
Ternyata kontraksi yang Safa rasakan semakin bertambah, membuat wanita itu sering mengeluh hingga keringat membanjiri keningnya. Orlando sudah tak tahan lagi ia langsung mengangkat tubuh Safa dan membawanya kedalam mobil.
Walaupun Safa minta di turunkan tapi Orlando diam saja, ia sudah begitu panik.
"Momy telah salah besar karena memberikan ide seperti ini" gerutu Orlando kesal.
"Ini bukan salah Tante Ndo, udahlah mending turunin aku !! aku gak papa kok"
"Gak papa gimana ? dari tadi kamu ngeluh sakit terus, jangan-jangan kamu mau lahiran beneran lagi"
"Tapi sekarang udah hilang lagi Ndo"
"Pokoknya kita tetap kerumah sakit ! biar dokter bisa periksa"
Orlando membuka pintu mobil, agak kesusahan sehingga Safa lah yang membukanya, banyak pasang mata yang memperhatikan dirinya tapi Orlando tak peduli, hanya Safa yang merasa malu luar biasa.
Orlando mendudukan Safa di kursi mobil dengan sangat hati-hati, baru saja Orlando akan menutup pintu Safa kembali berteriak karena merasakan sakit di perutnya.
"Tuh kan sakit lagi"
"Aduuu Ndo ini sakit banget"
"Sabar Fa kita akan segera sampai di rumah sakit"
Bahkan saking paniknya Orlando melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sehingga rumah sakit yang biasanya akan di tempuh sekitar 45 menit kini hanya 20 menit, terbayang kan bagaimana Orlando membawa mobil.
"Aku jalan aja Ndo, sakit nya udah ilang kok" ucap Safa.
"Kamu yakin Fa ?"
"Yakin banget Ndo"
"Ya sudah kalau gitu"
*******
Di Indonesia.....
Entah kenapa hari ini Febri merasakan kepanikan luar biasa padahal ia sedang tak mengalami apapun, namun rasa panik bercampur cemas itu membuat Febri tak nyaman.
Berulang kali terdengar helaan nafas panjang dari lelaki itu, semenjak oa resmi bercerai dengan Desi, Febri memutuskan untuk tinggal di apartemen, Hanya Bi Rita yang ia bawa karena untuk membantunya mengurus apartemen. Sementara yang lain ia biarkan untuk mengurus rumah.
"Aku kenapa sih ? perasaan cemas gitu padahal gak ada yang perlu aku cemasin" gumam Febri heran dengan dirinya sendiri.
Febri memang masih mencari keberadaan Safa, namun karena tak pernah membuahkan hasil ia akhirnya menyerah dan hanya berserah diri pada yang maha kuasa dan yakin suatu hari nanti ia akan bertemu lagi dengan Safa entan itu di dunia ataupun di kehidupan lain.
__ADS_1
"Bi aku pergi dulu ya !" teriak Febri.
Hari ini memang Febri sif malam, dan karena tak bisa istirahat dengan tenang Febri memutuskan untuk pergi kebetulan Ardi menghubungi nya untuk mengajaknya makan siang di kafe.
********
Setelah di hubungi oleh Orlando yang mengatakan kalau Safa di bawa kerumah sakit Aroon dan Gita langsung menyusul.
Sesampai di rumah sakit Orlando menjelaskan keadaan Safa yang kata dokter sudah pembukaan 4.
"Momy mau masuk dulu, kalian berdua tunggu disini !" ucap Gita
"Tapi aku mau lihat keadaan Safa juga Mom" jawab Orlando.
Gita berpikir sejenak "Ya sudah tapi bentar aja ya ! kamu kan bukan suaminya"
"Iya Mom" jawab Orlando lesu.
Di dalam ruangan Safa tidur dengan miring ke kiri, sesekali ia meringis dan memegangi pinggangnya. Dengan sigap Gita membantu memijiti pinggang Safa dengan gerakan lembut.
"Sabar ya Nak ! berdoa semoga semuanya di lancarkan !" bisik Gita.
"Ini sakit sekali Tante"
"Memang begitu Fa rasanya, kalau Safa gak mau sakit langsung caesar saja bagaimana ?"
Rasanya Orlando tak kuat melihat Safa yang kesakitan seperti ini, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa selain mendoakan keselamatan Safa nantinya.
"Apa gak ada obatnya Mom ? biasanya kan kalau orang sakit pasti ada peredah nya" tanya Orlando.
"Ya enggak ada Ndo, lagian ini mau lahiran bukan orang sakit, entar kalau bayinya udah keluar Safa gak bakalan ngerasain apa-apa kok"
"Adduuuuuuhhh" Safa kembali berteriak.
"Jangan teriak Nak ! nanti tenaga kamu habis. Kalau sakit banget kamu tarik nafas dalam-dalam lalu keluarkan dengan pelan"
Safa melakukan apapun perintah dari Gita, ternyata begini rasanya menjadi seorang ibu, sakit yang di rasakan luar biasa. Dan disaat seperti ini bayangan wajah sang Ibu dan suaminya terlintas.
Bagaimana Febri tersenyum dan Wina yang memanjakan nya dulu, air mata Safa mengalir, ia butuh sosok dua orang ini tapi semuanya harus ia tahan karena karena perlakuan mereka.
"Kamu keluar Ndo ! bantu doa aja !" usir Gita.
"Tapi Mom, aku masih mau disini"
Mata Gita menatap tajam kearah Orlando sehingga membuat laki-laki itu tak bisa berkutik.
__ADS_1
"Oh ya ambilin perlengkapan Safa sama bayinya di mobil !"
"Iya"
Orlando berjalan dengan lesu meninggalkan ruangan Safa, ia sebenarnya masih ingin disana tapi Orlando sadar kalau dirinya dan Safa bukan suami istri.
*******
Jelang Sholat Maghrib Safa baru mengalami pembukaan lengkap, ia sekarang sudah di pindahkan keruang bersalin, seorang dokter perempuan dan 2 orang perawat sudah menyiapkan semuanya, begitupun dengan Gita yang selalu setia berada di samping Safa.
"Aaaaaahhhhhh" teriak Safa, namun langsung di tegur oleh Gita karena katanya gak baik seperti itu.
"Jangan teriak Nak !"
"Tapi ini sakit sekali Tante"
"Sabar, kata dokter kepalanya belum kelihatan"
Dokter kembali memeriksa dan sudah saatnya Safa di perintahkan mengejan, Safa melakukan semuanya dengan sekuat tenaga.
"Ayo Nak kamu pasti bisa !!"
"Semangat Sayang, Tante yakin kamu kuat"
Tiga kali mengejan suara tangisan bayi terdengar dengan jelas membuat Gita menarik nafas legah sementara Safa terkulai tak berdaya, ia rasanya kehilangan semua tenaga namun saat bayi mungil berjenis kelamin laki-laki dokter tempelkan di dadanya Safa langsung tersenyum.
"Anak ku" gumam Safa dengan nada bergetar.
******
"Alhamdulillah" ucap Febri tiba-tiba membuat Ardi mengernyit heran, mereka berdua masih bersama karena Febri tak membiarkan Ardi pulang, ia ingin di temani membuat Ardi heran.
Sebagai sahabat yang baik Ardi akhirnya menyetujui, kebetulan ia dan Sang istri sedang tidak akur.
"Gak tau Ar, tiba-tiba perasaan ku plong gitu gak panik kaya tadi" jawab Febri.
"Aneh lo Feb"
"Gue juga heran Ar, hari ini perasaan gue tu gak bisa di jelaskan !"
---
...LIKE DAN KOMEN...
...ADD FAVORIT...
__ADS_1
AUTHOR MAU MENGUCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU 2022, SEMOGA HARAPAN KALIAN SEMUA TERCAPAI DI TAHUN YANG AKAN DATANG !
TERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN SEMUA....