
Hari ini entah mau kemana tujuan Safa, tapi ia melangkahkan kakinya keluar dari Apartemen, rasanya Safa ingin pergi ke makan sang Ayah untuk menenangkan hati dan pikirannya. Lagian sudah lama juga ia tak kesana.
Safa sudah memesan taksi online, ia pun segera masuk kedalam mobil karena sudah di tunggu.
"Ke Pemakaman umum ya Pak !" ucap Safa
"Baik Dek"
Safa menatap keluar jendela, sesekali ia menghela nafas panjang, hubungan ini sangat rumit dan semakin membuatnya sakit. Kesalahan terbesar Safa adalah kenapa hatinya bisa menyukai Febri, padahal dari awal ia sudah mewanti-wanti untuk tidak jatuh cinta sama Febri.
Namun kenyataan nya semakin hari rasa itu semakin hadir di hatinya, dan semua ini malah membuat Safa semakin tertekan.
"Sakit banget ternyata mencintai laki-laki yang sudah menjadi suami orang" gumam Safa.
Tidak berapa lama Safa sudah sampai di sebuah pemakaman umum, di tempat inilah sang Ayah di makamkan dan menjadi rumah terakhirnya.
Safa duduk di salah satu pusara yang bertuliskan nama sang Ayah. Air mata Safa begitu deras menetes membasahi pipinya.
"Ayah..... Safa kangen..." ucapnya dengan bibir bergetar.
"Ayah tau gak kalau Safa sudah melakukan kesalahan besar..Safa menjadi orang ketiga dalam rumah tangga orang Yah.. Bodoh kan Safa ??"
"Tapi ini bukan keinginan Safa Yah !! ini sebuah kecelakaan. Kalau Safa bisa memilih Safa juga gak mau menjadi orang ketiga"
"Benar kata Ayah, jadi orang ketiga itu gak enak, karena akan selalu di nomor duakan"
Kepala Safa menunduk, rasa sesak didadanya semakin terasa. Isakan tangis yang memilukan terus menggema.
"Safa bingung Yah harus bagaimana, ibu sudah tak peduli lagi dengan Safa"
Pedih dan sangat memilukan kehidupan yang di rasakan Safa.
Tak jauh dari tempat Safa berada ada Orlando yang sedang menatap Safa dengan kebingungan. Laki-laki itu sedang ziarah kemakam oma nya, Karena sejak datang ke Indonesia lagi Orlando belum pernah datang kesini.
"Safa kemakam siapa ya ?"
Orlando bisa mengenali Safa karena melihat warna baju Safa, dan gaya rambut. Memang Orlando memiliki daya ingat yang kuat.
"Mending aku samperin aja deh. Sepertinya dia sedang menangis"
Sebelum pergi Orlando pamit dulu dengan Oma, barulah ia mendekati Safa.
"Fa ..." panggil Orlando.
Mendengar ada yang memanggil Safa mendongak, ia terkejut saat melihat Orlando ada di pemakaman juga.
"Kenapa kamu ada disini ? kamu ngikutin aku ya ?" tanya Safa langsung.
__ADS_1
Orlando tertawa "Hei, aku kesini Ziara kemakam Oma ku, jangan ge'er dulu deh.. !!!"
Safa menunduk malu, "Maaf !"
"Ok tidak apa-apa. Hmmm kamu sendiri sedang kemakam siapa ?"
"Ayahku !! aku kangen sama dia" jawab Safa.
Orlando membaca nama di batu nisan itu, setelahnya ia kembali menatap kearah Safa.
"Sudah selesai belum ziara nya ?" tanya Orlando.
"Kenapa memangnya ?"
"Aku mau ngajakin pulang bareng, kamu sendirian kan kesini ?"
"Aku belum mau pulang, aku mau jalan-jalan dulu"
"Ya sudah yuk aku temenin !"
...🍀🍀🍀🍀🍀...
Hari sudah menjelang sore, Febri sebenarnya ingin mengunjungi Safa dulu sebelum pulang kerumah. Tapi ternyata Desi sudah menelpon untuk menyuruhnya pulang cepat.
Akhirnya mau tak mau Febri mengirimi Safa pesan singkat.
"Maaf ya Fa, malam ini Mas tak bisa menemani mu, dan kamu harus tidur di Apartemen sendiri lagi, Dan jangan hubungin Mas ya nanti malam soalnya Mas mau makan malam sama Desi"
Febri menjalankan mobilnya menembus kepadatan sore ini.
...🍀🍀🍀🍀...
Safa tersenyum palsu saat membaca pesan dari suaminya, saat ini ia dan Orlando sedang berada di taman karena sejak tadi ia tak ingin pulang dan Orlando juga mau menemaninya.
"Kamu kenapa ? kok senyum-senyum seperti itu ?" tanya Orlando heran.
Safa menjawab dengan gelengan kepala, tentu ia tak akan menceritakan kalau barusan Febri mengiriminya pesan seperti itu.
"Dari suami kamu ya ?" tanya Orlando seakan mengerti semuanya.
"Kok kamu tau ?"
"Ya cuma nebak aja, tapi benar kan kalau itu suami kamu ?"
"Iya, tadi dari suamiku"
"Kenapa dia nyuruh kamu pulang ya ?"
__ADS_1
"Enggak, dia hanya ngabarin kalau dia gak pulang lagi malam ini, banyak kerjaan katanya"
"Oh" Orlando menganggukan kepalanya, walau sebenarnya ia masih bingung dengan rumah tangga yang Safa jalani.
"Eh,, aku dosa gak sih kalau duduk berduaan dengan istri orang kek gini ?" tanya Orlando dengan nada bercanda.
"Dosalah, aku aja kek nya dosa udah punya suami tapi berduaan sama kamu" balas Safa
Safa memang sadar kalau tak seharusnya ia berduaan dengan Orlando seperti ini disaat ia sudah menikah, tapi bagaimana lagi Febri tak selalu ada di dekatnya, dan bahkan Febri lebih memilih makan malam berdua dengan Desi dari pada memperhatikan Safa yang tengah mengandung.
"Sebelum pulang makan malam dulu yuk di kafe, aku punya rekomendasi tempat makan paling enak loh, mau gak ?"
Safa berpikir sejenak, tak ada salahnya juga kan kalau ia makan malam berdua dengan Orlando malam ini, lagian Febri juga tidak akan datang ke apartemen kok.
"Iya aku mau"
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Di sebuah kafe yang cukup ramai pengunjung, ada Desi dan Febri yang sedang makan malam berdua disana. Pasanga suami istri itu terlihat sangat romantis apalagi saat Febri menyuapi Desi dan membersihkan sisa makanan yang menempel di bibirnya.
Begitupun dengan Desi yang memperlakukan Febri dengan cara yang sama.
"Enak ya Mas makanan disini"
"Iya, kamu memang paling pintar dalam memilih tempat makan yang enak dan juga romantis seperti ini"
Tanpa mereka sadari, sedari tadi ada sepasang mata yang sudah membentuk anak sungai sedang menatap kearah mereka.
Safa benar-benar tak menyangka kalau ia akan bertemu dengan sang suami, apa ini yang di katakan ucapan langsung terwujud. Karena tadi pagi ia menginginkan bertemu dengan Desi. Dan sekarang semuanya terjadi di depan matanya ada wanita cantik nan elegan sedang bermesraan dengan suaminya.
"*Pantas kalau kamu lebih mentingin dia Mas, karena dia lebih baik dariku"
"Kalau memang seperti ini, kenapa kamu harus menikahi ku dan menginginkan anak ini bertahan padahal rumah tanggamu sudah sangat bahagia*"
"Safa kamu kenapa ?" tanya Orlando
"Enggak, aku mau pulang aja"
"Lah kita kan baru sampai, pesan makan aja belum"
"Aku mau pulang Orlando, kalau kamu mau makan disini sendiri aja, karena aku udah gak laper"
Walau heran dengan sikap Safa tapi tetap saja Orlando menuruti keinginan Safa. Padahal saat hendak masuk tadi Safa terlihat sangat bahagia.
...LIKE DAN KOMEN...
__ADS_1
...ADD FAVORIT...
...KASIH HADIA (BUNGA/KOPI)...