Cinta Istri Simpanan

Cinta Istri Simpanan
Episode 51


__ADS_3

Cukup lama Orlando meninggalkan Safa di ruangan, setelah hampir 1 jam menunggu Orlando kembali masuk.


"Kamu dari mana Ndo ? Katanya cuman bentar ?" Tanya Safa


"Dari luar, maaf kalau membuatmu menunggu lama" jawab Orlando, memang dirinya hanya duduk di luar ruangan Safa, ia tak akan meninggalkan Safa dengan jauh.


Safa bingung dengan sikap Orlando yang berubah drastis padanya, ia memikirkan kesalahan apa yang telah ia perbuat.


"Kamu kenapa Ndo ? Kamu seperti nya marah sama aku"


Orlando hanya melirik kearah Safa, tak menjawab apa-apa.


"Kalau aku ada salah tolong di maafkan Ndo ! Aku gak bakal paham kesalahan aku kalau kamu diam aja"


Suara Safa terdengar bergetar menahan tangis, membuat Orlando menghela nafas panjang karena tak tega jika sampai wanita cantik itu sampai meneteskan air mata.


Orlando berjalan mendekat, ia berdiri di samping ranjang Safa. Tangan nya mengelus kepala Safa dengan lembut.


"Maafin aku Ndo kalau aku ada salah !" Air mata Safa sudah mengalir membasahi pipi mulusnya yang terlihat masih pucat.


"Kamu gak salah apa-apa kok Fa, jadi gak perlu minta maaf" Orlando menghapus air mata yang jatuh mengalir di pipi Safa.


"Terus kenapa kamu tadi seperti marah sama aku Ndo ?"


"Kata siapa ? Aku gak marah kok sama kamu" Orlando menarik hidung Safa dengan gemas.


"Iiiih, sakit tau" Safa menepuk lengan Orlando, membuat laki-laki itu terkekeh pelan.


"Udah sana tidur" ucap Orlando yang kemudian melirik jam tangannya "Udah malam nih, ibu hamil gak baik begadang"


"Kamu tau apa tentang wanita hamil sih Ndo" Safa menggeleng-gelengkan kepalanya


"Taulah, aku tau semuanya. Jangan sebut aku Orlando kalau masalah itu saja gak tau"


Safa tertawa sembari menggelengkan kepalanya, Orlando selalu saja bisa membuatnya tersenyum dan merasa bahagia. Ia begitu beruntung bisa di pertemukan dengan orang sebaik Orlando.


"Sana tidur Fa, kok malah ketawa. Kamu mau cepat pulang kan dari rumah sakit ?" tanya Orlando dan di jawab anggukan oleh Safa.


Safa ia menurut ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang, sementara Orlando duduk di kursi dekat ranjang Safa. Orlando menunggu sampai Safa benar-benar tertidur.


Tidak berapa lama nafas Safa terdenga beraturan, membuat Orlando sadar kalau Safa sudah berkelana dalam mimpinya.


"Aku gak marah Fa sama kamu, aku hanya cemburu jika kamu bahas tentang suami kamu" Ucap Orlando dengan lirih.

__ADS_1


"Seandainya dia laki-laki yang baik aku mungkin gak akan cemburu kamu nanyain dia, tapi kenyataan nya dia hanya laki-laki bajingan yang selalu nyiksa kamu Fa, aku harap kamu sadar"


"Aku memang salah karena mencintai kamu Fa, aku yakin di hati kamu tidak ada nama ku sama sekali, tapi itu tak masalah bagiku karena dengan melihatmu tersenyum dan bahagia setiap saat sudah membuat aku bahagia"


Serentetan kata yang Orlando ucapkan tak akan ada yang Safa dengar dan jawab karena Safa sudah tertidur. Orlando menunduk memperhatikan kedua kakinya yang menyentuh lantai, tak ada yang menarik memang karena ia hanya menenangkan perasaan.


Orlando menyadari semua itu kalau ia salah mencintai Safa, dulu ia sudah berusaha keras untuk membuang semua perasaan nya, tapi setelah mengetahui kelakuan Febri membuat Orlando tak bisa membuang perasaan nya.


"Aku akan selalu mencintaimu dengan diam Fa"


*********


Di Indonesia....


Sinar matahari mulai menampakkan kehangatan nya, membuat siapa saja tampak bersemangat karena hari yang begitu cerah.


Berbeda sekali dengan Febri yang tampak murung dan khawatir. Kehilangan Safa seperti membuat dunianya runtuh apalagi anak yang sedang di kandung Safa adalah seseorang yang Febri harapkan selama ini.


"Kemana kamu membawa anak ku Fa ? dimana kamu sekarang ?" gumam Febri.


"Sayaangg" Desi duduk di sisi ranjang sambil memeluk sang suami dari belakang.


"Kamu gak kerja hari ini ? udah lama loh kamu gak kerja" tanya Desi.


"Kerja Des, aku ingin menyibukkan diri supaya tak terlalu memikirkan Safa dan anak ku"


"Ya sudah sana siap-siap !! kamu mandi terus aku siapkan pakaian nya. Setelah itu kita sarapan bareng, aku udah masak makanan kesukaan kamu"


Febri mengangguk, ia melepaskan kedua tangan istrinya yang masih melingkar di perutnya, Setelah itu ia berdiri tanpa menoleh sedikitpun kearah Desi.


"Kenapa aku ngerasa Mas Febri berubah ya ?" gumam Desi.


"Ah bodoh amat yang penting dia gak bakalan bagi cintanya ke wanita lain"


Dengan langkah yang riang Desi menyiapkan pakaian sang suami, ia bernyanyi dengan gembira tanpa menghiraukan kalau suaminya sedang di landa kesedihan.


"Mas aku tunggu di bawa ya ! pakaian kerja udah aku siapkan" teriak Desi.


*********


Hari ini keadaan Safa semakin membaik, ia sudah meminta pada Orlando untuk bertanya pada dokter kapan ia di perbolehkan pulang. Dan dokter mengatakan Safa bisa pulang soreh nanti.


"Alhamdulillah aku bisa pulang Ndo, aku udah gak betah di sini" ucap Safa.

__ADS_1


"Memangnya kamu mau kemana, mau buru-buru pulang ? ini bukan indonesia loh Fa"


"Iya juga sih, tapi kan ada kamu, jadi aku akan minta kamu buat nemenin aku jalan-jalan".


"Gak mau ah, aku banyak kerjaan"


"Iiihhhh" Safa menarik telinga Orlando "Kamu jahat ya sama aku Ndo"


"Ampuun Fa, ampuun" Teriak Orlando.


Saat keduanya sedang asik bercanda tiba-tiba pintu ruangan terbuka membuat keduanya langsung terdiam, apalagi melihat tatapan dari Aroon dan Gita.


"Kalian lagi ngapain sih ? Orlando kamu apakan Safa ?" tanya Gita.


"Eh" Orlando menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "Kami gak ngapa-ngapain Mom, itu Safa katanya pulang nanti mau jalan-jalan"


Tatapan Gita beralih pada Safa "Kamu udah boleh pulang Fa ?"


"Iya Tante nanti soreh, Alhamdulillah keadaan ku udah membaik"


"Syukurlah kalau begitu, tenang aja nanti kalau Safa mau jalan-jalan biar sama Tante aja, Tante akan temenin kamu sepuasnya" ucap Gita dengan girang.


"Orlando" tiba-tiba Aroon memanggil putranya.


"Iya Dad ada apa ?" tanya Orlando.


"Hari ini kau ikut Dady ke perusahaan ! karena ada kerjaan"


"Tapi bagaimana dengan Safa Dad ? aku kan harus jagaian Safa"


Mendengar ucapan Orlando membuat Safa menunduk malu, bisa-bisa alasan Orlando karena dirinya. Padahal ia dan Orlando bukan siapa-siapa.


"Lah kan ada Momy Ndo, Momy bisa kok jagain Safa dengan baik, bahkan sebaik kamu lagi" sahut Gita.


"Tapi Mom..."


"Udah jangan banyak tapi-tapi, pokoknya hari ini kau ikut Dady ke perusahaan" suara tegas Aroon.


"Aku kan baik-baik aja Ndo, jadi gak perlu di jaga, kamu bantuin Om aja ya !" sahut Safa kemudian.


"Aiiissstt, Safa kenapa ngomong gitu sih, kalau begini kan aku gak bisa nolak" gerutu Orlando dalam hati.


---

__ADS_1


...LIKE DAN KOMEN...


...ADD FAVORIT...


__ADS_2