Cinta Istri Simpanan

Cinta Istri Simpanan
Episode 50


__ADS_3

Setelah di kabari oleh Orlando bahwa Safa telah sadarkan diri. Dengan cepat Aroon dan Gita menuju rumah sakit.


Safa menyambut kedua orang tua Orlando dengan senyum ramah, ia tahu kalau mereka berdua adalah Momy dan Dady Orlando karena sebelumnya Orlando sudah memberi tahu Safa kalau kedua orang tuanya akan kerumah sakit.


"Safa Om, Tante" ucap Safa dengan lembut.


"Saya Gita dan ini suami saya Aroon, kamu bisa memanggil kami Om dan Tante. Kami adalah orang tua Orlando"


"Iya Tante"


"Benar kata Ando kalau dia cantik sekali, apalagi kalau sedang tersenyum" sahut Aroon memuji Safa.


Safa melirik kearah Orlando sementara yang di lirik hanya memasang wajah tak peduli.


"Iya Dad, Safa memang cantik seperti Momy saat gadis dulu kan ?" Gita pun ikut memuji.


"Pasti dong."


Entah kenapa ada perasaan nyaman yang Safa rasakan saat mendengar obrolan dan candaan dari kedua orang tua Orlando, ia seolah berada di dekat keluarganya hingga Safa merasa rindu dengan Ayah dan ibunya.


"Mulai sekarang kamu tinggal bersama kami, kamu jangan sungkan anggap saja kami adalah kedua orang tua kamu" Gita duduk di samping ranjang Safa, ia mengelus rambut Safa yang panjang.


"Tapi Tante apa gak sebaiknya aku cari kontrakan saja, dan cari pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan ku, aku gak enak karena merepotkan kalian" balas Safa.


"Kamu mau kerja apa Fa dengan kondisi hamil besar seperti ini ? udah nurut aja, lagian kedua orang tuaku adalah orang baik kok mereka tidak akan menganiaya kamu" sahut Orlando.


"Tapi Ndo...."


"Dengan keadaan kamu yang hamil besar seperti ini akan sangat susah mencari pekerjaan Nak ! Kamu jangan sungkan dengan kami" Aroon pun ikut menyahuti.


Entah bagaimana lagi caranya Safa mengucapkan terima kasih pada Orlando, laki-laki itu sudah sangat membantunya dari dulu, dan sekarang kedua orang tuanya juga sangat baik pada Safa, padahal mereka baru saja bertemu.


Safa hanya bisa mengucapkan terima kasih beribu kali, ia berjanji akan membalas kebaikan keluarga Orlando suatu hari nanti.


"Kamu sudah makan belum Fa ?" tanya Gita.


"Sudah Tante"


"Nanti kalau laper lagi langsung bilang ya sama Ando, ibu hamil itu harus banyak makan yang bergizi supaya bayi nya sehat, entar Tante beliin susu ibu hamil" ucap Gita dengan tulus.


"Terima kasih sebelumnya Tan, maaf kalau aku merepotkan Tante dan Om"


"Tidak sama sekali Fa, Tante mala senang kalau kamu mau tinggal sama kami, soalnya Tante sering sendiri di rumah, Dua laki-laki itu hanya sibuk dengan pekerjaan nya" Gita tampak cemberut saat mengatakan itu.

__ADS_1


"Makanya aku bawa Safa kesini Mom, buat nemenin Momy di rumah" sahut Orlando yang kini duduk di Sofa bersama Aroon.


*********


Di Indonesia.


Mendatangi rumah Wina seperti buang-buang waktu bagi Febri karena ia tak menemukan apa-apa mengenai keberadaan Safa. Dengan langkah yang lesu Febri masuk kedalam rumahnya, raut kesedihan nampak sekali di wajahnya.


"Assalamualaikum" Ucap Febri dengan suara lirih.


"Waalaikumsalam" Sahut Desi dengan cepat.


"Bagaimana Mas, apa Safa udah pulang ?" tanya Desi pura-pura khawatir.


Febri menggelengkan kepalanya dengan pelan, rasanya ia sudah tak menemukan jalan lagi untuk mencari keberadaan Safa. Istrinya itu seperti di telan bumi karena menghilang tanpa jejak.


Febri duduk di sofa sambil beberapa kali menghela nafas panjang, sementara Desi pergi kedapur untuk membuatkan suaminya itu Teh hangat.


"Minum dulu Mas, supaya pikiran nya tenang" ucap Desi.


Febri mendongakan kepalanya ia menatap kearah Desi dengan pandangan yang sulit di artikan.


Dengan gerakan cepat Febri mengambil gelas itu lalu melemparnya ke lantai hingga menyebabkan gelas itu hancur berkeping-keping. Desi terkejut dengan perbuatan suaminya.


"Mas kamu apa-apaan sih, kok main banting gitu aja ?" bentak Desi tak terima dengan kelakuan sang suami.


"Tapi gak gini juga Mas, aku tau kamu sedih karena Safa hilang, tapi coba kamu pikirkan apa di luar sana Safa memikirkan kamu Mas"


Febri menoleh "Apa maksud kamu ?"


"Ya mungkin saja dia menghilang dan pergi bersama laki-laki lain" ucap Desi dengan enteng.


"Gak mungkin itu, Safa bukanlah orang seperti itu, aku yakin dia pergi karena marah sama aku"


Desi mencibir kearah Febri, ia kira dengan hilangnya Safa , suaminya itu akan kembali perhatian padanya namun ternyata Febri terus mengingat dan membahas Safa.


"Ada atau tidak nya Safa, Mas Febri masih saja ingat sama dia, aku harus cari cara supaya nama Safa hilang dari ingatan Mas Febri" ucap Desi dalam hati.


Febri berdiri, ia meninggalkan sang istri sendiri dan masuk kedalam kamarnya, sudah seminggu ini Febri tak pernah fokus bekerja, bahkan jika ia tetap memaksakan untuk bekerja maka pekerjaannya akan buruk semua.


Desi hanya menatap kepergian sang suami, lalu memanggil Bi Ritah untuk membereskan pecahan gelas yang baru saja Febri pecahkan.


********

__ADS_1


"Tante sama Om mau pamit dulu ya ! kalau ada apa-apa langsung kabari" ucap Gita pada Safa.


"Iya Tante, hati-hati di jalan !"


"Ando, jaga Safa dengan baik" Aroon memanggil putranya.


"Siap Dad"


Setelah kepergian Aroon dan Gita,. Orlando langsung mendekat dan duduk di samping ranjang Safa.


"Sekarang kamu istirahat lagi biar cepat sembuh dan pulang kerumah" titah Orlando.


"Tapi aku belum ngantuk Ndo"


"Nanti aku bikin ngantuk tenang aja"


"Gimana caranya ?" tanya Safa dengan heran.


"Aku nyanyiin lagu Nina bobo mau ?"


Safa terkekeh, ia mencubit lengan Orlando sehingga membuat laki-laki itu meringis kesakitan tapi tetap saja sambil tertawa.


Orlando senang karena bisa melihat Safa tertawa lagi, ia sudah merindukan momen ini, semenjak Safa koma selama seminggu, Orlando merasa harinya sepi walaupun ia selalu bertemu dengan Safa tiap hari bahkan tiap malam.


"Ndo"


"Hmmmm"


"Mas Febri tau gak kalau kamu bawa aku kesini ?"


"Ya enggak lah Fa, kalau dia tau otomatis laki tua itu sudah menyusul kesini, gimana sih" jawab Orlando sedikit kesal karena Safa menanyakan Febri.


"Kira-kira dia nyariin aku gak ya Ndo ? dia khawatir gak ya aku gak ada di apartemen ?"


"Enggak tau Fa, aku kan gak dekat sama suami kamu. Lagian ngapain sih kamu inget dia terus, dia kan selalu nyakitin kamu"


Safa terdiam, walau suaminya selalu nyakitin dia tapi bagaimanapun rasa cinta dan sayang itu masih ada di hati Safa, apalagi anak yang ia kandung sekarang adalah darah daging Febri.


"Kamu mau kemana Ndo ?" tanya Safa melihat Orlando hendak pergi.


"Keluar bentar" jawab Orlando singkat.


---

__ADS_1


...LIKE DAN KOMEN...


...ADD FAVORIT...


__ADS_2