Febri, sekarang Mas Febri tidak akan berbagi lagi karena wanita itu sudah lenyap"


Desi mundur dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang tempat tidur, ia begitu bahagia sekarang apalagi saat mendengar kalau sampai sekarang Safa belum juga kembali ke Apartemen, membuat Desi yakin kalau Safa sudah meninggal.


"Kamu memang pintar Des, kamu bisa banget melenyapkan seseorang tanpa bekas seperti ini"


Ie kembali tertawa dengan keras, beruntung kamar nya kedap suara sehingga tawa menggelegarnya tak akan di dengar oleh orang lain.


"Makanya jangan coba-coba melawan Desi"


"Udah ku kasih pilihan yang baik, tapi kamu malah milih bertahan dengan suamiku, jadi jangan salahkan aku jika aku membunuhmu seperti ini"


Ceklekkk.


Tiba-tiba pintu kamar terbuka, membuat Desi terlonjak kaget ia langsung bangun dan terkejut melihat sang suami sudah berdiri di ambang pintu dengan menatapnya tanpa ekspresi.


"Kamu kenapa ketawa seperti itu ?" tanya Febri heran.


"Oh kamu bikin kaget aja Mas, tadi habis nonton drakor film nya lucu sekali makanya kalau ingat itu aku ketawa terus" jawab Desi


Febri mengangguk ia berjalan dan mendekati Desi dengan lesu.


"Safa sudah pulang Mas ?" tanya Desi basa-basi.


"Belum, tapi ponselnya aku temukan di bawah selimut"


---


...LIKE DAN KOMEN....

__ADS_1


...ADD FAVORIT...


__ADS_2