
Ternyata teror yang Desi dan Sara alami tak hanya sampai pagi itu saat ada yang mengiriminya paket, karena saat malam hari ada juga yang lebih menakutkan dari itu, yaitu sebuah suara tangisan bayi dan suara seseorang yang bernyanyi nina bobo.
Desi berteriak histeris di dalam kamarnya, sang suami belum juga pulang padahal sudah larut malam, Desi meringkuk di atas kasur dengan kedua tangan menutup telinga.
"Siapa kamu hah, kenapa kamu meneror ku" teriak Desi.
Suara itu malah berubah tertawa cekikikan, dan semakin membuat Desi ketakutan.
"Apa kamu Safa ? Ayo katakan kamu siapa ? Kalau kamu Safa aku gak bakalan takut ya sama kamu"
Desi melempar bantal kesembarang arah, ia lemparan kedua ia tak tau kalau suaminya telah pulang. Febri menangkap bantal yang Desi lempar ia menatap heran sang istri yang ketakutan.
"Kamu kenapa Des ?" Tanya Febri mendekat.
Mendengar suara sang suami, Desi langsung bangun dan memeluk sang suami dengan erat, keringat dingin membanjiri wajah Desi, nafasnya naik turun karena rasa takut luar biasa.
"Ada hantu Mas" ucap Desi terbata-bata.
"Hantu ? Dimana ?" Febri balik bertanya.
"Disana Mas, tolong aku" Desi menunjuk kesudut ruangan dimana ia mendengar suara tangisan bayi tadi.
Febri mengikuti kemana Desi menunjuk, ia kembali heran karena disana tak ada suara apa-apa.
"Kamu kecapek.an kali, makanya berhalusinasi kek gini" Febri melepaskan pelukan nya lalu berjalan mengecek luar kamar, tak ada apa-apa yang dapat Febri temukan.
"Enggak Mas, aku gak sedang berhalusinasi"
"Tapi gak ada apa-apa disini Des, coba deh kamu lihat sendiri"
Walaupun takut Desi mendekat dimana sang suami berada, ia melirik keluar dan tidak ada apa-apa, tapi tidak mungkin ia berhalusinasi karena telinganya masih normal dan suara itu beneran ada.
"Udah ah Mas mau mandi dan tidur"
"Ikut Mas"
"Kamu ini ada-ada saja, biasanya juga gak pernah kek gini, aku mau Mandi Des, kamu disini aja, lagian gak ada apa-apa kok. makanya jangan kebanyakan nonton horor"
Tanpa memperdulikan sang istri Febri langsung masuk kekamar mandi, Desi kembali menatap keluar jendela dimana hanya gelap dan sunyi yang ia temukan.
**********
Begitupun dengan Sara yang baru saja membuat seisi rumah terbangun akibat teriakan Sara. Endri dan Wina sampai kaget melihat wajah pucat Sara dan keringat yang membasahi pelipisnya.
"Minum dulu Nak !" Ucap Wina.
__ADS_1
Dengan tangan bergetar Sara mengambil gelas yang berisi air putih itu, Sara meminumnya sampai habis karena ia merasa haus akibat rasa takut yang melanda.
"Aku gak mau tidur sendiri Bu,. Yah"
Wina menatap sang suami "terus kamu mau tidur dimana ?".
"Aku mau tidur sama Ibu, Ayah biar tidur sendiri"
"Ya suda, nanti Ibu temenin" ucap Wina dengan sayang.
Malam ini rasanya seperti malam yang sangat panjang bagi Sara, ia seperti tak akan melewati malam ini. Bahkan saat Wina sudah tidur di kamarnya Sara tak kunjung memejamkan mata. Ingatan nya kembali mendengar suara tangisa itu.
"Itu pasti hantunya Safa.. bagaimana ini ? Aku gak mau di hantuin terus seperti ini"
"Pokoknya Tante Desi harus bertanggung jawab dengan semua ini, kan dia yang menyebabkan Safa sampai meninggal". batin Sara.
Jam terus berputar tapi Sara tak kunjung menutup mata, ia masih ketakutan padahal Wina sudah menemaninya tidur, bahkan wanita paruh baya itu sudah terlelap dan berkelana dalam mimpi.
*********
Keesokan paginya lagi dan lagi Desi menerima paket, namun kali ini yang menerimanya adalah Febri karena Desi belum bangun dari tidurnya.
"Perasaan kemaren Desi baru saja nerima paket sekarang datang lagi,, memangnya Desi pesan apa" gumam Febri.
Tapi ia tak berniat untuk membukanya, ia letakkan paket itu di atas meja samping ranjang setelah itu Febri pergi.
"Kasihan Mas Febri pasti siap-siap sendiri, ini semua gara-gara suara terkutuk itu sampai aku tak bisa tidur semalam"
Saat Desi hendak mengambil air minum Desi kembali di kejutkan dengan sebuah paket lagi.
"Haaa.. Apaan lagi ini ?" ucap Desi
Ia mengurungkan mengambil minum dan keluar kamar mencari bi Rita tak lupa membawa paket yang ia temukan.
"Bi....." panggil Desi dengan suara keras.
Bi Rita lari dengan cepat mendekati Desi "Iya bu ada apa ?"
"Siapa yang menemukan paket ini Bi ? dan siapa yang meletakkan nya dikamar ?" tanya Desi sambil mengangkat paket yang ia pegang
"Saya Bu yang menemukan nya, dan saya kasih ke bapak mungkin bapak yang membawanya kekamar. Memangnya ada apa bu ?"
"Terus Mas Febri kemana ?"
"Sudah berangkat Bu tadi"
__ADS_1
"Nih Bi" Desi memberikannya paket itu ke pada Bi Rita "Buang aja Bi, saya gak butuh itu"
"Memangnya kenapa Bu ?"
"Jangan banyak tanya, kalau aku bilang buang ya buang ! dan jangan coba-coba Bibi buka !"
Dengan cepat Bi Rita mengangguk, ia langsung mengambil paket itu dan membawanya kelaur rumah untuk membuangnya ke tong sampah.
Sementara Desi kembali kekamar untuk bersih-bersih, ia masuk kekamar mandi dan disana ia kembali di kejutkan dengan keadaan lampu yang kedap-kedip.
"Apalagi ini ?? kenapa banyak sekali yang meneror aku"
"Apa salahku ?".
*******
Orlando baru saja tiba di Indonesia, ia langsung ke apartemen dan sangat berharap kalau ia bertemu dengan Febri disana, karena dengan begitu Febri tak akan menaruh rasa curiga.
Sesampai di apartemen saat melewati apartemen Safa, Orlando berhenti sebentar, ia melirik kesana sebentar kemudian berlalu.
"Kenapa aku merindukan Safa ya saat melewati apartemen nya" gumam Orlando sembari mengu lum senyumnya.
Ia memasuki apartemen nya dan langsung menghubungi Safa, Orlando menceritakan kalau ia sudah tiba di apartemen dengan selamat.
"Safa" panggil Orlando.
"Iya ada apa Ndo ?" tanya Safa di seberang sana.
"Jangan rindu ya !" canda Orlando.
"Iiihh apa sih Ndo,.siapa juga yang bakalan rindu sama kamu"
"Tapi aku yang bakalan rindu Fa, aku yang bakalan kangen sama kamu"
Safa terdiam dan tak lagi menjawab,. tidak berapa lama terdengar suara Gita yang memanggil Safa,. Hingga membuat wanita itu memutuskan sambungan telepon secara sepihak.
"Momy ini ganggu terus kalau aku lagi ngobrol sama Safa. Gak pas aku disana gak disini sama aja" gerutu Orlando dengan kesal.
"Awas aja kalau nanti Safa sudah menjadi istriku, akan aku kurung dia di kamar"
Orlando terkekeh saat harapan nya terlalu tinggi.
---
...LIKE DAN KOMEN...
__ADS_1
...ADD FAVORIT...
KALAU SEMPAT NANTI MALAM SATU EPISODE LAGI YA !