Cinta Istri Simpanan

Cinta Istri Simpanan
Episode 21


__ADS_3

"Jawab Mas ? siapa perempuan yang kau sembunyikan di rumah itu ?" kembali Desi bertanya, kali ini lebih tegas lagi.


"Sayang dari mana kamu tau semua ini ?"


"Tidak perlu kamu tau Mas aku tau dari mana, yang jelas tolong jelaskan semuanya padaku !!"


Situasi yang sangat membingungkan bagi Febri, jika ia mengatakan kejujuran pada Desi, ia takut keselamatan Safa akan terancam. Apalagi saat ini Safa sedang hamil muda dan sangat membutuhkan perhatian ekstra darinya.


Dan jika Desi tau kalau Safa adalah istri keduanya, otomatis Desi akan marah dan menganggap kalau Safa adalah perusak rumah tangganya. Padahal kisahnya dan Safa adalah kesalahan mutlak dari Febri.


"Kenapa diam terus Mas ? ayo jelaskan semuanya !" pinta Desi lagi.


"Ok akan mas jelaskan !"


Febri menjelaskan semuanya, di mulai dari waktu ia bertemu dengan Safa di malam itu, karena rasa kasihan Febri akhirnya menolong Safa, dan membiarkan Safa tinggal sementara waktu di rumah lama mereka.


Tentu saja Febri belum mengatakan kejujuran nya, ia masih menyimpan rahasia terbesarnya kalau saat ini ia dan Safa sudah menikah secara sirih. Ada banyak hal yang Febri takutkan jika Desi tau semuanya.


"Tapi kenapa kamu gak cerita sama aku Mas ? kenapa kamu rahasiakan semua ini sama aku ?" tanya Desi dengan suara lirih.


Tangan Febri terulur, ia mengelus rambut panjang sang istri dengan lembut "Maaf Sayang, mas hanya tidak ingin kamu marah dan berpikiran yang tidak-tidak tentang Mas"


"Lalu kenapa sampai sekarang wanita itu masih tinggal disana ? kenapa gak pulang kerumahnya ?"


"Dia di usir oleh ibunya karena terhasut dengan Ayah tiri Safa, dia bingung mau tinggal dimana,. Ayah kandungnya sudah meninggal dunia. Tapi Mas akan ngomong sama dia kalau kamu gak suka dia tinggal di rumah itu"


"Bukan aku gak suka Mas, aku hanya takut kamu berpaling dariku"


Degup jantung Febri terus berpacu dengan kuat, setiap mendengar kata-kata Desi tentang perselingkuhan. Mungkin saat ini Febri masih bisa menutupi setiap kesalahan nya namun entah kedepan nya.


"Lebih baik aku mencarikan Safa tempat tinggal yang baru, yang kawasan nya lebih aman untuk dia" batin Febri kembali merencanakan sesuatu.


Mungkin itulah yang terbaik, Febri mencarikan tempat tinggal baru untuk Safa, karena kalau Safa terus tinggal disana Keselamatan Safa akan terancam dan takutnya Desi datang kerumah itu.


"Maaf ya Mas tadi aku ganggu kerja kamu, habisnya aku marah karena kan selama ini aku gak pernah tau kalau rumah lama kita di tempati sama orang, perempuan lagi"


Febri menatap istrinya sambil tersenyum "iya Sayang mas paham kok"


Desi memeluk suaminya dengan erat, ia memang sangat mencintai Febri, banyak perjuangan yang telah mereka lalui bersama, dan sampai kapanpun Desi tidak akan rela jika Febri ada wanita lain.


"Aku sayang banget sama kamu Mas, aku gak mau kehilangan kamu"

__ADS_1


"Sama Mas juga sayang sekali sama kamu"


"Mas gak kerja lagi ?" tanya Desi


"Males lah, izin aja hari ini"


Desi terkekeh, ia kembali mengeratkan pelukannya, begitupun dengan Febri yang membalas memeluk istrinya.


Andai saja jika keluarga mereka di karuniahi seorang anak mungkin kebahagiaan akan selalu menghampiri mereka, dan mungkin saja Febri tidak akan terpincut dengan Safa.


"Kekamar yuk Mas !" bisik Desi dengan suara sensual.


"Kenapa, kamu akan memuaskan Mas hari ini ?"


"Iya, sebagai bentuk permintaan maafku"


Segera Febri mengangkat tubuh Desi dan membawanya kekamar.


------


Hari sudah menjelang siang, Safa baru saja selesai mandi. Menjadi wanita hamil ternyata menguras tenaga juga. Karena mengalami mual dan muntah dan belum lagi semenjak hamil Safa menjadi mageran dan kalau makan pilih-pilih.


Disana Safa membuka tudung saji, ada 3 jenis sayur yang sudah siap di santap. Safa tersenyum sambil menatap sayur matang itu.


"Apakah kamu menyayangiku Mas ? atau kamu hanya menyayangi anak di kandunganku ?" gumam Safa.


Kembali Safa menutup tudung saji dan berjalan kearah lemari untuk melihat susu apa yang di belikan oleh Febri. Dan senyum Safa kembali mengembang mana kala seluruh jenis susu khusus untuk ibu hamil sudah tersusu rapih disana.


"Banyak banget susunya, mas Febri apa mau buka minimarket disini"


Tangan Safa terulur dan mengambil satu kotak susu dan membawanya, tak lupa ia mengambil gelas untuk membuat Susu.


"Mungkin sudah saat nya aku menerima anak ini, lagian banyak kok yang masih muda sudah menjadi ibu"


"Benar kata Mas Febri dia gak salah, dia suci tanpa dosa, yang salah aku dan Mas Febri"


"Maaf kan Bunda nak ! maaf kemaren Bunda gak mau nerima kamu dan berencana mau melenyapkan kamu"


Segelas susu sudah selesai di seduh. Safa membawanya ke maja makan dan meminumnya disana. Untuk saat ini Safa masih tak menginginkan untuk makan nasi karena membayangkan nya saja sudah membuat Safa mual.


"Enak juga susunya, gak amis dan gak bikin eneg"

__ADS_1


--------


Selesai melakukan kegiatan panas mereka Desi tidur dengan sangat nyenyak, mungkin karena lelah. Seperti itulah Desi jika sudah melakukan hubungan suamin istri dengan Febri.


Febri akan selalu membuatnya tak berdaya seperti ini, tapi Desi suka dan selalu merasa kurang dengan permaianan Febri.


Sementara sang istri tertidur Febri mengirimi Safa pesan, ia ingin memastikan kalau istri keduanya itu baik-baik saja.


"Lagi apa Fa ? sudah makan belum ?"


Pesan singkat itu sudah terkirim namun tak kunjung ada jawaban dari Safa, hingga Febri kesal dan tak bisa melakukan apapun , sebab kalau mau menelfon Safa ia takut Desi akan tau dan akan menyebabkan pertengkaran lagi.


Namun kekesalan Febri tak berlangsung lama, karena akhirnya Safa membalas pesan singkat itu.


"Habis minum susu" balas Safa lengkap dengan foto gelas yang masih berisi ¼ lagi.


"☺️bagus dong, gimana masih mual gak ?"


"Masih, makanya gak mau makan nasi"


"Tidak apa-apa kalau gak mau makan nasi, yang penting minum susunya, nanti mual dan muntahnya ilang kalau udah 4 bulanan"


"Lama sekali Mas, kenapa gak sekarang"


"😁😁😁 ya gak bisa dong sayang, memang menjadi ibu hamil itu gak mudah"


Febri senyum-senyum sendiri setiap membaca dan mengirim pesan, ia tak tau kalau sang istri sudah bangun dan memperhatikan dirinya.


"Kamu SMS an sama siapa Mas ? kenapa senyum-senyum terus ?" tanya Desi heran.


"Eh, kamu sudah bangun" Jawab Febri terkejut. "Biasa di grup Dek, sama bapak-bapak 2 itu"


Desi mengangguk ia tau 2 bapak-bapak yang di sebutkan Febri adalah Yohan dan Ardi.


---


...LIKE DAN KOMEN...


...ADD FAVORIT...


...KASIH HADIA (BUNGA/KOPI)...

__ADS_1


__ADS_2