
Tanpa sepengetahuan Febri, saat ini Desi sudah tiba di Solo, perempuan itu memang sengaja tak mengabari sang suami karena ia ingin mencari tau kebenaran tentang suaminya.
Sesampai di rumah, Desi langsung masuk. Penjaga rumah dan Bi Rita menjadi terkejut melihat sang nyonya sudah di rumah. Padahal setau mereka Desi akan pulang beberapa hari lagi.
"Mas Febri kemana Bi ?" tanya Desi pada Bi Ratih.
Bi Ratih terlihat menunduk dengan perasaan takut "Anu bu.. Emmm Bapak...."
"Katakan saja Bi !! kemana suami ku ?"
"Bapak gak pulang semenjak ibu ke Bali, dia pergi tepat di hari ibu juga pergi"
"Jadi selama aku pergi, Mas Febri gak pernah pulang kerumah ?" tanya Desi dengan emosi.
"I---ya Bu"
"Kurang ajar kamu Mas, kemana kamu selama aku di Bali ?" ucap Desi dalam hati.
Tanpa bertanya lagi Desi langsung naik ke kamarnya, ia mengecek pakaian Febri dan memang ada beberapa pakaian Febri yang tidak ada.
"Apa jangan-jangan Mas Febri menginap di rumah lama ?" tanya Desi pada diri sendiri.
"Mending aku kesana saja"
************
Setelah mengantar sang istri ke apartemen, Febri kembali ke mall dan menuju toko perhiasan. Ia ingin membelikan sesuatu untuk Safa.
Febri ingin menebus kesalahan nya dan ingin membuat Safa bahagia.
"Saya cari perhiasan yang model baru di toko ini !" ucap Febri langsung.
"Baik Pak tunggu sebentar saya ambilkan"
Karyawan toko mengambil kan perhiasan yang di inginkan oleh Febri, setelah mendapatkan nya ia menyerahkan pada Febri.
Febri memperhatikan perhiasan itu dengan seksama, modelnya begitu manis dan akan sangat cocok jika di pakai oleh Safa.
"Ini akan sangat pas jika di pakai oleh Safa, dia kan kulitnya putih"
Febri sudah mengu lum senyumnya saat membayangkan betapa bahagianya Safa ketika ia menyerahkan perhiasan itu. Safa pasti akan bahagia sekali.
"Bungkus yang ini ya ! dan ini kartunya" ucap Febri sembari menyerahkan kartu dan perhiasan kepada pegawai tokoh.
"Baik Pak, mohon di tunggu sebentar"
Tidak berapa lama karyawan toko sudah selesai melakukan tugasnya. Febri pun langsung pergi dan langsung pulang ke Apartemen.
*********
Sementara itu, Desi baru saja tiba di rumah lamanya, ia menatap sekitar dan tak ada tanda-tanda kehidupan di rumah itu. Namun Desi tetap memasuki rumah lamanya.
__ADS_1
"Kayaknya Mas Febri gak nginap di sini deh, lampunya aja gak ada yang nyala" gumam Desi kemudian.
Desi menghidupkan lampu ruang tamu sehingga ruangan yang awalnya gelap gulita kini menjadi terang benderang. Desi kembali meneliti ruangan itu, ia menuju dapur dan melihat kulkas yang masih tersambung ke listrik. Mungkin lupa di lepas.
"Astaga ini sayurannya masih banyak" Desi menganga saat pintu kulkas ia buka. Masih banyak sayuran yang ia temukan disana.
Akan tetapi bukan itu saja yang membuat Desi terkejut, karena selain itu ada lagi barang yang kali ini membuat degup jantung Desi berdetak kencang. Sebuah kotak susu khusus untuk ibu hamil ia temukan di kotak sampah.
"Punya siapa ini ? kenapa ada disini ?"
"Bukankah kata Mas Febri wanita yang dulu ia tolong belum menikah ? lalu kenapa ada susu ibu hamil disini ?"
Tak berapa lama Desi menutup mulutnya sendiri "Atau jangan-jangan perempuan yang ada di foto bersama Mas Febri itu, dialah wanita yang tinggal disini"
*********
Febri baru saja tiba di apartemen, ia menyebunyikan kotak perhiasannya ke belakang punggungnya. Setelah pintu apartemen di buka oleh Safa, Febri hanya menebar ssnyum.
Akan tetapi Safa tak peduli dengan senyuman suaminya itu, Safa langsung nyelonong masuk lagi.
"Fa, kamu kenapa lagi ?" teriak Febri.
"Enggak papa Mas" balas Safa.
Febri menyusul Safa, ia mencengkram pergelangan tangan Safa sehingga Safa menoleh kearahnya.
"Mas punya sesuatu untuk kamu Fa ?"
"Apa itu ?"
Safa tersenyum paksa kearah sang suami.
"Senyum yang tulus sayang, jangan terpaksa seperti itu !" ucap Febri.
"Iya-iya" Safa kembali menebar senyum, kali ini dengan senyum ketulusan membuat Febri ikut membalas senyum istrinya.
"Sekarang tutup matanya !!"
"Iihhh, kenapa harus di tutup segala sih Mas ? udah ah cepetan !"
"Tutup dulu sayang ! please gak lama kok"
Safa menurut ia menutup matanya, setelah memastikan bahwa sang istri benar-benar menutup matanya Febri langsung berjongkok dan membuka kotak segi empat berwarna merah itu, dimana di dalamnya ada sebuah perhiasan yang cukup mewah.
"Sekarang buka matanya !!" pinta Febri.
Safa membuka matanya dengan pelan, ia menunduk dan terkejut melihat kelakuan Febri.
"Mas, kamu ngapain ?"
"Ini buat kamu Sayang ! Tadi Mas Pergi karena mau beliin kamu ini"
__ADS_1
Perasaan bahagia begitu besar Safa rasakan. Selama ini ia begitu berharap suaminya melakukan hal-hal romantis seperti ini, dan kali ini keinginan nya terkabul.
"Jadi ini buat aku Mas ?" tanya Safa
"Iya Sayang, ini buat kamu ! maafkan Mas ya jika selama ini Mas gak pernah bahagiakan kamu, Mas selalu nyakitin kamu dan selalu menomor duakan kamu. Tapi percayalah Mas sayang sama kamu Fa" ucap Febri dengan tulus.
Febri berdiri dan mulai memasangkan sebuah kalung ke leher Safa.
"Cantik sekali, sangat cocok di gunakan oleh wanita secantik kamu" ucap Febri
"Makasih Mas, makasih atas semua ini"
"Sama-sama Sayang ! Mas sayang sama kamu, mas Cinta sama kamu"
Safa memeluk sang suami dengan erat begitupun dengan Febri
"Aku juga cinta sama kamu Mas, aku juga sayang sama kamu"
Saat keduanya sedang berpelukan dengan perasaan bahagia, tiba-tiba terdengar suara bell berbunyi. Febri melepaskan pelukannya.
"Siapa ya, apa kamu ada tamu sayang ?" tanya Febri.
"Enggak Mas, aku gak pernah nerima tamu selama tinggal disini. Coba cek dulu siapa tamu teman-teman Mas"
"Ya sudah yuk kedepan, Tapi gak mungkin kalau itu teman-teman Mas"
"Apa itu Orlando ya ? tapi kok tumben dia bertamu ?" batin Safa.
Febri dan Safa langsung menuju pintu, segera Febri membukakan pintu dan langsung terkejut saat melihat ada Desi di hadapan nya.
"De--si" ucap Febri terbata-bata.
"Ternyata ini yang kamu lakukan Mas di belakang aku ? kamu selingkuhin aku ?" teriak Desi dengan amarah memuncak saat melihat sang suami keluar bersama dengan perempuan lain yang ia lihat di foto yang di kirimkan Putri.
"Kamu kenapa udah pulang, bukannya kamu pulang minggu ?" tanya Febri lagi.
"Kenapa kalau aku pulang sekarang hah ?" bentak Desi lagi.
Safa bersembunyi di belakang Febri, ia begitu takut melihat Desi datang dengan marah-marah.
"Sini kau pelakor ! jangan bersembunyi di belakang tubuh suamiku !! " teriak Desi berusaha menarik tangan Safa namun di halangi Febri.
-----
...LIKE DAN KOMEN...
...ADD FAVORIT...
SEJAUH INI YANG LIKE MASIH DIKIT ðŸ˜ðŸ˜
YANG KLIK FAVORIT JUGA MASIH DIKIT ðŸ˜ðŸ˜
__ADS_1
AYO DONG KLIK LIKE DAN FAVORIT NYA ! SUPAYA NOVEL INI SESEKALI MASUK BERANDA. !
MAAF YA MAKSA !