Cinta Istri Simpanan

Cinta Istri Simpanan
Episode 65


__ADS_3

1 bulan kemudian, usia kandungan Safa sudah memasuki kelahiran, tinggal menunggu hari yang entah kapan itu akan tiba. Jika seandai nya Safa memilih Operasi persalinan Safa bisa di percepat.


Namun Safa tetap dengan keputusan awalnya yang ingin melahirkan secara normal.


"Persiapan untuk kelahiran kamu sudah siap semuanya Fa ?" tanya Orlando yang membuat Safa bosan mendengar pertanyaan serupa, karena hampir tiap hari Orlando akan bertanya seperti itu.


Semenjak dokter mengatakan kalau Safa akan melahirkan hanya tinggal menghitung hari, membuat Orlando menjadi lebih Posesif.


"Iya Ndo" jawab Safa malas.


Gita terkekeh "Safa nya bosan tuh kamu tanyain itu terus, Momy aja bosan dengarnya" sahut Gita kemudian.


"Akukan cuman ingin melakukan yang terbaik Mom, siapa tau Safa lupa kan"


"Dia akan selalu ingat Ndo, kan kamu tiap hari mengingatkan" Gita mengu lum senyumnya. Sikap Orlando yang seperti ini mengingat kan Gita pada sang suami saat ia akan melahirkan dulu.


"Mending kamu ajak Safa jalan-jalan biar gak kepikiran terus sama lahiran nya, jadi Safa bisa lebih rileks" sambung Gita lagi.


"Lah nanti kalau Safa lahiran di jalan gimana Mom ? ada-ada saja ngasih saran" gerutu Orlando kesal.


"Lahiran itu butuh prosen Orlando, bukan langsung keluar aja bayinya, nanti kalau Safa ngerasain mulas ya tinggal kamu bawa kerumah sakit, kan gampang"


Safa terkekeh mendengar perdebatan antara ibu dan anak itu, suasana seperti ini selalu membuatnya rindu dengan kedua orang tuanya.


"Kamu mau jalan-jalan Fa ?" kali ini Orlando bertanya pada Safa.


"Mau banget" jawab Safa cepat, wajah imutnya membuat Orlando gemas.


"Tapi nanti kalau tiba-tiba kamu ngerasain hal-hal aneh langsung bilang ya sama aku !"


"Siap bapak Orlando"


"Ya sudah yuk berangkat !"


Sebelum berangkat Safa mencium punggung tangan Gita dengn sopan, Gita banyak berpesa pada Safa untuk selalu hati-hati, dan kalau ada apa-apa Gita harap Safa langsung mengabarinya.


*********


Di Indonesia....


Di sebuah jeruji besi yang mana sekarang di huni oleh 4 perempuan dan dua orang itu adalah Desi dan Sara. Setiap hari akan selalu ada keributan yang membuat Desi dan Sara selalu kena marah oleh pihak kepolisian.


Seperti tadi pagi mereka baru saja berdebat karena Sara terus menyalahkan Desi karena masuk penjara seperti ini.

__ADS_1


"Pokoknya ini semua salah tante !"


"Heh, kamu sadar gak kalau ide itu adalah ide kamu juga, jadi kita berdua sama-sama salah !"


Sara mendelik kesal, hingga seorang polisi mendekat dan memanggil nama Sara kalau ada yang mau menemuinya. Sara terlihat sangat bahagia ia yakin kalau itu adalah sang Ayah.


"Aku pasti akan bebas" gumam Sara namun masih bisa di dengar oleh Desi.


"Mimpi..." balas Desi sewot.


"Sirik aja jadi orang"


"Heh, sudah-sudah, kalian ini ribut terus apa gak capek" sahut polisi itu dengan marah.


Sara keluar dari sel dan berjalan mengikuti polisi, benar saja yang akan menemuinya adalah sang Ayah, dengan cepat Sara berlari dan memeluk Ayahnya dengan erat.


"Ayah berhasil kan bujuk Ibu untuk membebasakan aku dari ini ? Sara udah gak betah Yah, disana panas gak ada AC, makan pun gak ada yang enak" ucap Sara


"Maafkan Ayah Nak, Ayah tidak berhasil membujuk ibu tiri kamu"


Sara melepaskan pelukannya, ia menatap wajah sang Ayah dengan seksama.


"Usaha lagi Yah ! Ibu itu akan sayang banget sama Ayah dia pasti mau melakukan itu"


"Ayah kira Tante Wina itu wanita bodoh, tapi ternyata dia sangat pintar, semua aset yang Ayah tanda tangani selama ini semuanya palsu, termasuk pas Ayah minta pemindahan harta, dokumen itu palsu Sara dan yang asli masih di simpan sama pengacara keluarga itu, dan semuanya atas nama Safa" jelas Endri lagi.


Sara tercengang mendengarnya, selama ini ia terlalu berbangga diri bisa merebut harta kekayaan milik keluarga Safa, namun nyatanya semuanya kosong, ia dan sang Ayah telah tertipu.


"Kurang ajar sekali Tante Wina karena telah menipu kita" geram Sara.


"Jadi Ayah kesini mau minta izin sama kamu, Ayah mau mengambil uang di rekening kamu untuk menyewa rumah dan memenuhi kebutuhan Ayah selama kamu di penjara"


"Ya sudah Ayah pakai aja uang itu, nanti kalau Sara sudah bebas Sara akan membalas kelakuan tante Wina, lihat saja nanti"


Endri mengangguk sembari tersenyum dalam hati, ia memang sudah bercerai dengan Wina makanya ia memanfaatkan Sara apalagi Endri tau kalau di rekening Sara ada uangnya.


"Ya sudah kamu baik-baik disini !! besok Ayah datang lagi" ucap Endri dengan lembut.


"Ayah, besok kalau kesini bawain aku makanan ya ! aku gak suka makanan disini"


"Baiklah besok Ayah bawain"


Sara mengangguk, ia menatap kepergian sang Ayah dengan pandangan nanar, perasaan nya bercampur aduk sekarang, di sisi lain ia kasihan dengan sang Ayah yang di usir dari rumah Wina, di sisi lain juga ia benci dengan Wina.

__ADS_1


"Awas aja kalau aku sudah bebas nanti, aku akan membalas semuanya !" batin Sara


********


Hari ini Orlando membawa Safa ke sebuah mall, awalnya mereka akan ke taman tapi Safa menolak, karena mendadak ia ingin berbelanja.


Saat memasuki mall terbesar disana, Safa merasakan ada yang aneh pada perutnya, keram dan kencang namun tak berapa lama hilang lagi, Safa kembali terlihat biasa saja ia tak ingin panik karena kata dokter harus selalu rileks.


"Kamu gak papa kan Fa ?" tanya Orlando sedikit khawatir karena Safa sering berhenti.


"Enggak Ndo, tadi tiba-tiba perutnya kencang gak tau kenapa"


"Jangan-jangan mau lahiran Fa" Orlando panik namun dengan cepat Safa menenangkan.


"Bukan kek nya Ndo, kemaren pagi aku juga ngerasain kok"


"Ya sudah yuk naik keatas, pakaian wanita ada di atas, tapi kalau tiba-tiba ngerasain lagi langsung katakan sama aku!"..


"Iya Ndo"


Saat menaiki eskalator, Safa kembali merasakan perutnya mulas luar biasa, di sertai dengan kencang hingga membuat wanita itu langsung terduduk saking tak tahan nya.


"Aaawwwwwww" Pekik Safa tertahan.


"Astaga Safa ! tuh kan gak usah jalan-jalan. Kalau lahiran disini gimana Fa"


"Jangan panik Ndo, aku gak papa kok., Mungkin ini kontraksi palsu"


"Tapi Fa ----"


"Udah ilang kok sekarang gak sakit lagi"


"Yakin ?"


"Iya Ndo"


Sedikit legah perasaan Orlando mendengarnya, namun ia akan tetap berjaga-jaga.


---


...LIKE DAN KOMEN...


...ADS FAVORIT...

__ADS_1


__ADS_2