
Di meja makan...
Sudah ada sayur asem... Nasi liwet dengan segala toping... Ada telur dadar... Macam- macam sambal... Dan pelengkapnya yaitu kerupuk...
Mama Ane menata semua makanan itu dengan sangat cantik...
"Sayang... Sini nak.... Ayo makan... Mama sudah menyiapkan masakan spesial buat kamu Meira.. "Ucap Mama Ane menuntunku ke arah meja makan...
"Iya ma... Terima kasih ya ma... Maaf kalau Meira tidak membantu mama... "Ucapku sambil memegang tangan mertuaku itu..
"Gpp sayang.... Sudah jangan di fikirkan.. Ayo duduk... "Ucap Mama Ane
Aku duduk di sebelah mas Riyan... Sedang mama Ane duduk di sampingku... Denis dan Zahra duduk di depan kami...
"Hay kak Meira ... Emmm yang sudah seger... "Goda Denis dengan senyum nakalnya...
"Apaan sih Nis... Kamu mah... "Ucapku malu
"Denis.... Jangan godain istri kakak yah... Awas kalau sampai Meira gak betah di sini.... Kamu yang akan kakak usir... Ingat itu!! "Ucap mas Riyan
Aku hanya tertawa melihat perseturuan adik kakak itu...
"Sudah mas... Kamu jangan gitu sama Denis... Diakan adik kamu..... "Ucapku sambil tersenyum
"Ihhh kak Meira baik banget sih... Aku jadi tambah sayang sama kakak.. "Ucap Denis kembali menggoda ku
Aku hanya tersenyum... Sedang mas Riyan mulai memasang mata tajam untuk adiknya itu...
"Sudah lah mas... Mas mau makan pakai lauk apa?? ... Biar aku layanin yah... "Ucapku berdiri mulai mengambil nasi..
"Aku mau pakek lauk telur... Udang balado... Sambal dan kerupuk sayang... "Ucap mas Riyan
Akupun dengan sigap mengambilkan semua lauk yang diinginkan suamiku itu
"Ini mas... "
"Makasih sayang... "
"Mama juga... Sini biar Meira ambilin... Mama mau lauk apa??? "Ucapku mengambil piring di hadapan mama dan mengisinya dengan nasi
"Emmm mama mau makan pake tahu... Sayur asem... Pete... Dan ayam goreng nak... "Ucap mama
__ADS_1
"Ok ma sebentar.... Ini ma... Silahkan makan... "Ucapku memberikan makanan yang mama minta
"Terima kasih nak... Ayo kamu juga ambil... Kita makan sama- sama.. "
"Iya ma... "
Saatnya aku untuk ambil makananku...
"Kak... Aku gak di ambilin juga... "Kata Denis...
Aku tersenyum dan mengambil piring Denis...
"Kamu mau makan pakai lauk apa Nis... "Ucapku lembut...
"Dasar manja... Udah biarin Mei... Dia sudah besar.. Dia sudah bisa kog ambil apa yang dia mau makan... Kamu mulai makan saja.. "Ucap mas Riyan sewot
"Mas... Gpp lah... Cumak ambilin makanan doang kog... Gak sampek minta suapin... Sudah yah.. "
"Kalau kak Meira mau menyuapiku... Aku gak keberatan kog kak hahhaha... "Ucap Denis
"Enak saja kamu... Kakak yang suaminya aja gak di suapin... Kamu malah minta di suapin... "Ucap mas Riyan tambah sewot...
"Sudah... Sudah... Maaf ya sayang... Mereka memang seperti itu... Jadi kamu jangan kaget yah nak... "Ucap mama Ane
"Nak... Kamu jangan bersedih... Mulai sekarang kami semua ini keluarga kamu Meira .... Jangan bersedih yah... Ayo makan.. "Ucap mama Ane lembut...
"Iya ma... "
"Sayang... Kami semua sangat menyayangi mu... Terutama aku sayang... Aku sangat mencintai dan sangat menyayangi mu... Kamu harus selalu ingat itu yah "Ucap mas Riyan yang menatapku penuh dengan cinta...
Aku hanya mengangguk dan tersenyum
"Iya kak... Jangan sedih lagi yah... mending kita makan... Masakan mama enak lho... "Ucap Denis
"Iya... Ehh mbak Zahra mau diambilin juga gak makanan nya.. "Ucapku
"Tidak usah mbak Meira... Aku ambil sendiri saja... "
"Oh ok lah kalau begitu... "
"Sayang... Sekarang dia itu adik sepupu kamu... Jadi kamu panggil Zahra saja... Gak usah pake mbak... "
"Emmmm... Iya mas... "
__ADS_1
Kami menikmati makanan itu ... makanan yang sangat lezat... Mama Ane memang sangat pandai memasak...
Selesai makan...
Mama Ane mau membersihkan meja makan... Tapi aku larang...
"Sudah ma... Biar Meira saja... Mama duduk saja yah... "
"Biar saja nona... Biar saya saja... "Ucap bi Yam..
"Sudah bik... Ayo aku bantu... Biar cepet selesai... "Ucapku sambil membawa piring kotor itu ke dapur
Aku mencuci piringnya... Sedang bi Yam membersihkan meja makan...
Tiba- tiba...
Ada tangan yang melingkar di pinggangku...
"Sayang.... "Ucap mas Riyan yang memelukku dari belakang
"Mas.... Lepasin mas... Ini di dapur... Nanti kalau tiba- tiba ada yang datang gimana??? "Ucapku mencoba melepas pelukannya
"Sayang... Mas cuma mau membantu mu... Apa tidak boleh??"
"Gak usah mas... Ini sudah selesai... Lepas mas... Malu kalau ada yang tau... "
"Emmmm iya deh... Mas tunggu kamu di kamar yah... "Ucap mas Riyan berbisik di telingaku...
Aku hanya diam tak menjawab... Rasanya sangat geli di telingaku... Diapun berlalu meninggalkan dapur itu... Tak lama bik Yam datang...
"Sudah nona... Biar bibik yang teruskan... Nona di panggil sama mas Riyan "Ucapnya sambil tersenyum... Karna pada saat mas Riyan memelukku tadi Sebenarnya bik Yam mau ke dapur... Tapi melihat adegan itu dia balik dan menunggu di luar... Pada saat mas Riyan pergi dari dapur... Mas Riyan memberi perintah untuk memanggil ku...
"Kenapa bik... Kog senyum- senyum sendiri.. "
"Gpp non... Nona di panggil mas Riyan... Katanya nona di tunggu di kamar... "Ucapnya yang terus saja tersenyum
Aku hanya tercengang mendengar perkataan bik Yam...
"Ihhh awas kamu mas... Bisa- bisanya kamu membuatku malu seperti ini.. "Ucapku dalam hati
"Ya sudah bik... Terima kasih ya... "Ucapku sambil meninggalkan bik Yam yang masih senyum- senyum sendiri...
Difaalifiandra
__ADS_1