Cinta Istri Simpanan

Cinta Istri Simpanan
Episode 82


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, keadaan Febri mulai stabil bahkan kata dokter kemungkinan besar hari ini ia akan sadarkan diri.


Selama di rawat di rumah sakit, Ardi dan Yohan lah yang menjaga Febri, setiap pulang bekerja Ardi dan Yohan bergantian menjaga Febri.


"Gue udah tau alamat lengkap Safa" kata Yohan.


Ardi melirik kearah Yohan "Dimana alamatnya ?" tanya Ardi.


"Di perumahan Kamboja nomor rumahnya 13A."


"Berarti gak jauh dari Apartemen Febri dong"


Yohan mengangguk "Lalu bagaimana apa kita kesana untuk meminta Safa datang ?"


"Harus, kita coba aja dulu. Mau atau enggaknya itu urusan belakang"


"Ya sudah Lo aja yang kesana, gue tunggu disini. Kasian nanti kalau Febri sadar gak ada yang jagain"


Ardi mengangguk membenarkan ucapan Yohan, memang kasihan jika saat Febri sadarkan diri nanti tak ada satupun yang menjaganya.


"Ya sudah gue jalan dulu kalau gitu" Ardi berdiri dari duduknya.


"Ok, semoga aja Safa mau datang kesini"


Ardi meninggalkan ruangan rawat Febri, ia akan datang kerumah Safa untuk meminta wanita itu menemani Febri, atau setidaknya Safa di beri tahu kalau Febri kecelakaan.


**********


Perasaan Orlando pada Safa semakin bertambah besar, apalagi akhir-akhir ini Safa memberinya perhatian lebih. Membuat Orlando yakin kalau Safa sudah mencintai dirinya.


Seperti biasa sebelum pergi ke kantor, Orlando menyempatkan mampir kerumah Safa hanya untuk bermain dengan Arnold walaupun hanya sebentar.


Sekarang Safa tak lagi mempermasalahkan panggilan Arnold pada Orlando, bahkan ia selalu mengatakan 'Ar itu Papa datang ' saat Orlando baru saja tiba di rumah.


"Mana Bunda Nak ?" tanya Orlando pada Arnold, karena ia belum melihat kehadiran Safa dan pagi ini juga Safa tak datang keapartemen seperti biasa.


"Masih di kamar Fa, kata Nenek Bunda sakit"


Mendengar hal itu Orlando langsung kaget "Sakit apa Nak ?"


"Safa hanya masuk angin biasa Nak Ando, sudah ibu kasih obat, mungkin sebentar lagi baikan" sahut Wina yang entah sejak kapan berdiri di teras rumah sembari memperhatikan Orlando dan Arnold.


"Boleh saya lihat Bu ?" tanya Orlando ragu.


"Boleh kok, masuk aja kekamar nya, tapi pintunya jangan di kunci ya biar gak jadi salah paham"


Orlando menjawab dengan anggukan, selesai berpamitan dengan Arnold ia segera melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam rumah.


Tujuan nya saat ini adalah kamar Safa yang pintunya masih tertutup rapat. Tanpa mengetok pintu dahulu Orlando langsung masuk saja.


"Fa" panggil Orlando. Tapi tak ada jawaban dari Safa karena saat ini wanita itu masih tertidur dengan pulas.


Selimut tebal masih membungkus tubuh Safa, membuat Orlando berinisiati mengecek suhu badan Safa.

__ADS_1


Panas...


Itulah yang Orlando rasakan saat punggung tangannya menempel di kening Safa. Semua ini membuat Orlando panik.


"Kenapa harus sakit sih cantik, aku kan gak tega lihatnya" gumam Orlando.


Ia keluar kamar dan menuju dapur, mengambil baskom lalu di isi air hangat dan tak lupa sebuah handuk kecil. Orlando akan mengompres Safa semoga dengan begini keadaan Safa akan membaik.


"Itu untuk apa nak Ando ?" tanya Wina membuat Orlando kaget.


"Eh ibu, bikin kaget aja" Orlando mengelus dadanya "Ini untuk mengompres Safa bu, badannya masih panas sekali"


"Oh, ya sudah kalau begitu maaf ibu membuatmu kaget, Ibu mau ambilin Ar minuman kata nya haus"


"Ya bu tolong titip Ar dulu, saya mau urus Safa"


Wina mengangguk dengan senyum tulusnya, ia bahagia karena putrinya ada yang merawat, apalagi melihat kekhawatiran di wajah Orlando membuat Wina semakin yakin kalau laki-laki itu sangat pantas untuk bersanding dengan putrinya.


"Semoga kamu segera membuka hati kamu untuk Ando Nak, dia sudah begitu baik padamu, Ibu yakin kamu akan bahagia kalau menikah dengan nya" batin Wina sembari menatap punggung Orlando yang perlahan menghilang di balik pintu kamar Safa.


Bahkan sesuai permintaan Wina, Orlando tak menutup pintu kamar Safa.


***


Di dalam kamar Orlando mengompres kening Safa, ia duduk di pinggir ranjang sembari menunggu kompresan itu menjadi dingin.


Safa yang merasakan ada rasa hangat yang menempel di keningnya langsung membuka mata, ia meraba keningnya dan menemukan sebuah handuk kecil yang tertempel disana, saat Safa hendak mengangkat handuk itu tangannya langsung di tahan oleh Orlando.


"Biarkan saja Fa ! supaya kamu cepat sembuh" kata Orlando.


"Iyalah, kamu sih sakit gak ngabarin aku"


"Aku cuman masuk angin aja Ndo, bukan demam parah"


"Tapi badan kamu panas banget Fa, kalau bukan karena kamu lagi tidur nyenyak aku udah gendong kamu untuk kerumah sakit tau gak"


Safa tersenyum "Lebay ah, aku kan gak papa gak usah di bawah kerumah sakit segala"


"Aku tu khawatir Fa bukan lebay"


"Iya-iya, makasih ya Ando yang ganteng" canda Safa sambil terkekeh.


Orlando yang mendengar itu juga ikut terkekeh, ia mengecek handuk yang menempel di kening Safa dirasa sudah dingin Orlando langsung menggantinya.


"Kalau kamu sakit siapa yang urus Arnold Fa" omel Orlando padahal di dalam hatinya berkata "Kalau kamu sakit siapa yang masakin makanan buat aku" tapi Orlando tak berani mengatakan itu semua.


"Bentar lagi aku sembuh kok Ndo, aku kan udah bilang cuman masuk angin"


"Makanya angin itu jangan di suruh masuk"


Safa kembali terkekeh, jawaban Orlando benar-benar lucu.


******

__ADS_1


Sementara itu Wina yang sedang menemani Arnold bermain bola di halaman rumah mengernyit bingung saat ada sebuah mobil berhenti tepat di depan rumahnya.


"Permisi" ucap Ardi


Wina langsung mendekat "Iya, mau cari siapa ya Nak ?" tanya Wina.


"Maaf Bu mau tanya apa benar kalau ini rumahnya Safa ?"


"Iya betul, ada keperluan apa ya mencari anak saya"


"Saya mau bertemu sebentar Bu karena ada hal penting yang ingin saya sampaikan"


Walau masih bingung Wina mengizinkan Ardi masuk.


"Ar udahan yuk mainnya, nenek mau panggilin Bunda soalnya ada tamu" ucap Wina pada Arnold.


"Iya Nek" jawab Arnold.


Ardi menatap Arnold dengan seksama, wajah Arnold mirip dengan Febri.


"Dia anaknya Febri, tampan sekali" batin Ardi.


Wina menyuruh Ardi duduk diruang tamu, sementara dirinya membuat kan Ardi teh lalu menuju kamar Safa.


Saat akan masuk kekamar Safa, ia tak sengaja melihat adegan romantis antara Orlando dan Safa, bagaimana tidak saat ini Orlando sedang menatap wajah Safa sangat dekat, mungkin selanjutnya akan terjadi sesuatu yang lain.


"Eheemmmmm" suara Wina begitu keras.


Orlando langsung gelagapan, ia menatap kearah Wina dengan sangat malu.


"Maaf ya ibu ganggu" ucap Wina tak enak hati.


"Tidak apa-apa Bu, lagian memang gak ganggu kok" jawab Orlando


"Ada apa Bu ?" tanya Safa.


"Ada tamu di bawah Fa, katanya mau ketemu sama kamu. Ada hal penting yang mau disampaikan"


---


...LIKE DAN KOMEN...


...ADD FAVORIT...


(VISUAL DOKTER FEBRI)l



(Visual Safa)



(Visual Orlando)

__ADS_1



__ADS_2