Cinta Istri Simpanan

Cinta Istri Simpanan
Episode 68


__ADS_3

Untunglah rasa sakit yang Orlando rasakan tak bertahan lama, saat tiba di mini market rasa sakit itu langsung hilang membuat Orlando bisa bernafas legah karena ia bisa mencari susu untuk anak Safa dengan nyaman.


Dengan penuh ketelitian Orlando membaca setiap kemasan susu untuk bayi yang baru lahir.


"Sepertinya semakin mahal harga susu maka semakin banyak vitamin nya" gumam Orlando.


"Ya sudah pilih ini saja lah !"


Dua kotak susu berukuran besar ia bawah ke kasir, setelah membayarnya Orlando langsung kembali menuju rumah sakit.


********


"Kenapa Ando lama sekali sih ? kasian kan baby Arnold nangis terus" ucap Gita dengan gelisah.


Begitupun dengan Safa yang khawatir dengan bayinya yang terus menangis kencang, ia tahu bayinya lapar. Semua ini membuat Safa berkecil hati karena sebagai seorang ibu ia tak bisa memberikan anaknya ASI.


Padahal selama hamil Safa sangat menjaga pola makanya, supaya kelak ASInya bisa berlimpah ruah. Namun nyatanya kenyataan tak seindah dengan harapan.


"Sini Tante biar aku gendong !"


Gita mendekat lalu memberikan baby Arnold pada Safa "Hati-hati sayang !"


Safa menatap lekat kewajah putrnya ia baru sadar sekarang kalau putranya itu mirip dengan Febri.


"Maafkan Bunda ya nak ! Bunda belum bisa menjadi ibu yang baik untuk Arnold!"


"Bunda janji akan mencari obat untuk melancarkan ASI supaya Arnold gak kelaparan lagi"


Air mata Safa menetes, akan tetapi saat di ajak bicara Baby Arnold diam, ia menutup matanya dengan tenang. Hingga tak berapa lama suara pintu ruangan terbuka, Orlando baru saja kembali dari membeli susu.


"Kenapa lama sekali sih Ndo ? kasian kan Arnold nangis terus" omel Gita.


"Maaf Mom, tadi Ando bingung mau beli susu yang mana"


"Ya sudah sini, Momy mau bikin susu dulu"


Orlando memberikan susu yang barusan ia beli, setelah itu ia berjalan kearah Safa dan duduk di samping ranjang Safa.


"Kenapa menangis ?" tanya Orlando saat melihat bekas air mata Safa di pipinya.


"Aku cuman merasa gak bisa jadi ibu yang sempurna Ndo, lihat saja hal sekecil ini aku gak bisa. Arnold kelaparan karena aku gak bisa ngasih ASI ku"


"Setiap ibu tak ada yang sempurna Fa, tapi Ibu akan selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk anaknya. Sama seperti kamu Fa, kamu sudah melakukan yang terbaik, kamu sudah bertaruh nyawa untuk melahirkan dia kedunia ini, jadi jangan sedih lagi ya ! kan sekarang sudah aku beliin sufor"


Safa tersenyum, ia merasa nyaman dengan ucapan Orlando.

__ADS_1


"Makasih ya Ndo ! akhirnya aku gak sedih lagi"


"Sama-sama Fa"


Tidak berapa lama Gita mendekat ia baru saja selesai membuat Susu untuk baby Arnold.


"Nih Nak kasih ke Arnold, pelan-pelan tapi ya !!" ucap Gita penuh perhatian.


Safa menurut ia memberikan susu itu kepada putrnya, dengan cepat Baby Arnold meraih ujung dot dan mengecap supaya susunya keluar.


"Uuuhhh, Anak Papa lapar sekali ya !"


Ucapan Orlando membuat tiga orang dewasa di ruanga. itu menatap kearahnya.


"Papa ---?" ucap Safa dengan heran.


Orlando tersadar kalau ia telah salah ucap, ia langsung menatap Safa balik .


"Maksud aku Om Fa, maaf keceplosan !"


"Oh"


"Padahal aku memang ingin di panggil anak kamu dengan sebutan Papa, tapi aku sadar kalau aku tak berhak untuk itu Fa. Maafkan atas rasa sayang ku yang berlebihan padamu" batin Orlando.


*********


Di rumah Gita sudah menyambut kedatangan Safa dan bayinya dengan antusias, ia memang pulang lebih awal untuk menyambut kedatangan Safa dan bayinya.


Bahkan tak tanggung-tanggung wanita paruh baya itu menghias ruang tamu seindah mungkin, sementara Aroon mengumumkan kepada seluruh rekan kerjanya kalau hari ini akan ada kedatangan keluarga baru di keluargnya.


"Sayang, bagaimana apa pakaian ini pas untuk menyambut Safa dan Arnold ?" tanya Aroon dengan memamerkan kemeja berlengan pendek yang sedang ia gunakan.


"Oh tidak Sayang, itu tidak pas untukmu, aku sudah menyiapkan pakaian yang sama untuk di pakai nanti"


"Lalu dimana bajunya ? aku sudah tidak sabar menyambut cucu pertamaku"


Gita langsung menarik suaminya kedalam kamar lalu mengeluarkan kemeja yang memang sudah ia siapkan sejak lama.


"Nah ini sangat pas untuk kamu"


"Oh jadi kita coupelan gitu ? ah kamu mengingatkan aku dengan masa muda kita" Aroon menoel dagu Gita dengan gemas membuat Gita terkekeh lucu.


"Ya sudah sana kamu bersiap sebentar lagi Safa akan tiba !"


Begitu sayang mereka dengan Safa, walau mereka sadar Safa bukanlah siapa-siapa di keluarga mereka. Namun bagi Gita dan Aroon, Safa adalah putri mereka.

__ADS_1


*******


Saat ini Mobil Orlando sudah melaju kejalan raya, di sampingnya ada Safa dan baby Arnold..


"Fa nanti ada yang mau aku bicarakan !" ucap Orlando.


"Sama Ndo, aku juga mau membicarakan sesuatu"


Orlando mengangguk, ia kembali fokus kejalanan hingga tak berapa lama mobil memasuki perkarangan luas rumah Nya.


Dengan cekatan seorang pelayan membukakan pintu mobil untuk Safa kemudian membuka payung untuk melindungi Safa dan anaknya dari sengatan sinar matahari.


"Gak usah Bi, lagian gak panas juga kok !" ucap Safa tak enak hati.


"Ini perintah Nona, jadi menurutlah !"


Di depan rumah Gita sudah menunggu dan menebar senyum cantiknya.


"Selamat datang kembali Safa, dan selamat datang Baby Arnold di rumah" ucap Gita.


Mata Safa langsung membulat saat melihat dekorasi yang begitu indah. Ruang tamu itu sudah bak istana yang sangat megah.


"Tante ini ---" Safa tak kuasa melanjutkan kata-katanya, apalagi saat melihat ruang tamu yang ada tulisan Welcome baby Arnold Putra Wijaya . Semua ini benar-benar membuat Safa terharu.


"Ini semua untuk kamu dan anak kamu sayang !"


"Tapi Tante ini sangat berlebihan, aku kan bukan---"


"Suuuutttt" Gita menutup mulut Safa menggunakan jari telunjuknya "Kamu adalah anak Tante dan Arnold adalah cucu Tante jadi jangan berpikiran yang tidak-tidak ya !!!"


Air mata Safa mengalir dengan sendirinya, walau ia berusaha untuk menahan namun rasa haru itu tak bisa membuat air mata itu berhenti menetes.


"Udah yuk jangan sedih lagi, tuh lihat Om kamu udah antusias banget nyambut baby Arnold !" Tunjuk Gita pada sang suami yang baru saja mendorong kereta bayi.


"Ini hadia dari Om untuk Arnold Nak !" ucap Aroon.


"Makasih ya Om, makasih atas kebaikan Om dan keluarga ! entah bagaimana lagi Safa mengucapkan terima kasih, kalian semua baik banget sama Safa"


"Semoga saja suatu hari nanti kamu tau kalau Orlando suka sama kamu Fa, Tante berharap kalian akan menjadi keluarga yang bahagia" batin Gita.


---


...LIKE DAN KOMEN...


...ADD FAVORIT...

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR JUGA KE NOVELKU YANG BERJUDUL MARRIAGE CONTRAK.. UDAH 2 EPISODE AKU UP SEMOGA SUKA YA !!


__ADS_2