Cinta Istri Simpanan

Cinta Istri Simpanan
Episode 73


__ADS_3

"Tidak akan aku lakukan. Sampai kapanpun aku gak akan menceraikan kamu" bentak Febri menggema.


Arnold semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang Safa, tubuhnya yang mungil bergetar dengan hebat. Membuat Safa menoleh lalu menggendong Arnold dengan erat.


"Sudah ku bilang Mas, jangan tinggikan suara kamu ! Arnold takut mendengarnya"


Febri mengusap wajahnya dengan gusar "Maafkan Mas Fa ! tapi mas mohon jangan minta pisah sama Mas ! Mas sayang banget sama kamu, bahkan Mas rela nungguin kamu selama bertahun-tahun" kali ini Febri berkata dengan lembut, ia menatap wajah Safa dengan seksama, rasanya Febri ingin sekali menarik Safa kedalam pelukannya, ia rindu bahkan rindu sekali dengan wanita itu.


Apalagi saat melihat wajah Arnold, ia ingin putranya memanggilnya dengan sebutan Ayah.


"Semua nya sudah terlambat Mas"


"Belum Fa, belum ada kata terlambat untuk kita kembali menjalin rumah tangga"


Safa tak lagi menjawab, ia hanya bisa menunduk, perasaannya sekarang campur aduk. Bingung harus bagaimana.


"Bunda Aku mau pulang !" ucap Arnold.


"Mau pulang kemana Nak ! disini juga rumah kamu, ini Ayah kamu Nak !" sahut Febri


"Bukan" Arnold menggeleng "Aku punya Papa, namanya Papa Ndo"


"Papa Ndo ? siapa dia sebenarnya Fa ? kenapa dari tadi Arnold selalu bilang dia punya Papa ? siapa laki-laki yang di sebut Papa oleh Arnold ?" tanya Febri pada Safa.


"Gimana ya ? kalau aku bilang laki-laki itu adalah Orlando aku takut Mas Febri akan melakukan hal buruk pada Orlando" batin Safa bingung.


"Ayo jawab Fa ! kenapa kamu diam aja !"


"Bunda aku mau pulang, aku takut" Arnold kembali berontak.


"Iya sayang kita pulang" jawab Safa dengan mengelus kepala Arnold dengan lembut.


"Maaf Mas aku harus pergi, sepertinya urusan kita sudah selesai" Safa hendak meninggalkan apartemen namun dengan cepat Febri menahan nya.


"Mas lepaskan ! aku mau pulang" pinta Safa saat pergelangan tangannya di pegang oleh Febri.


"Urusan apa maksudmu Fa, jangan pernah berpikir kalau aku sudah menceraikan kamu, aku akan tetap menikahi kamu lagi"


Safa menghela nafas panjang "Jangan egois Mas !"

__ADS_1


"Kamu yang egois Fa, kamu mau pisah sama aku tapi kamu gak mikirin Arnold, dia butuh ayahnya Fa, dan sampai kapanpun aku adalah Ayah kandungnya"


Safa tak menjawab ia berusaha melepaskan genggaman Febri, hingga akhirnya Febri mengalah dan membiarkan Safa pergi. Ia kasihan dengan putranya yang terus bersembunyi tak mau menatap kearah nya.


Setelah Safa sudah menjauh Febri langsung menyusul, ia ingin tau dimana Safa dan Arnold tinggal, Febri sudah kehilangan Safa selama lima tahun lebih dan kali ini ia tidak akan membiarkan itu terjadi lagi.


Apalagi sudah ada Arnold, seseorang yang sangat Febri harapkan kehadirannya selama ini, ia ingin secepatnya Arnold bisa dekat dengannya dan bisa bermain bersama.


Febri menatap kearah Safa dan Arnold yang sedang menaiki sebuah mobil, setelah mobil itu melaju barulah Febri menyusul.


"Sampai kapanpun Mas tidak akan melepaskan kamu Fa, jadi jangan harap apa yang kamu ucapkan akan Mas kabulkan" gumam Febri sembari fokus pada mobil yang tak jauh dari mobilnya.


"Sepertinya aku harus cari tau, siapa laki-laki yang di panggil Papa oleh anakku" Febri memukul stir dengan pelan, ia tak rela jika ada orang lain yang dekat dengan Safa.


*********


"Bagaimana hasil pertemuan Safa dan mantan suaminya ya ?" gumam Orlando begitu penasaran.


Dari tadi ia begitu menahan diri untuk tak keluar apartemen, supaya tak mengganggu pertemuan Safa dan Febri.


"Lebih baik aku telepon saja lah" segera Orlando mengambil ponselnya lalu menghubungi nomor Safa.


"Halo Ndo, ada apa ?".tanya Safa di seberang sana.


"Gak Papa Fa, aku cuman mau nanya kamu dimana sekarang ? apa kamu sudah selesai bertemu dengan Febri lalu apa hasilnya ?" tanya Orlando beruntun, ia tak memikirkan bagaimana Safa akan menjawabnya. Dan mungkin saja saat ini Safa sedang pusing karena pertanyaan nya.


"Nanya nya satu-satu dong Ndo ! aku pusing nih jawabnya"


Orlando terkekeh "Hehe maafkan aku Fa ! soalnya aku penasaran"


"Aku sekarang udah dalam perjalanan pulang Ndo, dan tadi aku bertemu dengan Mas Febri, dia gak mau melepaskan aku Ndo, dan dia tetap akan menikahi aku lagi. Makanya aku bingung Ndo" Terdengar helaan Nafas panjang dari Safa.


"Kenapa kamu bingung Fa ? apa kamu masih mencintai dia ?" tanya Orlando dengan perasaan campur aduk


"Iya Ndo, aku memang masih cinta sama dia, karena walau bagaimana pun dia laki-laki pertama yang membuatku jatuh Cinta, tapi kalau mau balik aku masih ragu Ndo"


Detik itu juga harapan Orlando luntur seketika, ia seperti jatuh kedalam jurang yang sangat dalam. Sesakit ini rasanya.


Harusnya ia sudah lama mengubur perasaannya pada Safa sebelum merasakan semua ini, ia harusnya sudah tau siapa laki-laki yang di cintai Safa, apalagi ada Arnold di antara Safa dan Febri.

__ADS_1


"Halo Ndo ? kamu masih disana kan ? kok diam aja ?" suara Safa masih terdengar dengan jelas namun rasanya mulut Orlando terkunci dengan rapat.


Tanpa mengatakan apapun Orlando langsung memutuskan sambungan telepon, ia melempar ponselnya sehingga terbela menjadi dua, Rasa marah kecewa beradu menjadi satu.


"Aaaaaaahhhhhhhhg" teriak Orlando menggema.


"Apa kamu tidak pernah mencintaiku Fa ? apa sedikitpun kamu gak pernah melirik perasaan ku, selama ini aku memberikan kamu perhatian supaya kamu membuka hati kamu untukku"


********


Mobil Febri berhenti sedikit jauh dari mobil taksi yang di tumpangi Safa. Dengan tatapan yang jelas Febri memperhatikan Safa turun dari mobil sembari menggendong Arnold.


"Ternyata disini kamu tinggal Fa"


"Baiklah nanti malam aku akan membawa ibumu kesini, kamu pasti kaget melihatnya"


Febri terus memperhatikan Safa yang saat ini sudah masuk kedalam rumah, ia tak langsung pergi karena masih sangat betah disana.


Rasanya belum puas pertemuan tadi, apalagi Febri belum pernah memeluk Safa saat pertemuan pertama mereka.


"Kita akan menjadi keluarga lagi Fa, dan kita akan memiliki anak yang banyak"..


"Mas janji akan menjadikan kamu wanita paling bahagia"


Febri tersenyum sendiri saat membayangkan bagaimana nanti ia dan Safa akan menjadi keluarga lagi, bagaimana nanti ia akan menjadi seorang Ayah yang paling bahagia.


"Aaaiiiisssttt, hayalan ku terlalu panjang"


"Ok Fa, saatnya Mas yang berjuang mendapatkan cinta kamu lagi, Mas akan melakukan apa saja asal kamu bisa bersama Mas lagi"


"Dulu kamu yang berjuang jadi sekarang Mas yang akan menggantikan perjuangan kamu.


Setelah merasa puas, Febri melajukan mobilnya dan meninggalkan jalan depan rumah Safa. Ia menuju rumah Wina untuk mengatakan kalau Safa telah kembali.


---


...LIKE DAN KOMEN...


...ADD FAVORIT...

__ADS_1


__ADS_2