
Sangat lama mas Riyan memeluk putri kecilnya itu...Dia masih berharap agar putrinya itu bisa bergerak dan menangis layaknya bayi sehat saat baru keluar dari rahim Mamanya...
"Nak...Sudah jangan menangis saja ..Ikhlaskan nak...Biar anak kamu bisa tenang di surga sana..."Ucap Mama tak tega melihat kepiluan yang terlintas di depan matanya itu..
"Aku hanya ingin memuaskan batinku Ma...Karna hanya hari ini aku bisa melihatnya...Aku benar-benar tidak tahu betapa hancurkan perasaan Meira saat tahu anak kita meninggal...Aku harus bagaimana Ma???"Ucap mas Riyan terisak kembali
Mama cuma diam...Dia juga tak mampu menjawab pertanyaan anaknya itu...Dia juga berfikir bagaimana saat Meira bangun dan menanyakan anaknya...Apa yang akan di jawabnya...
"Sudah nak...Nanti kita jelaskan secara perlahan-lahan yah sama Meira...Apa kamu sudah memberitahu mertua mu tentang kejadian ini???"
"Jujur aku tak berani Ma...Aku sangat takut Abi dan Umi akan kembali membenciku setelah tahu kejadian ini...."
"Walau bagaimanapun kamu harus memberi tahu mereka nak...Mereka orang tua kandung istri kamu...Walau nanti mereka mencaci makimu .... Kamu harus tetap kuat dan tegar nak..."
"Emmmm Baik Ma..."
"Ya sudah ayo kita meninggal kan ruangan ini...Masih ada Meira yang harus kamu perhatikan juga nak..."
"Iya Ma.... Sebentar..."
Mas Riyan menciumi pipi putri kecilnya itu...
"Kamu bahagia di sana yah sayang...Mama...Papa... Oma...Opa... Dan Om Denis sangat mencintai mu....Mungkin ini yang terbaik untuk mu sayang..." Ucap mas Riyan mencoba untuk mengikhlaskan kepergian anaknya itu...
__ADS_1
Di letakkan nya bayi kecilnya itu diatas box bayi...Dia masih saja melihatnya...
Tapi saat mas Riyan akan pergi...Dia melihat mata anaknya itu berkedip sebentar...Mas Riyan menangkis kehaluannya...
"Apa tadi??? Apa dia berkedip..."Batin mas Riyan
"Ahhhh gak mungkin..."Ucap mas Riyan
"Apanya yang gak mungkin Riyan???"
"Ini Ma tadi Riyan melihat matanya berkedip..."
"Masak sih Riyan..."
"Iya Ma...."
"Iya mungkin Ma.Ya sudah ayo Ma..."
Saat satu langkah kaki mas Riyan pergi...Bayi mungil itu menangis kencang....Seakan ada yang mencubitnya...Mas Riyan dan Mama segera berbalik...Dia melihat tubuh mungil yang tadi dingin dan sudah membiru kini menjadi hangat dan merah layaknya bayi yang baru saja lahir...
"Ma!!!!...Anak Riyan hidup Ma...Dia hidup Ma!!!!...Cepat panggil dokter Ma!!!!!"Teriak mas Riyan
"Iya nak...Mama panggil dokter dulu..."
__ADS_1
Mas Riyan segera memeluk erat tubuh mungil itu... Sedang Mama nya berlari untuk memanggil dokter Yuni
"Dok...Cepat cucu saya hidup lagi dok!!!"
"Maksud ibu apa??? Tidak mungkin...Tapi sebaiknya kita periksa dulu ..."
"Iya dok ayo cepat!!!!..."
Mama menarik tangan dokter Yuni ke ruang jenazah khusus untuk bayi...
Mas Riyan masih menggendong dan berusaha menenangkan anaknya itu...
Saat Mama dan dokter Yuni datang... Betapa terkejutnya dokter Yuni melihat keajaiban itu...
"Subhanallah...Ini kuasa Tuhan Pak...Ini keajaiban dari Allah... Sebentar saya periksa dulu yah.."Ucap dr. Yuni
"Iya Dok... Tolong di periksa dengan teliti..."Ucap mas Riyan
Dokter itu memeriksa dengan sangat teliti...Mulai dari detak jantuk...Denyut nadi... pernafasan dan sebagainya...
"Luar biasa...Ini baru pertama kali terjadi di rumah sakit ini...Semua normal pak...Selamat pak selamat...Anak bapak masih hidup..."Ucap dokter Yuni yang merasa takjub sampai- sampai air matanya meleleh...
"Alhamdulillah ya Allah Terima kasih atas mukjizat yang telah Engkau berikan kepadaku dan keluarga ku..."Ucap mas Riyan yang langsung bersujud syukur menadahkan tangannya...
__ADS_1
"Sekarang saya akan memindahkan anak bapak ke ruang inkubator agar anak bapak tetap hangat...Ayo pak "
"Baik dok..."