
Semakin Hari.... Aldi sering menemuiku di rumah... Aku yang sebenarnya risih akan kedatangannya mencoba untuk menghindar...
Siang itu...
"Assalamualaikum Abi... Umi. "Ucapku
"Waalaikum salam.... Nak.... Sini Meira.... Nak Aldi mengunjungimu... Ayo beri salam... "Ucap Abi yang sedang ada di rumah...
"Eh... Assalamualaikum mas... "Ucapku melihat dan menangkupkan kedua tanganku...
"Waalaikum salam Meira.... "Ucap Aldi berdiri dari posisinya...
"Bi... Meira ke dalam dulu yah.... Meira sangat gerah... Hari ini cuacanya sangat panas di luar "
"Meira... Apa seperti itu Abi mengajarkanmu bersikap ketika ada seorang tamu yang datang untuk menemuimu... "Ucap Abi tegas...
"Emmmm maaf Abi... "Aku urungkan niatku untuk masuk dan ikut duduk di kursi singgle di sebelah Abi....
Umi datang membawa dua gelas diatas nampan... Yang satu sirup rasa jeruk... Dan yang satu teh hangat buat Abi...
"Lho kamu sudah pulang Mei... "Ucap Umi sambil terus berjalan membawa nampan berisi gelas itu...
"Iya mi... Barusan saja Meira pulang... "
"Oh.... Ini nak Aldi.... Silahkan di minum... Abi juga yah.. "Ucap Umi
Umi ikut duduk di sebelahku...
"Mi.... Apa es sirupnya masih ada... Aku haus sekali mi..."Ucapku berbisik...
"Iya... Umi letakkan di lemari es... Kamu ambil saja yah.."Ucap Umi...
"Maaf mas... Bi... Saya mau izin ke belakang dulu... Saya mau ambil minum... "Ucapku berdiri
"Iya Mei silahkan... "Ucap Aldi yang sedari tadi terperangah melihatku...
Aku segera pergi ke dapur... Mencari gelas dan mengambil sirup itu di dalam kulkas....
Glek... Glek... Glek...
__ADS_1
"Alhamdulillah... "Ucapku....
Serasa ada hujan yang mengguyur tenggorokanku yang sedari tadi kering karna kehausan...
Setelah kurasa cukup.... Aku kembali ke ruang tamu... Karna takut Abi marah... Kalau aku tak menemui Aldi...
"Kedatangan saya kemari... Saya ingin menanyakan waktu untuk melamar adik Meira... Sebaiknya kapan yah om... Tante... "
"Semua hari baik... Semua tanggal baik... Dan semua bulan juga baik nak... Apalagi kalau untuk hal yang baik... Sebaiknya di percepat... "Ucap Abi...
"Baik... Lah om... Saya akan segera bicara kepada papa dan mama saya... "
Aku mendengar itu langsung menghentikan langkahku... Aku sangat bingung.... Entah apa yang harus aku lakukan... Aku tidak mau orang lain yang menikahiku... Aku tak mau mengecewakan orang itu kalau dia tau aku sudah tak suci lagi... Aku tak mau sampai Abi dan Umi malu karna kesalahanku dulu....
Aku pergi ke kamar... Tanpa sepengetahuan Abi dan Umi ku... Ku tutup dan ku kunci kamarku... Rasanya hatiku sesak... Penuh dengan rasa bersalah... Andai malam itu tak terjadi padaku????Mungkin aku akan tenang dengan rencana ini...????
Aku menangis... Mengutuk diriku sendiri... Saat itu Riyan menelponku.... Aku diam saja tak merespon... Tapi Riyan terus menelponku... Sudah 50 panggilan tak terjawab yang berhasil mengusikku... Sebelum sampai 100 panggilan tak terjawab... Aku mengangkat panggilan ke 51 dari Riyan...
"Hallo assalamualaikum sayang... Kog lama banget sih gak di angkat... "
"........ …..... "Aku hanya diam tak menjawab... Hanya tangis lirih yang masih terjadi...
Aku menarik nafas... Agar aku lebih tenang...
"Waalaikum salam.... "Ucapku singkat
"Sayang... Kamu kenapa... Kamu sakit... Apa kamu sedang ada masalah... Ayo cerita sayang... "Ucap Riyan
"Hiks.... Hiks.... Hiks.... "Ucapku tambah tersedu- sedu
"Lho kog malah nangis.... Sayang.... Kamu kenapa sih... Jawab mas dong.... Jangan buat mas khawatir begini... "
"Aku gpp mas.... Aku ingin bicara sesuatu sama kamu.."
"Ya.. Ayo bicara... Itu yang sedari tadi mas tunggu... "
"Tapi aku ingin bicara langsung sama kamu... hiks... Hiks... Hiks... "
"Ya sudah.... Aku akan jemput kamu sekarang... Kamu ada dimana... "
__ADS_1
"Aku ada di rumah mas...."
"Ok aku akan jemput kamu di depan rumah... Kamu jangan menangis Meira sayang.... "
"Iya.... "
Aku segera menghapus air mataku.... Dan berjalan ke kamar mandi... Aku mandi mencoba melepaskan semua penat yang aku rasa... Setelah mandi... Aku segera ganti baju dan make up senatural mungkin.... Agar tidak terlihat pucat...
Aku turun... Dan kulihat Umi dan Abi yang sudah menatapku dengan tatapan sedikit kesal...
"Kamu dari mana saja Meira.... Abi kan sudah bilang kalau ada tamu jangan main masuk saja... Kasihan kan nak Aldi... "Ucap Abi dengan nada sedikit tinggi
"Maaf Bi.... Tadi Meira kebelet... Jadi Meira ke atas... Sekalian mandi... Karna sejujurnya Meira sangat gerah... "Ucapku menunduk karna tak mau Abi dan Umi melihat mata sembamku
"Terus sekarang kamu mau kemana... Kog sudah rapi... "Ucap Umi
"Ini Umi... Sekarang waktunya Meira mengajar ngaji... Meira sudah di tunggu sama ibu itu... Dari tadi beliau telpon... "Ucapku berbohong...
"Oh ya sudah hati- hati di jalan... "
"Iya... "
"Maaf Umi.... Abi.... Meira terpaksa berbohong... Semoga Meira di ampuni oleh Allah karna sudah membohongi kalian... "Batinku
Aku bergegas menyalami kedua tangan orang tuaku itu... Dan keluar dari rumah... Saat ku buka gerbang... Sudah kulihat mobil hitam mewah milik Riyan... Riyan turun dan mempersilahkan ku masuk.... Aku masuk dan Riyan langsung melajukan mobilnya....
.
.
.
.
.
Hay guys... Maaf yah lama up nya... Jangan bosan2 mampir ke novelku... Semoga suka... Jangan lupa tinggalkan like... Komen... Dan vote yang banyak... Biar kami tetap semangat dalam menulis dan berkarya...
Difaalifiandra
__ADS_1