
Riyan sudah waktunya untuk pulang.... Sebenarnya dia berat meninggalkan kekasihnya itu dalam keadaan seperti ini... Tapi apalah daya... Dari kemaren Aldi sudah telpon kalau hari senin ada rapat dengan klien dari luar negeri.... Riyan membangunkan Denis untuk memanggil pak Rahmat agar dia bisa berpamitan... Denis pun mengetuk pintu kamar pak Rahmat dengan pelan dan memanggilnya juga...
"Pak... Pak Rahmat... "Ucap Denis
"Iya nak Sebentar... "Ucap bu Sumi mencoba membukakan pintu....
Saat pintu itu terbuka.... Bu Sumi nongol dengan hanya memakai daster dan rambutnya sedikit acak- acakan... Denis yang mengerti hanya tersenyum malu...
"Mungkin mereka sedang main kuda- kudaan hehehe" Pikir Denis dengan mesum
"Ada apa nak kog senyum- senyum sendiri... "Ucap bu Sumi membuyarkan pikiran nakal Denis
"Ehhh ini bu.... Pak Rahmat nya ada.???.. Kakak saya mau pulang hari ini... Dia mau berpamitan dengan pak Rahmat... "Ucap Denis
"Oalah mas Riyan mau pulang.... Maaf bapak baru saja tidur.... Kalau mas Riyan mau pulang bilang saja silahkan... Ati2 di jalan.... Maaf bapak dan ibu tidak bisa mengantar ke depan... Gitu yah nak Denis... "Ucap bu Sumi....
Terdengar dari dalam kamar pak Rahmat memanggil ibu Sumi lagi...
Denis hanya tersenyum dan mengangguk pelan tanda mengerti....
Denis pun berlalu meninggalkan dua insan yang lagi bercinta di sore yang sedikit mendung ini....
Dia kembali ke kakanya dan memberitahu kan kalau pak Rahmat sedang tidur...
"Oh yaudah dek.... Dek aku boleh titip ini... "Riyan menyodorkan coklat silver qin yang di beli sepulang dari balai desa tadi
"Ini untuk siapa kak... "Ucap Denis tersenyum...
"Ini untuk calon kakak ipar kamu....Tadi aku tidak sempat memberikannya... Tolong jaga dia... Dan awasin dia selalu... Kalau ada apa- apa beritahu aku secepat nya.. "Ucap Riyan
__ADS_1
"Siap bos.... Kakak gak mau pamitan sama dia... Biar aku telpon dia" Ucap Denis
"Gak usah dek.... Salam aja buat dia... Aku pergi dulu... Assalamualikum "
"Waalaikum salam... "
Riyan melangkah ke mobil dan menstater mobil meninggalkan desa itu....
Dia pulang tak tenang ... Karna masih memikirkan Meira yang terlihat sangat marah padanya...
Di rumah pak Rahmat
Aku mulai merasa lebih tenang sekarang.... Aku keluar kamar untuk membasuh mukaku itu agar tidak ada yang curiga.... Saat aku keluar... Denis mengahadang ku...
"Mei... Kamu kenapa? "Ucap Denis yang melihat mata sembamku
"Enggak kog Nis... Aku gpp... Aku mau ke kamar mandi dulu yah... "Aku buru- buru pergi agar Denis tidak bertanya macam- macam...
"Oh... Thanks Nis.... "
Aku berlalu meninggalkan Denis yang masih berfikir setelah melihat mataku yang sembam...
"Kenapa dia... Apa jangan- jangan dia berantem sama kak Riyan... Emmm bodoh ah... Mending lanjut tidur aja... "Gumam Denis
Aku membasuh mukaku dengan air agar mataku kembali normal.... Aku mengehela nafas panjang dan membuka coklat yang di belikan Riyan untukku... Aku lihat ada secarik kertas kecil diantara selempitan bungkus coklat itu.... Ku buka dan ku baca isinya...
"Sayang ... Maaf... Aku tadi tak sengaja menciummu... Aku tak bermaksud untuk itu... Aku tak pernah berfikir kamu cewek murahan kog... Kamu memang istimewa sayang... Kamu tak sama seperti wanita yang pernah aku temui... Kamu unik dan cantik.... Kamu sudah mampu membuatku menjadi manusia yang lebih baik lagi dari sebelumnya... Terima kasih sayangku.... Makanlah coklat ini agar bete kamu hilang... I love u Khumaira Andira Rahma.. ❤❤❤"
Aku tersenyum membaca surat itu... Ternyata dia sweet juga... Aku memakan secuil coklat itu yang membuatku lebih bahagia...
__ADS_1
"Terima kasih mas... "Ucapku lirih
Aku keluar kamar mandi dan kembali ke kamar...
Kulihat jam sudah menunjukkan pukul setengah 5.... Aku membangunkan teman- teman cewekku itu untuk sholat... Mereka bangun dan pergi ke kamar mandi secara bergantian....
Aku juga membangunkan teman- teman cowokku itu agar juga sholat
"Emmmmm nanti saja lah Mei.... Aku baru saja tidur"Ucap Denis menguap.... Memang dia baru saja terlelap
"Ohhhh gitu... Nanti kalau Allah tak membangunkan mu lagi gimana.... Apa kamu siap Nis "Ucapku menakutinya
"Ihhhhh jangan ngomong kayak gitu lah Mei.... Aku kan belum menikah Mei.... Belum tahu rasanya surga dunia... "Ucap Denis memulai khayalan mesumnya...
"Udah gak usah mikir mesum dulu... Sholat dulu sana... Nanti keburu waktunya habis lho.. "
"Siap bu nyai.... "Dia pun bangun di ikuti oleh yang lain.... Mereka mandi di toilet samping rumah pak Rahmat ... Dan sholat di mushollah di sekitar rumah pak Rahmat
Aku senang karna akhirnya rumah sepi.... Aku bisa membaca berkali-kali isi surat dari Riyan itu dan memakan coklatnya juga tanpa ada yang mengganggu...
.
.
.
.
Happy reading guys... Jangan lupa like komen dan vote juga.... Biar novel ini berkembang..... Jangan lupa jaga kesehatan di musim virus seperti ini.... Semoga kita semua sehat amin....
__ADS_1
Stay healty... Stay positive and stay tuned terus yah...
😘❤😊😘❤😊😍😘❤😊😍😘❤😊😍😘❤😊