Cinta Istri Simpanan

Cinta Istri Simpanan
Episode 88


__ADS_3

"Simpan saja rindumu untuk orang yang kamu cintai !!!"


"Tapi yang aku cintai kamu Ndo, kamulah laki-laki yang aku cintai, maafkan aku yang baru menyadari semua ini" balas Safa sehingga membuat Orlando langsung mematung seketika.


Bahagia ??


Tentu saja Orlando rasakan, akan tetapi ia tak boleh bersenang-senang terlalu dalam dulu, ia masih takut kecewa untuk yang kesekian kalinya. Selama ini Safa sudah banyak memberikan dirinya sebuah harapan palsu.


"Bisakah kamu ulang kembali kata-katamu Fa !!" pinta Orlando.


"Aku cinta sama kamu Ndo, aku sayang banget sama kamu" ulang Safa kemudian.


Senyum kebahagiaan terbit di bibir Orlando, ia membalikan tubuhnya sehingga keduanya berhadapan.


"Maafin aku Ndo kalau selama ini aku banyaj nyakitin kamu, tapi sikap kamu yang kemaren membuat aku sadar kalau kamu sangat berarti dalam hidupku"


Tangan Orlando terangkat, jari jemarinya membelai wajah Safa dengan halus. Setetes air mata yang membasahi pipi Safa ia hapus dengan ibu jarinya.


"Hentikan air mata ini, aku tidak suka melihatnya !" ucap Orlando.


"Kamu masih sayang kan sama aku Ndo ?" tanya Safa.


"Sampai kapanpun Fa, aku akan tetap sayang sama kamu Fa, kamu hidupku"


Secepat kilat Safa memeluk tubuh Orlando dengan erat, ia membenamkan wajahnya didada bidang Orlando, rasanya sangat nyaman sehingga membuat Safa betah berada didalam dekapan Orlando.


"Jika kamu cinta sama aku selama ini kenapa kamu tidak mau jujur Fa ?"


"Aku terlalu takut Ndo sama Mas Febri, aku terlalu takut untuk menjelaskan semuanya. Apalagi Mas Febri selalu mengajak ku untuk rujuk"


"Sekarang kamu gak perlu takut lagi Fa !! kita hadapi semuanya sama-sama ! aku akan selalu ada buat kamu"


Safa menganggukan kepalanya dengan pelan, tangan Orlando terus membelai kepala Safa dengan lembut.


Tidak berapa lama Orlando terkekeh sehingga membuat Safa heran, ia melepaskan pelukannya lalu menatap wajah Orlando dengan kening mengkerut.


"Kamu ketawa kenapa Ndo ? apa ada yang lucu ?" tanya Safa


"Jadi malam ini kita jadian ya ! dan kita resmi jadi pasangan" jawab Orlando masih dengan tawanya.


"Aaawwwwww" Orlando menjerit saat Safa mencubit lengannya. "Kenapa di cubit sih Sayang, sakit tau"


Blaaasssss.


Wajah Safa bersemu merah saat mendengar kata sayang yang Orlando ucapkan.. Ternyata begini menjadi sepasang kekasih.


"Anterin aku pulang Ndo !!" pinta Safa kemudian.


"Ngapain mau pulang, yuk nginap disini aja !"


"Jangan sembarangan deh ! ayo pulang !"

__ADS_1


"Yaaaa... Terus kapan nginap disini ?"


"Entar aja kalau udah ni---" Safa menggantung ucapannya, saat Orlando kembali tertawa dengan keras.


"Yuk malam ini aja kita nikah ! aku udah siap kok melapaskan ijab kabul"


"Iiiiiihhhhh.... Udah sih becanda nya ! yuk pulang entar Arnold marah lagi karena kelamaan aku tinggalin" Safa cemberut, seolah-olah sedang merajuk padahal di hatinya ia begitu bahagia mendengar kalau Orlando ingin menikahinya segera..


Bukan tidak mau hanya saja Safa masih harus menyelesaikan urusan nya dengan Febri, berharap Febri akan mengerti dengan pilihannya.


"Ya sudah yuk pulang !" Ucap Orlando sembari memberikan tas jinjing Safa.


Keduanya pergi dengan bergandengan, sesekali saling menatap dan tersenyum. Bahkan saat di dalam lift sekalipun Orlando tak pernah melepaskan tangan Safa yang ia genggam dengan erat.


"Kenapa aku begitu bahagia ya saat mengatakan dengan jujur pada Orlando ?" batin Safa.


"Aku janji akan menjaga mu Fa, kamu akan menjadi bidadariku".


**********


"Kok Bunda belum pulang ya Nek ?" tanya Arnold pada Wina.


"Sebentar lagi sayang, Bunda sedang dalam perjalanan" balas Wina kemudian.


Arnold belum bisa tidur karena menunggu Safa pulang, ia ingin tidur bersama Safa malam ini.


Hingga beberapa saat kemudian terdengar suara mobil berhenti, Arnold langsung berlari keluar rumah dan tersenyum senang saat melihat kehadiran Safa dan Orlando.


"Papa, Bunda" ucap Arnold.


"Turun Ar, kamu itu kan udah besar masa di gendonh terus sih ?" omel Safa.


"Tidak mau Bun, Papa juga mau kok gendong aku. Iya kan Pa ?"


"Biarkan saja sayang ! lagian Ar juga gak gemuk jadi masih kuat aku gendongnya"


Wina yang sedari tadi berdiri di ambang pintu mendengar dengan jelas kata sayang yang Orlando ucapkan. Apalagi melihat wajah Safa yang terlihat sangat bahagia.


"Nak Ando memanggil Safa dengan panggilan sayang ? apa jangan-jangan mereka sudah jadian ?" batin Wina penuh tanda tanya.


"Arnold ayo tidur ini sudah malam nak, kan Bundanya sudah pulang" ajak Wina pada cucu nya.


Arnold turun lalu mendekati Wina, setelah berpamitan pada Orlando dan Safa. Arnold langsung masuk kedalam rumah dengan di gandeng Wina.


Kini tinggalah Orlando dan Safa, dan entah kenapa membuat dengut jantung Safa berpacu dengan cepat, padahal tadi biasa-biasa saja.


"Kamu hati-hati di jalan ya ! jangan ngebut !" ucap Safa malu-malu.


"Iya Sayang, kamu istirahat sana ! jangan tidur malam-malam ! besok aku kesini lagi dan kita akan menghadapi Febri sama-sama"


Safa mengangguk, kemudian Orlando mendekat ia mengecup kening Safa dengan lembut membuat sekujur tubuh Safa merinding seketika.

__ADS_1


"Masuk sana ! aku mau pulang"


"Entar aja kalau kamu udah jalan"


"Aku gak akan jalan sebelum kamu masuk Fa"


"Loh kok gitu ?"


"Iya karena aku takut entar kamu di culik sama berondong lagi"


Untuk kedua kalinya Safa mencubit lengan Orlando, membuat Orlando kembali meringis.


"Wah-wah belum jadi istri kamu sudah melakukan KDRT sama aku Fa !"


"Apa sih... Udah ah aku mau masuk" Safa membalikan badannya, sembari tersenyum ia melangkah masuk kedalam rumah.


Sementara Orlando masih terus menatap punggung Safa, hingga tak berapa lama Safa menutup pintu rumah barulah Orlando menuju mobil lalu pulang.


********


Didalam kamar Safa menatap pantulan dirinya di cermin, ia baru saja selesai membersihkan diri dan berganti pakaian. Rasanya masih sama. Sangat bahagia bahkan sesekali Safa mengelus keningnya bekas ciuman dari Orlando.


"Semoga besok Mas Febri akan mengerti" gumam Safa.


Ceklek..


Pintu kamar Safa terbuka, ada Wina yang baru saja masuk. Wanita paruh baya itu menarik kursi lalu duduk disamping Safa.


"Apa kamu sedang bahagia ?" tanya Wina.


Safa menunduk dengan senyum malu-malu.


"Ibu bisa menebak kalau kamu sedang bahagia, kenapa ? apa kamu dan Ando sudah meresmikan hubungan kalian ?"


"I--ya bu" jawab Safa gugup.


"Syukurlah kalau begitu, ibu juga bahagia mendengarnya. Semoga kamu dan Ando bahagia terus ya"


"Aaamiiin.. Tapi Safa masih was-was bu"


"Was-was kenapa Fa ? apa ada hubungan nya dengan Febri ?"


"Iya Bu, aku takut Mas Febri tidak terima apalagi tadi Mas Febri ngajakin aku rujuk"


Wina menggenggam tangan Safa dengan erat "Kamu berhak bahagia dan memilih dengan siapa kamu akan bahagia Fa, ibu yakin Febri akan mengerti dengan pilhan kamu"


"Semoga saja bu"


---


...LIKE DAN KOMEN...

__ADS_1


...ADD FAVORIT...


...RATE BINTANG LIMA...


__ADS_2