
Seminggu berlalu begitu cepat...
Rasa mual ku kerap muncul... Aku jadi suka marah sensitif dengan hal yang kecil... Aku juga susah makan dan malas melakukan aktifitas apapun... Rasanya aku hanya ingin tiduran sambil selonjoran kaki di kamar...
Pagi ini... Mas Riyan libur kerja... Dia menemaniku di atas ranjang sambil memainkan rambut panjangku...
"Mas... "Ucapku
"Iya sayang... Ada apa?? "
"Aku kog gak suka sama gaya rambut kamu yah... Kamu jadi kelihatan tua kalau gitu... "Ucapku
"Hah??? Masak sih sayang.. "Ucapnya
"Iya mas... Kamu potong rambut yah mas... "
"Kamu ingin mas potong rambut model apa sayang?? "
"Aku ingin kamu potong rambut kayak artis Korea itu lho mas.. "Ucapku
"Artis Korea siapa sayang??? Kamu ada- ada saja sih.. "Ucapnya sambil tersenyum
"Kog tersenyum... Aku beneran mas... Pokoknya nanti kamu harus potong rambut... Biar aku yang nentuin kamu di potong model apa... Ok mas... "
"Iya dech... Mas nurut saja... "
"Mas... Elusin perut aku dong... "
"Iya sayangku... Sini mas elus perutnya... "
Mas Riyan dengan lembut mengelus perut rataku itu... Entah akhir- akhir Ini aku suka sekali kalau mas Riyan mengelus dan mencium perutku...
"Sayang nanti ikut mas ke dr. Asti yah.. "
"Ngapain mas?? "
"Dr. Asti ingin bertemu kamu sayang... "
"Ok mas... Setelah itu kita ke barbershop yah... Aku mau milihin kamu gaya rambut yang aku mau mas.. "
"Siap sayangku... "
Tok... Tok... Tok...
__ADS_1
"Nak... Kalian sudah bangun kan??? "Ucap Mama di balik pintu kamar
"Sudah kog Ma... Sebentar... "Jawab mas Riyan
Mas Riyan bangun dan membuka pintu kamar...
"Riyan... Mama masuk yah mau lihat keadaan menantu Mama... Boleh kan?? "
"Boleh dong Ma... Ayo masuk.. "
Mama melenggang masuk ke dalam kamar kami... Aku yang tadinya berselonjor membenarkan posisi duduk ku...
"Sayang... Bagaimana keadaan kamu hari ini.. "Ucap Mama menghampiriku
"Alhamdulillah Ma...Maaf yah Ma.. Meira akhir- akhir ini tidak pernah membantu Mama di dapur.. "Ucapku
"Iya sayang... Gpp... Mama mengerti kog... "Ucapnya sambil tersenyum renyah
"Mama kenapa kog tersenyum gitu.. "Ucapku bingung
"Gpp sayang... Nanti kamu juga tahu sendiri... Oh ya kamu mau di masakin apa sama Mama... Kamu harus makan yang banyak lho... Biar sehat dua- duanya... "Ucap Mama sambil mengelus pelan perut ku
Sejujurnya aku tak tahu apa yang Mama maksud
"Sayang... Kog malah bengong... Jadi mau makan apa hari ini... "
"Emmmm terserah Mama saja dech... "
"Kog terserah sih nak... "
"Sebenarnya aku ingin makan hamburger Ma... "
"Hah??? Hamburger dimana pagi- pagi gini ada hamburger sayang... Nanti kalau pulang dari dokter kita cari yah... "Saut mas Riyan
"Riyan... Biar Mama buatin buat kamu yah sayang... Kamu tunggu dulu.. "
"Iya Ma... Maaf yah Ma jadi ngerepotin... "Ucapku tak enak hati
"Gpp kog sayang..."
Mama berlalu meninggalkan aku dan mas Riyan...
"Sayang... Mas mandi dulu yah... Nanti mas temenin kamu lagi di kasur.. "Ucap mas Riyan
__ADS_1
"Jangan mas... Aku lebih suka bau kamu yang seperti ini... Jangan mandi yah... Nanti saja.. "Rengekku
"Tapi sayang... Mas gerah banget... Lengket rasanya... Dan bau tau... Apa kamu gpp ngecium bau asem dari mas ini.. "Ucapnya sambil mengendus badannya
"Gpp mas... Bagi aku walau mas belum mandi tapi masih tetep wangi kog... Ayolah mas... Jangan mandi... Nanti saja yah.. "Rengekku lagi
"Hemmm ya sudahlah... Mas nurut saja... Sini mas pangku lagi... "
"Iya mas... "
Mas Riyan memangkuku seperti semula... Dia mengelus lembut perut rataku... Entah dia sekarang mulai menjahiliku... Dengan mencubit pelan pipiku...
"Awww... Sakit mas... "
"Habisnya ini pipi sekarang menggemaskan sekali sih... Kayak roti yang baru mateng... Blemb.. "Ucapnya sambil menggembungkan pipinya
"Ihhhh... Masak sih mas... Apa aku segemuk itu mas?? "
"Gak gemuk sih sayang... Cuma kamu jadi sedikit berisi dari sebelumnya.. "
Entah rasanya hatiku sakit mas Riyan bicara seperti itu... Air mataku jatuh...
"Lho kog nangis sih sayang... Mas salah ngomong yah... Maaf yah sayang... "
"Apa mas gak suka kalau aku gemuk... Apa aku jelek kalau aku gemuk... Ya sudah aku gak akan makan lagi... Aku akan diet aja dech... "Ucapku di sela tangisku yang masih mengucur
"Astagfirulloh sayang... Maksud mas gak gitu... Mas suka kog kalau kamu gemuk... Bagi mas gemuk atau langsing nya kamu tetap kamu yang paling cantik di mata mas sayang... Maksud mas tadi... Kamu sekarang tambah sehat dan segar..."
"Ohhh jadi kemaren aku gak sehat... Kemaren aku gak seger gitu... Kamu jahat mas... "
Aku turun dari pangkuan mas Riyan dan berlari keluar dari kamar...
"Sayang... Kamu mau kemana... Awas jangan lari- lari sayang... Nanti kamu jatuh.. "Ucap mas Riyan sambil mengikuti ku...
Mama yang mendengar perkataan kami langsung nenghentikan mas Riyan
"Kenapa Meira nak... Kog nangis gitu... Kamu apakan dia?? "Ucap Mama
"Entah Ma... Meira sekarang lebih sensitif... Gara- gara aku bilang gemuk dia malah marah Ma.. "Ucap mas Riyan
"Hahhahaha... Biasa nak... Bawaan orang mau hamil... Kamu harus sabar yah... Jaga dia baik- baik.. "
"Iya Ma... "
__ADS_1