
Febri kembali kedalam rumah dengan amarah memuncak, rahangnya mengeras karena rasa kecewa dan tak menyangka kalau istrinya adalah dalang dari semua ini.
Rekaman suara yang ia terima sudah cukup membuktikan bagaimana kelakuan Desi, juga sebuah foto yang ia terima.
Braaaakkkkk.
Febri membuka pintu kamar dengan keras membuat Desi yang sedang bersiap hendak berangkat bekerja terlonjak kaget, Desi menatap sang suami dengan tatapan heran.
"Ada apa sih Mas ? bisa gak sih kalau masuk ketuk pintu du---" belum sempat Desi melanjutkan ucapannya Febri sudah melemparkan foto-foto Desi yany sedang berada di atas tubuh Safa.
Desi gelagapan "Mas apa-apaan sih" ucap Desi kesal namun tangannya terulur untuk mengambil lembaran foto yang berserakan di lantai.
Matanya langsung membulat dengan sempurna saat melihat foto apa yang di lemparkan suaminya.
"Kau tega melakukan ini pada Safa dan anak ku ? apa salahnya ? kenapa kau lakukan ini ?" teriak Febri menggema.
"Mas a--ku--"
"Apa ? kamu mau mengela apa lagi ? selama ini aku terlalu bodoh karena percaya kalau kamu sudah menerima Safa, namun nyatanya kamu tega melakukan semua ini, kamu wanita tak punya perasaan Des" kali ini air mata menetes membasahi pipi Febri, dadanya terasa sesak saat menerima semua kenyataan ini.
Desi mendekat ia meraih tubuh suaminya yang sudah terduduk di lantai "Aku gak sengaja Mas, maafkan aku !"
"Maaf katamu ! mudah sekali kau mengatakan itu Hah ? kau tau selama ini aku mencari Safa kesana kemari dan ternyata kamu lah dalang dari semua ini, aku akan melaporkan kamu ke polisi"
Mendengar hal itu Desi langsung ketakutan, ia tak ingin berakhir di penjara.
"Aku tidak mau di penjara. Mas aku melakukan ini karena hatiku sakit kamu duakan Mas, dan dia adalah pelakor yang merebut kamu dari aku"
"Dia tidak merebut aku dari siapapun, aku yang merusak masa depan Safa" balas Febri dengan membentak.
Bi Rita yang mendengar pertengkaran Febri dan Desi hanya diam saja walau sesekali wanita paruh baya itu terkejut namun sebisa mungkin ia tak mengeluarkan suara. Bi Rita tak ingin ikut campur urusan rumah tangga majikan nya itu.
"Bapak sama Ibu kenapa ya akhir-akhir ini berantem terus, apalagi Ibu tiap malam berteriak karena ketakutan. Kenapa keluarga mereka tidak harmonis seperti dulu lagi" gumam Bi Rita dengan pelan.
Tidak berapa lama Febri keluar dari kamar dengan sorot mata yang tajam, lalu di susul oleh Desi yang sedikit berlari mengejar sang suami.
"Mas Tunggu ! aku gak mau kita pisah Mas !" teriak Desi
Febri terus berjalan tak peduli dengan teriakan dan tangisan istrinya, sampai akhirnya Desi berhasil meraih kaki Febri dan membuat perempuan itu berlutut sembari terisak.
"Mas aku mohon jangan penjaran kan aku dan jangan ceraikan aku, percayalah Mas aku melakukan ini ada alasan nya"
__ADS_1
"Apapun alasan nya kamu tetap salah Des, kamu menyiksa seseorang hanya karena kamu cemburu padanya itu tak masuk akal, aku akan tetap menceraikan kamu"
Desi berdiri dan berhadapan dengan sang suami, kini keduanya saling menatap.
"Talak aku sekarang kalau kamu berani !" pinta Desi menggertak ia terlalu yakin kalau suaminya tidak akan pernah menceraikan dirinya.
"Baik kalau begitu, hari ini detik ini dan di jam ini aku talak kamu" ucap Febri menggema.
*********
Orlando sudah dalam perjalan menuju Thailand, ia tak mengabari siapapun termasuk Safa karena ia ingin memberi kejutan pada semua orang di rumah walau nantinya hanya Safa yang akan terkejut.
"Aku harap suaminya Safa bisa bertindak dengan bijaksana, awas saja kalau aku sampai mendengar dia memaafkan istri gilanya itu" gumam Orlando.
"Kalau Febri tak mau memenjarakan istrinya maka aku sendiri yang akan memenjarakan wanita itu. Untuk kakak tirinya Safa akan aku buat Safa sendiri yang akan membalasnya. Aku juga ingin suatu hari nanti ibunya Safa menyadari semua kesalahan nya"
Karena semalaman ia tak tertidur akibat menyelesaikan misinya, Orlando mendadak mengantuk, ia menutup matanya dan tak berapa lama Orlando sudah berkelanan di dalam mimpi.
********
Desi tak pernah menyangka kalau suaminya akan menceraikan nya hari ini, ia terlalu yakin kalau suaminya begitu mencintainya namun ternyata salah. Kesalahan nya tak bisa mengalahkan cinta di hati Febri.
Menyesal ?
"Bu, Ibu tidak apa-apa kan ?" tanya Bi Rita yang memang mendengar dengan jelas ucapan Febri saat mengatakan talak.
Desi menggeleng "Aku tidak apa-apa Bi"
"Bu tadi yang di katakan Bapak itu gak benar kan ?"
"Semuanya benar Bi, ini semua karena kehadiran pelakor itu dalam rumah tangga kami, tapi tak apa karena sekarang pelakor itu sudah membusuk didalam tanah"
Bi Rita mengernyit heran, ia memang belum mengetahui tentang hubungan Febri dan Safa, tapi saat mendengar ucapan Desi membuat Bi Rita menyayangkan sikap Febri yang lebih memilih pelakor dari pada Desi.
"Sabar ya Bu, nanti bapak pasti dapat karmanya karena meninggalkan Ibu hanya demi wanita lain"
Desi tersenyum sinis "Tinggalkan aku Bi, dan tolong bereskan semua barangku, aku akan pergi dari sini"
"Ibu mau kemana ?"
"Saya akan menempati rumah lama Bi, kalau pulang kerumah ibu tidak mungkin karena akan membuat keadaan ibu memburuk"
__ADS_1
*******
Febri baru saja memarkirkan mobilnya di depan gerbang rumah orang tua Safa, ia ingin mendatangi Sara dan menyeretnya ke kantor polisi.
"Permisi Pak" ucap Febri pada Mang Ucup
Mang Ucup mendekat "Iya Mas ada apa ?"
"Boleh saya masuk, saya mau bertemu dengan ibu nya Safa"
"Boleh Mas silahkan !"
Febri masuk kedalam rumah setelah Mang Ucup membuka gerbang.
"Ada apa kau menemuiku ?" tanya Wina yang barusan kelaur setelah di kabari oleh Art kalau ada yang mencarinya.
"Mana anak tiri ibu itu ?" tanya Febri balik
"Mau apa kamu mencari Sara ?"
"Saya mau membawanya ke kantor polisi"
Wina terkejut "Memangnya apa yang di perbuat sama Sara ? kenapa kau mau membawanya ke kantor polisi ?"
"Dia telah menyiksa Safa sampai Safa pendarahan dan saya tidak tau apakah saat ini Safa masih hidup, dan semua ini karena anak tiri anda dan istri pertama saya"
Kedua kalinya Wina terkejut, ia tak menyangka kalau Sara melakukan ini, ia berteriak memanggil Sara.
"Ada apa Bu ? kenapa teriak-teriak aku kan mau beres-beres karena besok mau liburan" tanya Sara.
Plaaakkkkk
Wina menampar Sara dengan keras "Kau apakan anak ku Hah ? kenapa kau menyiksa dia ?"
"Maksud ibu ?"
---
...LIKE DAN KOMEN...
...ADD FAVORIT...
__ADS_1
Aku tutup kuping deh saat ada yang komen ceritanya kek film ikan terbang 😂