Cinta Karena Dosa

Cinta Karena Dosa
Episode 87


__ADS_3

Malam ini adalah malam terakhir kami di London karna besok kami harus pulang ke Indonesia...


Di kamar hotel... Kami baru saja selesai melaksanakan kewajiban kami... Aku membereskan sajadah dan mukenahku di bantu oleh mas Riyan...


"Sayangku... "Ucap mas Riyan di sela melipat sajadah


"Iya mas... Ada apa?? "Ucap ku


"Emmmm habis ini kamu siap- siap yah...Mas mau ngajak kamu keluar... "Ucap mas Riyan


"Emang mau kemana mas?? "


"Sudah kamu tinggal ikut tanpa harus bertanya yah sayang... "


"Emmm baik lah... Aku ganti baju dulu yah mas.. "


"Ok sayang.. "


Aku berlalu sambil membawa sajadah dan mukenahku... Aku menaruh nya di dalam koper...


15 menit berlalu.. Aku memakai baju warna coklat dan pakai celana warna putih... Aku duduk di meja rias memoles bedak dan sedikit lipstik di bibirku...Aku memasang hijabku sedemikian rupa.. Terakhir aku semprot parfum kesukaanku..


"Emmmm Cantik sekali sih bidadari ku ini... Harum lagi..."Ucap mas Riyan memelukku dari belakang


"Mas... Jangan gitu ah.. Meira kan jadi malu... "


"Malu kenapa sayang?? Mas kan bicara jujur... "


"Emmmm... Mas juga tampan.. "Ucapku sambil mengelus pipi suamiku yang tersandar di bahuku...


"Sini dong kiss dulu.. "Ucap mas Riyan melonggarkan pelukannya


Akupun berbalik badan... Aku berjinjit memberi kecupan mesra di bibir suamiku itu.. Terlihat dia hanya tersenyum Sambil menatap mataku ...


"Sayang terima kasih yah.. "


"Terima kasih buat apa mas.. "

__ADS_1


"Terima kasih untuk semuanya... Semua pengorbanan yang sudah kamu lakukan untuk mas dan kehidupan mas... Gara- gara mas kamu harus berpisah dengan keluargamu... Tapi kamu tenang saja sayang... Mas akan berusaha membuatmu bahagia Walau bagaimana pun caranya.. "


Aku hanya diam tak terasa air mata ku menetes.. Kupeluk erat tubuh suamiku itu sambil sesekali ku cecap harum tubuh mas Riyan...


"Aku juga terima kasih yah mas... Kamu sudah memberi ku kebahagiaan.... Walau aku belum bisa berkumpul bersama Keluargaku karna pernikahan ini... Aku akan selalu berdoa.. Semoga Allah memberi jalan untuk kita agar bisa meluluhkan hati ke dua orang tuaku... Amin.. "Ucapku


"Iya sayang.. Amin... Mas akan berusaha membuat orang tua mu yakin kepada mas... Kalau mas bisa menjadi menantu yang terbaik buat Abi dan Umi... "


"Ya sudah ayo berangkat... Besok kan kita harus pulang ke Indonesia... Mas mau mengajak mu ke suatu tempat.. Tapi kamu harus tutup mata dulu yah... "


"Lho kog pake tutup mata segala sih mas... Emang kita mau kemana sih.. "


"Ada dech... Ini surprise buat kamu... Mau yah sayang.. "


"Iya tapi jangan di sini mas... Nanti di mobil saja yah.. Aku malu dilihatin sama orang- orang hotel kalau harus pakai tutup mata dari kamar.. "


"Oh yasudah di mobil saja... Ayo keluar sayang.. "


Kami berjalan saling berpegangan tangan menuruni gedung menggunakan lift...


Ting... Lift pun terbuka kami keluar hotel.. Di depan sudah ada pak Rahmat yang sudah stay dari tadi


"Ohh ok tuan... Terima kasih.. Kalau ada apa- apa tuan bisa hubungi saya.. "Ucap pak Rahmat


"Sure... Thank you pak Rahmat.. "


"You're welcome sir.. "


Pak Rahmat pergi... Mas Riyan membukakan pintu depan buat aku


"Silahkan masuk bidadariku.. "Ucap mas Riyan mengelungkan tangannya


"Terima kasih sayang... "Ucapku menyambut tangan mas Riyan


Mas Riyan berputar arah dan masuk ke mobil...


"Emmm kamu pakai dulu yah penutup matanya... Sini biar mas yang pasang.. "

__ADS_1


"Emmm baiklah.. "


Mas Riyan memasang penutup mata itu dengan lembut..


"Selesai.. Kita berangkat yah sayang... Bismillahirrohmanirrohim.. "


Mas Riyan melajukan mobil sedikit ngebut... Aku hanya duduk diam menikmati deru angin malam yang dingin... Untung aku sudah memakai jaket dan syal membuat tubuhku hangat...


Setelah hampir 20 menit.... Mas Riyan berhenti


"Apa sudah sampai mas.. "Ucapku


"Iya sayang... Sebentar mas akan bukakan pintu untuk bidadariku ini.. "


Mas Riyan keluar dan membuka pintu untukku dia menggandeng tanganku dan menuntunku..


"Hati- hati sayang...


"Iya mas... "


Mas Riyan menghentikan langkahnya


"Kamu sudah siap kan sayangku... "


"Iya mas... "


Mas Riyan membuka penutup mataku... Aku mengerjap sebentar mataku untuk membeningkan penglihatanku..


"Masyaallah.... "


"Kamu suka kan sayang... "


Aku hanya mengangguk pelan...


Di depanku ada sebuah danau kecil yang bertabur dengan lampu - lampu kecil... Di sekeliling danau itu juga banyak sekali bunga - bunga beraneka ragam yang di rangkai sangat cantik ... Di sana ada sebuah meja dan dua kursi bertahtakan bunga mawar kesukaanku... Dan di pinggir danau tersebut ada sebuah lampu LED bertuliskan namaku MEIRA...


"Ayo kesana... "Ucap mas Riyan memeluk pinggangku

__ADS_1


Aku hanya menurut saja.. Aku masih sangat terkejut dengan apa yang ada di depanku... Sungguh indah dan super romantis....


__ADS_2