
Mentari mulai menampakan sinarnya, malam sudah berganti dengan pagi, Desi sudah bangun lebih awal karena semalam ia kembali di datangi suara aneh itu dan sialnya hanya dia yang mendengar karena Febri tertidur pulas di sampingnya.
Suara itu membuat Desi tak bisa tidur lagi hingga pagi menjelang, inilah akhirnya ia bangun dengan lesu dan kepala yang sedikit pusing.
"Lebih baik aku izin dulu hari ini, karena aku yakin nanti siang aku bakalan di serang kantuk yang luar biasa" gumam Desi yang hendak melangkahkan kakinya kekamar mandi.
Namun baru saja ia akan mendorong pintu kamar mandi, suara ketokan pintu kamarnya terdengar di susul dengan suara Bi Rita yang memanggil. Dengan cepat Desi membukakan pintu karena ia yakin ini pasti ada paket lagi.
"Ada apa Bi ?" tanya Desi
"Ada tamu Bu, dia mencari Ibu dan Bapak" ucap Bi Rita.
"Tamu ? siapa Bi, kok bertamu pagi-pagi sekali ?"
"Saya juga tidak tau Bu, tapi dia nunggu di teras depan"
"Bikinin minuman dulu Bi, saya bangunin suami dan cuci muka dulu"
Bi Rita mengangguk kemudian berlalu pergi dari hadapan Desi. Sementara itu Desi kembali kekamarnya dan membangunkan sang suami.
"Mas bangun !" Desi menggoyangkan tubuh suaminya dengan pelan.
"Hmmmmmm"
"Bangun ada tamu di depan"
"Siapa ?" tanya Febri dengan suara serak khas bangun tidur.
"Aku juga gak tau makanya bangun dulu, kita temuin dia bareng-bareng"
Febri membuka matanya rasa kantuk masih saja menyerangnya padahal ia tak bergadang semalaman. Ia menatap sang istri dengan heran karena mendengar ada tamu di pagi buta seperti ini.
"Siapa sih, pagi-pagi kok udah datang" gerutu Febri.
"Paling ya Pak RT Mas, bentar aku cuci muka dulu baru kita temuian sama-sama"
Setelah Febri dan Desi selesai mencuci muka mereka berdua langsung keluar untuk menemui tamu, disana Desi di buat kaget dengan kehadiran Sara.
"Pagi Om, Tante" ucap Sara dengan ramah.
"Pagi, kamu siapa ya ?" tanya Febri heran pasalnya ia belum pernah bertemu dengan saudara tiri Safa.
__ADS_1
"Kenalin aku Sara, kakak tirinya Safa" jawab Sara dengan mengulurkan tangannya hendak bersalaman.
Febri menerima uluran tangan Sara, sementara Desi langsung bertanya-tanya kenapa Sara menemui dirinya dan sang suami sepagi ini.
Hingga ia ingat dengan ancaman Sara semalam, membuat wajah Desi langsung memucat seketika, ia takut Sara akan membocorkan semuanya pada sang suami.
"Mau apa kamu datang kesini ?" tanya Febri.
"Saya kesini mau bilang kalau Sa----" belum sempat Sara melanjutkan ucapan nya Desi langsung menutup mulut Sara menggunakan telapak tangannya, membuat Febri heran dengan kelakuan istrinya itu.
"Des kenapa di tutup sih dia mau bicara"
"Hehe, dia ada penting sama aku Mas, jadi kamu masuk aja kedalam"..
Sara berontak minta di lepaskan namun Desi membisikan sesuatu "Diamlah ! aku akan menuruti mu asal jangan bicara apapun pada suamiku"
"Desi lepaskan !" bentak Febri.
Desi melepaskan Sara, membuat Sara ngos-ngosan karena menahan nafas yang cukup lama.
"Tadi kamu mau bilang apa ?" tanya Febri pada Sara.
"Hehe enggak kok Om, saya kesini mau ketemu sama Tante Desi"
"Dia pernah berobat di klinik Mas dan yang melayaninya aku, makanya kami kenal, untuk yang lain nanti aku ceritakan, Mas lebih baik mandi sana kan Mas mau kerja" sahut Desi cepat
Karena tak ada yang mencurigakan Febri langsung masuk kedalam rumah, sementara Desi langsung menarik tangan Safa supaya menjauh dari rumahnya.
"Kamu ngapain sih datang kesini ?" tanya Desi kesal.
"Kan aku udah bilang kalau aku akan membongkar semuanya, bahkan aku sudah membawa foto-foto Tante, tinggal aku kasih lihat sama suami tante itu" jawab Sara enteng
"Sialan memang wanita ini" batin Desi.
"Makanya Tante jangan macam-macam sama aku !" Sara tersenyum kearah Desi.
"Ya sudah sana pergi, nanti aku transfer uangnya"
"Eetttss, saya gak mau nunggu lagi Tante harus transfer sekarang, kalau enggak aku tinggal manggil Om lagi dan menunjukan semuanya"
"Dasar kamu ya, berapa sih yang kamu minta ?"
__ADS_1
"Enggak banyak kok Tan, hanya 100 juta ?"
Mata Desi membulat dengan sempurna mendengar angka yang sangat fantastis itu "Kau gila ya ini namanya pemorotan" pekik Desi kaget.
"Ya Tante tinggal pilih aja, mau transfer aku uang segitu atau Tante masuk penjara dan di ceraikan sama suami Tante sama satu lagi Tante kehilangan pekerjaan Tante, karena mana ada seorang bidan tapi kelakuannya kaya tante"
Desi benar-benar tak punya pilihan lain lagi selain menuruti keinginan Sara, ia sebenarnya ada uang segitu tapi itu tabungan nya sama Febri selama ini, dan alasan apa yang harus Desi katakan pada Febri, karena otomatis Febri akan marah besar jika Desi menghabiskan uang sebanyak itu dengan cuma-cuma.
"Saya transfer setengahnya dulu, karena sisahnya itu di rekening atas nama suamiku" ucap Desi.
"Baikalah" Sara menyetujui semuanya.
Desi masuk kedalam rumahnya untuk mengambil ponsel karena dirinya tak membawa ponsel tadi.
Sementara Sara langsung tersenyum penuh kemenangan.
"Mudah sekali ternyata nakutin dia, padahal aku tak punya bukti apapun"
"Tapi biarlah yang penting aku liburan supaya hantunya Safa tak mengganggu aku lagi, capek aku gak bisa tidur terus tiap malam"
Sara langsung terdiam saat melihat Desi sudah kembali dengan membawa ponselnya, Desi terlihat mengetik sesuatu dan tak berapa lama terdengar notifikasi dari ponsel Sara bahwa rekeningnya sudah di isi dengan uang yang ia inginkan.
"Ok makasih ya Tante !, aku tunggu setengah nya" Sara hendak berlalu pergi tapi Desi langsung mencengkram tangan nya.
"Jangan pergi dulu, kau hapus dulu foto-fotonya !"
"Ya nanti dong Tante kalau pembayarannya sudah lunas, Tante tenang aja fotonya akan aku hapus semua kalau yang setengahnya sudah masuk ke rekenin aku"
Sara melenggang pergi dengan meninggalkan kekesalan di wajah Desi.
Desi menghentak-hentakan kakinya karena begitu kesal dan marah pada Sara, belum lagi ia sudah kehilangan uang sebanyak 50 juta yang selama ini ia kumpulkan dari hasil kerjanya, belum sempat Desi menikmati semua itu uang itu sudah lenyap tanpa bekas.
Desi masuk kedalam rumahnya dengan lesu, ia harus mencari alasan lain supaya suaminya mengizinkan untuk mengambil uang yang di inginkan untuk Sara. Untuk sekarang Desi menyesal karena telah percaya pada Sara.
"Awas aja aku juga akan mencari bukti untuk membuat uang ku kembali"
"Wanita itu harus membayar semuanya"
--
...LIKE DAN KOMEN...
__ADS_1
...ADD FAVORIT...