Cinta Karena Dosa

Cinta Karena Dosa
episode 114


__ADS_3

"Jabang bayi...Jangan nurun Papa mu yah nak...Papa kamu jelek banget kalau begitu.."Ucapku sambil mengelus pelan perutku...


"Sayang...Kalau gak nurun aku terus nurun siapa???...Lagian kamu ngidam nya aneh- aneh sih...Sudah yah sayang..Aku benar-benar gak suka sayang...Wueeekkkkk..."


"Hehehehe...Ya sudah lah...Kasihan yah dek Papa..."Ucapku lagi...


"Yes...Terima kasih yah dek...Kamu memang Anak Papa yang paling baik ...."Ucapnya sambil ikut mengelus-elus perutku


"Ya sudah ayo kita nikmati saja makanan ini yah mas..."


"Iya sayang..."


Kami pun menikmati setiap hidangan yang disajikan sesuai pesanan ku tadi...Mas Riyan terlihat sangat lahap menyantap makanan yang dia ambil...


Selesai makan kami masih di situ untuk menikmati suasana asri persawahan dan pegunungan yang Allah lukiskan untuk di lihat keindahan nya...


"Mas tau gak??"Ucapku


"Tau apa sayang.."Jawab nya


"Dulu aku sama keluarga ku sering sekali ke sini...Kalau Abi sedang libur pasti beliau mengajak kami ke sini...Aku jadi kangen sama mereka mas.. "


"Sayang...Kamu sabar yah..."


"Hemmm...Aku tak putus untuk bersabar mas...Aku tiba- tiba saja kangen mereka...Mereka sedang apa yah mas.."Ucapku lagi


"Emmmm Gimana kalau kita ke rumah kamu sayang...Kita amati dari jauh...Siapa tahu Abi dan Umi sedang keluar rumah..."Ucap mas Riyan


"Emmmm boleh juga mas...Tapi kamu gpp kalau harus menunggu sampai mereka keluar.."


"Gpp lah sayang...Untuk kebahagiaan mu ...Mas akan melakukan apapun sayang.."Ucap mas Riyan


"Ya sudah gimana kalau sekarang saja..."Ucapku sangat antusias


"Emmm boleh sayang... Bismillah yah sayang.."


"Iya mas..."


Mas Riyan segera membayar biaya makanan yang kami pesan ... Setelah itu baru dia menuntun ku berjalan ke mobil...


"Kamu siap kan sayang...


"Hemmmm...Iya mas... Bismillahirrahmanirrahim.."Ucapku


"Bismillahirrahmanirrahim..."Mas Riyan mengikuti ucapanku

__ADS_1


Dia tancap gas menuju ke arah rumahku...


Selama perjalanan aku melihat ekspresi wajah mas Riyan terlihat sangat tegang ..Mungkin ini sedikit mengganggu fikiran nya... Entah apa yang dia fikirkan...


Hampir satu jam setengah kami menikmati perjalanan yang sepi karna kami sama- sama diam tanpa sepatah kata ...


Kami sudah ada di dekat rumah ku dulu..Kami mengamati dari jauh rumah ku itu berharap Abi atau Umi keluar dari sana...


Sudah hampir 15 menit kami menunggu... Akhirnya pucuk di cinta ulam pun tiba...


Umi keluar rumah dengan membawa kresek hitam yang cukup besar... Sepertinya beliau mau membuang sampah...


"Mas itu Umi..."Ucapku


"Iya sayang..."


"Kita ke sana yah mas...Aku ingin salaman sama Umi mas...Aku kangen banget mas..."


"Iya sayang... bismillah yah sayang.."


"Iya mas..."


Mas Riyan segera mengegas mobil menuju ke arah Umi...


Saat sudah sampai...Mas Riyan menyetop mobil...Akupun keluar menemui Umi ku itu


"Ya Allah... Meira...Anak Umi.."Ucap Umi


Kami saling berpelukan erat...Karna memang cukup lama kami tidak bertemu...Tak terasa air mata ku sudah membanjiri pipiku..


"Umi...Umi apa kabar???"Ucapku


"Baik nak...Baik...Kamu sendiri.."Ucap Umi


"Alhamdulillah Mi..."


"Mana suami kamu nak..."Ucap Umi


"Saya di sini Umi... Assalamualaikum.."Ucap Mas Riyan


"Waalaikum salam nak..."


"Ya Allah sudah lama Umi tidak melihat kalian...Umi kangen sama kalian.."Ucap Umi yang ikut menangis


"Abi apa kabar umi??"Ucap Mas Riyan

__ADS_1


"Abi Alhamdulillah baik nak..."


"Sekarang Abi dimana Umi..."


"Abi sedang keluar kota nak...mengurus panti di sana...Ayo masuk nak.."Ucap Umi


Aku menengok ke arah mas Riyan...Mas Riyan mengerti maksud ku...Dia hanya tersenyum dan mengangguk pelan...


"Ayo nak..."Ucap Umi


"Iya Umi..."


Aku dan mas Riyan masuk ke dalam rumah...Aku sangat kangen suasana rumah ku itu sudah hampir satu tahun setengah aku meninggalkan nya ...Tidak ada yang berbeda semua masih sama seperti dulu...


"Ayo nak duduk...Umi buatin minum dulu yah buat kalian..."


"Tidak usah Umi...Umi duduk saja... Meira hanya perlu Umi..."Ucapku


"Ya Allah...Umi kira kalian akan benci sama Umi dan Abi setelah kejadian itu.."


"Tidak mungkin Umi...Tidak mungkin kami membenci Umi dan Abi..."Ucap mas Riyan...


"Syukurlah nak...Oh iya Umi lihat kamu Segaran nak.."Ucap Umi


"Alhamdulillah Umi... Sebentar lagi Umi dan Abi akan menjadi seorang nenek dan kakek Mi..."Ucap mas Riyan lagi


"Ya Allah jadi Meira hamil??? Berapa bulan nak.."Ucap Umi


"Sudah hampir 2 bulan Mi...Doakan Meira yah Umi.."Ucapku


"Pasti nak...Pasti sayang...Doa Umi selalu buat kalian nak..."


"Terima kasih Umi.."


Kami berdua serentak bersimpuh di hadapan Umi...


"Mohon doa nya Umi...Biar kami bisa melewati semua ini ."Ucap mas Riyan


"Iya nak ..Tentu..."


"Umi maafin kami yah...Maaf Umi.."Ucap ku


"Iya nak...Umi sudah memaafkan kalian...Sudah kalian bangun... "


Kami pun bangun dari simpuhan kami..

__ADS_1


"Sini nak ...Peluk Umi..."Ucap Umi


Kami pun langsung memeluk badan Umi ku....Terasa hangat sekali di hati....Lelehan air mata pun tak bisa terbendung lagi...


__ADS_2