Cinta Istri Simpanan

Cinta Istri Simpanan
Episode 24


__ADS_3

Sesampai di Apartemen Yohan langsung pamit pulang tanpa memperkenalkan setiap ruangan dan pernak-pernik Apartemen tersebut. Karena bagi laki-laki itu Safa pasti sudah mengerti tentang isi Apartemen ini. Menurut pandangan Yohan kalau Safa bukanlah berasal dari keluarga sederhana.


Safa memasuki salah-satu ruangan disana yang ternyata adalah sebuah kamar, mungkin akan di jadikan kamarnya nanti.


"Nyaman dan bersih, pasti yang menyewa sebelumnya orang yang rajin" gumam Safa sambil mengamati setiap interior ruangan itu.


Sangat mewah dan ilegan, apalagi dengan kamar yang begitu besar seperti ini. Safa pasti akan betah tinggal disini, alalagi ia akan bebas keluar masuk tanpa harus takut di beri pertanyan beruntun oleh tetangga.


Samar-samar Safa mendengar suara bel berbunyi, Safa langsung beranjak dan ingin melihat siapa yang datang. Safa pikir itu adalah suaminya.


"Kalau mau datang jam segini ngapain tadi minta tolong sama Mas Yohan buat nganterin aku"


Saat pintu Safa buka betapa terkejutnya wanita itu melihat seorang laki-laki tampan tengah berdiri di depannya dengan senyum merekah.


"Mau nyari siapa ya ?" tanya Safa heran.


"Apa kau penghuni baru disini ?" laki-laki itu balik bertanya.


"Iya"


"Wow keren, akhirnya aku punya tetangga cewek juga. Selama tinggal disini tetangga ku cowok semua jadi gak asik"


Kening Safa mengkerut saat mendengar ucapan laki-laki itu.


"Perkenalkan nama ku Orlando, terserah kau mau memanggil ku apa, Mas, Kak, ataupun Ayang juga boleh" Orlando mengulurkan tangannya hendak berkenalan dengan Safa.


Namun Safa enggan membalas, apalagi sikap Orlando seperti cepla-ceplos dan tak di filter saat berbicara.


"Safa" walaupun heran dan sedikit kesal, Safa tetap memperkenalkan dirinya.


"Nama yang cantik, secantik orangnya"


"Maaf, anda ada keperluan apa ya ? kalau tidak penting saya mau masuk lagi banyak kerjaan"


"Oh tidak, saya hanya ingin berkenalan saja, kita kan tetangga masa iya gak boleh kenalan. Ya sudah kalau begitu silahkan di lanjut beres-beresnya" setelah mengatakan itu Orlando pergi dari hadapan Safa.


Sementara Safa menatap punggung Orlando sampai laki-laki itu menghilang, barulah Safa kembali masuk kedalam dan menutup pintunya.


"Laki-laki aneh" gumam Safa sambil geleng-geleng kepala memikirkan Orlando tadi.


------


Orlando Rayden, laki-laki tampan yang berusia 25 tahun. Laki-laki berdarah thailand itu baru saja datang dari luar negeri dan akan meneruskan usaha kedua orang tuanya di indonesia. Ia memilih tinggal di Apartemen karena kedua orang tuanya sudah tak tinggal di indonesia lagi dan sudah menetap di negara Thailand.


"Dia perempuan menarik" ucap Orlando


"Cantik, manis tapi kenapa wajahnya pucat sekali ya !"

__ADS_1


"Dia pasti belum memiliki kekasih"


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Sementara itu Febri masih sibuk dengan pekerjaannya, hari ini ia merasa waktu begitu lambat berlalu, padahal ia sudah ingin cepat pulang dan melihat keadaan Safa yang sudah tinggal di Apartemen.


"Aiss, kenapa jam nya disaan terus ? kapan coba pulang"


Mata nyalang Febri selalu menatap ke jam yang melingkar di tangannya, masih jam 11 siang dan waktunya masih lama untuk bertemu dengan Safa.


"Mending telefon aja lah !"..


Febri merogoh saku jasnya, ia mengambil ponselnya dan mencari kontak Safa.


"Halo Assalamualaikum Mas" suara Safa di seberang sana terdengar sangat merdu, membuat Febri rindu dan ingin segera memeluk wanita itu.


"Waalaikumsalam, lagi apa Fa ?"


"Lagi nyantai Mas, rencana mau keluar sebentar ada yang mau Safa beli"


"Oh ya sudah, kamu hati-hati tapi !! kalau sudah tak ada kepentingan langsung pulang dan jangan keluyuran !"


"Iya Mas, hmmm Mas Febri lagi apa sekarang ?",


"Mas masih kerja, nanti sore Mas ke Apartemen",


"Baiklah Mas, aku tunggu di rumah !",


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Karena menginginkan sesuatu Safa ingin keluar, ia menginginkan makan bakso dengan kuah yang pedas serta nasi padang juga.


Membayangkannya saja sudah membuat air liur Safa hampir menetes, tanpa berpikir lama lagi Safa langsung berjala keluar.


"Hai cantik mau kemana ?" tanya Orlando saat melihat Safa hendak pergi.


"Mau keluar cari bakso dan nasi padang" jawab Safa singkat.


"Wow, kamu kecil-kecil makannya rakus juga ya" Orlando terkekeh.


Safa melirik sebentar, lalu kemudian mempercepat jalannya menuju lif, tapi tanpa di duga Orlando mala menyusul nya juga.


"Kenapa kau tinggalkan aku ? aku kan mau makan siang bareng sama kamu" ucap Orlando.


"Aku sudah punya suami" balas Safa .


Orlando menatap Safa sekilas, lalu kemudian tertawa terbahak-bahak bersamaan dengan pintu Lift yang tertutup. Safa menatap Orlando dengan kesal karena laki-laki itu tak berhenti tertawa.

__ADS_1


Padahal Safa berkata jujur, kalau saat ini dirinya sudah berstatus sebagai istri.


"Kalau mau becanda jangan kek gini cantik, mana ada orang yang percaya kalau kamu sudah nikah" Orlando menggelengkan kepalanya.


"Memang kenyataannya aku udah nikah ! entar sore suamiku kesini kalau mau kenalan"


"Hmmm, sepertinya kamu berkata jujur" Orlando menatap Safa dengan serius "Tapi maafkan aku cantik kalau aku tak percaya"


Safa benar-benar kesal dengan sikap Orlando, dan entah kenapa dalam situasi seperti ini perjalanan menuju lantai paling bawa terasa sangat lama. Padahal tadi saat Safa datang dan bersama dengan Yohan lifnya naik dengan cepat.


"Terserah !!" Safa berkata dengan cuek.


Akhirnya apa yang di tunggu oleh Safa terjadi, pintu terbuka dengan lebar dan secepat kilat Safa berlari meninggalkan Orlando.


"Cantik tunggu aku !! kenapa kau terus meninggalkan aku ?" teriak Orlando tapi tak di perdulikan oleh Safa.


Namun langkah Safa tak sepanjang langkah Orlando, terbukti laki-laki itu sudah berhasil menyusulnya.


"Kau kenapa mengikuti ku terus ?" tanya Safa kesal.


"Hei Cantik kau jangan ge'er ya, aku tak mengikutimu, mungkin saja tujuan kita sama !"


"Alasan kau saja ! sana cepat menjauh dariku ! nanti kalau suamiku lihat bagaimana ?"


"Tak usah takut aku akan memperkenalkan diri padanya !"


Entah bagaimana caranya Safa menghindari Orlando lagi, hingga matanya menatap warung bakso dan Safa langsung masuk kesana.


"Mas bakso nya satu ya ! jangan pakai mie sama seledri !"


Penjual bakso mengangguk.


"Aku kan gak suka makan bakso, tapi demi si cantik gak papalah sekali-kali" batin Orlando


Orlando memesan satu porsi sama dengan Safa, lengkap dengan minuman nya juga.


"Kursi disana masih kosong ya ! kenapa kau duduk di hadapanku ?"


"Entahlah kenapa ? aku juga heran" balas Orlando.


"Kau ini kenapa sih ganggu aku terus kita kan baru aja kenal ?"


"Entahlah ?"


----


...LIKE DAN KOMEN...

__ADS_1


...ADD FAVORIT...


...KASIH HADIA (BUNGA/KOPI)...


__ADS_2