
"Astaghfirullah..."Ucapku
Betapa terkejutnya aku melihat WA di hp mas Riyan....Sebuah foto dan kata- kata manis di dalam nya...Tak terasa air mataku menetes...Ku banting hp suamiku di kasur....
"Bugggg..."
Mas Riyan terkejut sampai terbangun dari tidurnya..
"Sayang...Kamu Kenapa...Ada apa sih???"
"Kamu jahat mas..."Ucapku sambil berlalu meninggalkan suamiku yang nampak masih bingung...
Aku turun ke bawah...Menuju dapur...Ku lap air mataku agar tidak ketahuan oleh Mama...
"Sayang...kog sudah bangun..."Ucap Mama yang sedang menata masakan yang sudah matang ke dalam piring saji
"Iya Ma...Meira mau minum.. haus banget..."Ucapku berbohong
"Ohhh biar Mama ambilkan sebentar.."
"Tidak usah Ma...Meira bisa sendiri kogh.."
"Oh ya sudah..."
"Meira ke belakang dulu yah Ma.."Ucapku sambil membawa air putih segelas ke taman belakang..
Aku duduk di gazebo sambil memikirkan foto yang di kirim seseorang untuk suamiku itu...
Sedang di dapur...
"Sayang..."Ucap mas Riyan dengan terengah- engah
"Kamu kenapa Riyan???"Ucap Mama
"Mana Meira Ma.."
"Emmmm tadi dia bilang mau ke taman belakang...Emang ada apa sih Riyan??"
"Gak Ma... terima kasih yah Ma..."
Mas Riyan pergi menyusul ku...Dia menghampiriku yang sedang termenung duduk di gazebo...
"Sayang.."Ucapnya lirih sambil ikut duduk di sebelah ku
__ADS_1
Aku hanya menoleh sebentar lalu membuang muka...
"Sayang...Kamu kenapa ??? "
Aku hanya diam saja...
"Sayang jawab dong...Jangan hanya diam saja ..."
Aku ingin pergi meninggalkan mas Riyan tapi mas Riyan segera memegang tanganku...
"Sayang...Kamu kenapa sih???.."
"Aku mau ke kamar...Mau istirahat capek.."Ucapku
"Sayang...Jangan gini lah...jelasin dulu sama mas...Kamu kenapa...Apa mas punya salah sama kamu...Mas minta maaf sayang..."
"Sudahlah mas...Aku capek.."
Aku berlalu meninggalkan mas Riyan yang masih bingung...Karna sebenarnya dia belum membuka Hp nya sama sekali...Dia kaget karna tiba- tiba aku menangis dan pergi dari kamar...
Aku menghampiri Mama...yang sedang menata makanan di meja makan
"Sayang...Kamu mau kemana??? Ayo sini makan dulu...Ini sudah siap"Ucap Mama...
"Iya Ma..."
"Itu ada di belakang Ma..."
"Oh biar Mama panggil dulu..."
"Iya Ma..."
Aku duduk sambil terus memainkan sendok yang ada di pinggir tatakan piring...
Tak lama Denis datang membuyarkan lamunanku..
"Hay kak..."Ucapnya
"Hay Nis..."
"Kamu kenapa Mei...Kog kayaknya lagi murung.."
"Emhh gpp kog.."
__ADS_1
"Beneran???"
"Iya..."
Tak lama Mama dan mas Riyan datang...Mas Riyan duduk di sebelahku...Dia hanya menatap ku....
"Ayo sayang...Di makan ...Kamu harus banyak makan...Biar kamu dan bayi kamu sehat.."ucap Mama
"Iya Ma.."
"Sini biar mas ambilkan sayang..."Ucap mas Riyan mengambil piring yang ada di depanku
"Gak usah...Aku bisa sendiri..!!!!"Ucapku agak ketus...
"Ada apa dengan mereka?? Gak biasanya Meira bicara seketus itu sama Riyan..."Batin Mama yang kaget dengan gaya bicaraku..
"Ya sudah kalau begitu.."Ucap mas Riyan...
Aku mengambil piringku dan mengisinya dengan sayuran saja...Karna suasana hatiku sedang tidak enak...
"Sayang...kog makan sayuran saja...Kamu harus makan nasi ..Kasihan kan anak kita kalau gak di kasih makanan...."ucap mas Riyan
"Aku lagi gak mood makan nasi!!!"Ucapku ketus
"Sayang...Kamu jangan egois dong...Kasihan anak kita kalau kamu hanya makan itu saja...Biar mas ambilkan nasi nya yah.. "Ucap mas Riyan yang sudah siap dengan secentong nasi di tangannya
"Aku gak mau yah gak mau!!! Bisa gak sih mas gak maksa aku...Sudahlah aku mau ke kamar dulu... Permisi Ma...Meira mau ke kamar dulu saja.."Ucapku yang langsung pergi meninggalkan meja makan...
"Sayang...Jangan gitu dong...Mas kan hanya ingin menjaga kalian saja.."ucap mas Riyan sambil berdiri hendak mengikuti ku...Tapi Mama segera mencegahnya
"Riyan...Ada apa sih???...kenapa Meira sepertinya sangat marah sama kamu..."ucap Mama
"Aku juga gak tau Ma...Tiba- tiba dia bangun dan marah sama aku...Aku tanya gak di jawab...Aku bingung ini.."ucap mas Riyan
"Coba kamu ingat!! Apa kamu melakukan hal yang membuat mood nya seperti itu...Ingat nak... istri kamu itu lagi hamil...Hamil muda lagi...Dia gak boleh stres...Itu terlalu beresiko bagi janin dan ibunya juga..."Ucap Mama
"Iya Ma...Terus Riyan harus bagaimana Ma??? Riyan bingung sekali...Baru kali ini Meira semarah itu sama aku.."
"Coba kamu susul..ajak bicara baik- baik...ingat istri kamu lagi hamil...kamu harus extra dalam menjaga nya dan bayi kalian juga..."
"Emh...baik Ma.."
mas Riyan menyusul ku ke kamar...
__ADS_1