Cinta Istri Simpanan

Cinta Istri Simpanan
Episode 90


__ADS_3

Febri menatap tajam kearah Safa dan Orlando, ia tak terima dengan semua keputusan ini, padahal semalam ia baru saja merangkai semua keinginan nya yang akan kembali meminang perempuan yang bernama lengkap Alsafa Margareth itu...


Namun sayang seribu sayang, harapannya terhempas begitu saja, karena pagi ini Febri baru saja menerima sebuah kenyataan yang teramat pahit.


"Fa please kembali sama Mas ! Kita arungi rumah tangga kita dan mulai semuanya dari nol" ucap Febri mengiba.


"Maafkan aku Mas, aku tidak bisa hubungan kita dulu di landasi dengan keterpaksaan, dan sekarang aku berhak memilih dengan siapa aku akan menjalin rumah tanggaku" jawaban Safa kembali menyayat perasaan nya. Febri menunduk demi menyembunyikan kesedihan yang kian mendera.


"Lalu bagaimana dengan Arnold Fa ? bahkan ia belum mengenal aku sama sekali. Begitu kejam nya dirimu sebagai seorang wanita Fa"


"Aku berjanji Mas dalam waktu dekat ini aku akan mengenalkan Arnold sama Mas, dan Orlando akan membantu.. Ketahuilah Mas, Ando bisa membujuk Arnold"


Mendengar nama Orlando di sebut membuat gemuruh amarah didada Febri memuncak. Ia kembali menegakkan kepalanya lalu menatap Safa dan Orlando bergantian.


"Apa anda tidak bisa mencari perempuan single sampai harus merebut Safa dariku ?" tanya Febri pada Orlando.


"Saya tidak bisa menjelaskan semuanya, tapi rasa cinta dan sayang itu tumbuh begitu saja" balas Orlando dengan enteng.


Praaaangggggg.


Febri melempar gelas yang berada di atas meja nakas ke arah Orlando, beruntung Orlando langsung bergeser sehingga ia tak menerima lemparan Febri.


"Cukup Mas jangan main kekerasan ! aku kesini datang baik-baik dan aku ingin di antara kita tak ada permusuhan" bentak Safa yang kesal dengan sikap Febri.


"Bagaimana bisa kamu berkata seperti itu Safa ? aku menunggumu selama bertahun-tahun dan kamu mala mau bersama dengan laki-laki ini"


"Mas aku pergi juga karena kesalahan Mas, jadi tolong ikhlaskan semuanya ! aku yakin Mas juga akan mendapatkan yang terbaik"


Febri menggeleng "Yang Mas inginkan hanya kamu Fa !!"


"Mending bahas ini lain kali saja ! ingat Febri baru saja sembuh dan seharusnya kamu jangan bahas ini dulu Fa ! kamu gak kasihan dengan kondisi Febri" sahut Ardi yang dari tadi diam saja.


Ardi mendekat ia duduk di ranjang samping Febri "Maaf kalau aku ikut campur, tapi di sini kamu salah Fa, seharusnya kamu lihat kondisi dulu kalau mau menolak Febri. Dia baru saja mengalami musibah" sambung Ardi lagi.


"Hei siapa anda yang bisa menyalahkan Safa ?" tanya Orlando kesal.


"Saya memang bukan siapa-siapa disini saya hanya sahabat Febri, tapi melihat tindakan kalian berdua terutama Safa saya juga ikut kesal dan marah" jawab Ardi.


Safa diam, cairan bening sudah membendung anak sungai di pelupuk matanya, benar kata Ardi harusnya ia jangan dulu bahas masalah ini. Febri baru saja mengalami kecelakaan dan keadaannya belum terlalu pulih.


Tapi jika Safa tak membicarakan semua sekarang ia juga takut kalau Febri akan beranggapan lebih lagi, padahal Safa sudah memantapkan hatinya untuk Orlando.


Entahlah apa pilihannya salah sekarang ??


Mendadak Safa di buat bingung lagi, padahal semalam ia baru saja merasa bahagia setelah resmi menjalin hubungan dengan Orlando.

__ADS_1


Genggaman tangan Orlando membuat Safa menoleh "Yuk pulang !" ajak Orlando.


"Lepaskan tanganmu baj*ngan" bentak Febri tak terima saat tangan Safa di genggam oleh Orlando.


Orlando tak menjawab ia juga tak melepaskan genggaman nya seperti yang Febri minta.


"Ayo pulang !" kembali Orlando mengajak Safa.


"Tapi....."


Tanpa menjawab lagi Orlando langsung menarik tangan Safa untuk meninggalkan ruangan Febri, dan itu semua membuat amarah Febri benar-benar memuncak, ia mengeraskan otot-ototo tangannya.


"Baj*ngan"


"Brengs*k"


Umpatan demi umpatan keluar dari mulut Febri.


"Gue gak terima semua ini Ar ! gue gak terima"


"Iya gue ngerti, semoga Safa akan beruba pikiran"


"Apapun akan gue lakukan Ar supaya Safa kembali sama gue"


Ardi menepuk bahu Febri guna memberi kekuatan, ia tahu apa yang Febri rasakan sekarang.


Di perjalanan pulang Safa terus diam, sampai akhirnya Orlando menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang terlihat sepi pengendara.


"Kamu mikirin apa Fa ? apa omongan Febri tadi ?" tanya Orlando dengan lembut.


"Iya Ndo, padahal semalam aku berharap Mas Febri akan mengerti semua ini ! tapi nyatanya ...."


"Sudah jangan terlalu di pikirkan kita hadapi semuanya sama-sama ! kita perjuangan hubungan kita sama-sama"


Safa menatap wajah Orlando laki-laki itu begitu tampan saat di pandang lebih dekat seperti ini.


"Kamu cinta kan sama aku ?" tanya Orlando


"Iya Ndo"


"Sayang kan sama aku ?"


"Iya"


"Jadi jangan takut kan semuanya, aku akan berjuang untuk hubungan kita, dan aku akan lakukan apa saja untuk membahagiakan kamu"

__ADS_1


Safa memeluk tubuh Orlando dengan erat, ia bersyukur bisa di pertemukan dengan laki-laki sebaik Orlando, andai dulu Orlando tak menolongnya mungkin saat ini ia sudah tak ada lagi di dunia ini.


"Mau jalan-jalan kemana ?" tanya Orlando.


"Memangnya kamu gak kerja ?"


"Hei aku ini bosnya, jadi terserah aku dong mau kerja atau enggak, lagian enggak kerja sehari aja uang ku gak akan habis" jawab Orlando dengan sombongnya.


"Dasar...." Safa kembali memberikan cubitan, kali ini di pinggang Orlando sehingga menyebabkan laki-laki itu mengerang kesakitan.


"Mending pulang aja, nanti kalau Arnold tau kita jalan-jalan dia pasti bakalan marah" ajak Safa kemudian.


"Siap nyonya !"


Orlando kembali menjalankan mobilnya, hingga tak berapa lama mereka sudah tiba di rumah. Safa melihat sang Ibu sedang menyapu halaman namun tak ada Arnold disana.


"Lo bu Arnold mana ?" tanya Safa.


"Ada di dalam Fa, sana masuk aja ini bentar lagi selesai."


"Ibu jangan capek-capek Lo ! entar sakit" ucap Orlando memberi perhatian.


"Iya Nak Ando"


Safa dan Orlando masuk duluan, mereka duduk di ruang tamu sembari menemani Arnold bermain. Beberapa saat kemudian Wina menyusul.


"Bagaimana Fa apa tanggapan Febri tadi ?" tanya Wina yang begitu penasaran.


"Mas Febri marah Bu, dia gak terima dengan keputusan Safa !"


"Kalau menurut Ibu mending kalian langsung nikah saja ! jadi Orlando bisa jagain kamu dan Arnold 24 jam. Soalnya ibu takut kalau Febri akan melakukan hal buruk"


Safa melirik kearah Orlando.


"Kalau saya tersera Safa saja Bu, kalau aku sih siap-siap aja" jawab Orlando mantap.


"Menikah itu apa Bunda ?" tanya Arnold yang dari tadi menyimak pembicaraan 3 orang dewasa itu.


"Menikah itu adalah menyatukan dua insan, seperti Papa Ndo dan Bunda.. Jadi kalau mereka sudah menikah Papa Ndo bisa tinggal satu rumah dengan Arnold" jelas Wina kemudian.


"Ya sudah menikah saja Bun, supaya Papa Ndo bisa tinggal disini"


 


...LIKE DAN KOMEN...

__ADS_1


...ADD FAVORIT...


...RATE BINTANG LIMA...


__ADS_2