Cinta Karena Dosa

Cinta Karena Dosa
Episode 41


__ADS_3

Kami berhenti di sebuah taman yang indah di tengah alun- alun kota... Taman itu sedikit sepi...


Aku duduk di bangku panjang... Dan Riyan duduk di sebelahku... Dan terus memandangiku...


"Sayang kenapa???... Ada apa???... Bilang sama mas."


Aku hanya diam... Mencoba menenangkan fikiranku...


"Sayang... Jangan hanya diam... Ayo ngomong... Kamu kenapa??? "


"Mas... "


"Iya sayang... "


"Aku... Aku... Mau di jodohin sama Abi... "


"Apa??? Di jodohin???... Di jodohin sama siapa sayang... Kamu jangan mau... Mas akan datang ke rumah kamu... Mas akan melamar kamu... Sebelum lelaki itu datang... Kamu mau kan sayang??? "


"Aku tak tau mas... Dia tadi datang... Dan dia bilang mau melamar aku... Aku bingung... Aku harus senang... Atau aku harus sedih... Sejak kejadian malam itu... Semua bayangan indahnya pernikahan hanya menjadi angan bagiku... "Ucapku mulai meneteskan air mata


"Sayang... Bilang sama mas... Siapa nama lelaki itu... Mas akan ngomong... Sayang mas gak mau kehilangan kamu... "Ucapnya mengambil daguku yang tertunduk menangis...


"Mas... Aku gak mau kamu apa- apain dia... Biar aku yang akan menjelaskannya... Entah dia mau menerima apa tidak.. Aku tidak mau mengecewakan orang sebaik dia mas... "


"Apa kamu mulai suka sama dia... "Ucap Riyan menatapku tajam


"Tidak.... Aku tidak menyukainya... Aku hanya ingin berteman sama dia... Gak lebih mas... Karna badanku yang sudah tak suci lagi... "Aku terus menangis...


Dia langsung menarik tubuhku... Dia memelukku sangat erat...


"Mas.... Lepasin... Aku gak suka kamu peluk sembarang seperti ini... Lepasin... Aku gak mau menambah dosa ku... "Ucapku terus meronta agar Riyan melepaskanku

__ADS_1


"Tidak sayang... Kamu rasakan cinta mas... Kamu akan segera jadi pengantin ku.... Bagaimanapun caranya... "


Ucapnya terus memelukku sangat erat


"Mas.... Aku mohon lepasin... Sakit mas.... Aku tak bisa bernafas... "Ucapku terus menangis


Dia melepas pelukannya.... Dan menghapus air mataku... Dia memegang kedua pipiku... Agar aku menatap ke arah ke dua matanya...


"Lihat mas. Mas akan lakukan apapun... Walau itu harus menyakiti seseorang... Mas gak rela permata hati mas di ambil orang.... Mas akan bertanggung jawab... Karna mas yang sudah merusakmu... Kamu siap- siap... Sekarang juga mas akan bicara sama Abi dan juga Umi kamu... Ayo ikut mas... "


Dia menggenggam tanganku dan menarikku ke dalam mobil...


"Mas... Apa yang akan mas lakukan... Aku gak mau mas... Aku gak mau... Aku tak sanggup melihat kekecewaan dari kedua orang tuaku... Aku mohon lepasin aku... "


"Diamlah sayang... Sekarang juga aku akan menghadap kedua orang tuamu... "


Dia terus menarik tanganku... dan memasukkan ku ke dalam mobil miliknya...


"Kita akan ke rumah kamu... Mas akan bilang semuanya"


"Jangan mas.... Biar Meira saja yang bilang ke Abi dan Umi.... Tolong mas... "Ucapku memohon


"Gak sayang... Mendingan kamu diem... "Dia berkata sangat kasar...


Aku yang melihat perlakuan nya sangat takut... Karna baru kali ini dia marah sampai seperti itu...


Aku hanya diam dalam tangisku dan menuruti semua keinginannya


Tiba di rumahku... Hatiku sangat gelisah... Aku takut Umi dan Abi marah kepadaku...


Riyan sudah siap dengan terus menggandeng tanganku memasuki pagar rumah dan mengetuk pintu ruang tamu ku...

__ADS_1


Tok... Tok... Tok...


"Assalamualikum... "Ucapnya


Aku yang berusaha membujuknya untuk mengurungkan niatnya tak membuahkan hasil... Aku hanya bisa pasrah...


"Assalamualikum... "Ucapnya lagi


"Waalaikum salam... "Ucap Umi dari dalam...


Umi membukakan pintu ruang tamu... Dan terkejut melihat Riyan yang masih menggandeng tanganku


"Kamu... Kamu nak Riyan kan... "Ucap umi..


"Assalamualikum mi... Saya mau bertemu Umi dan Abi... Apa boleh"ucap Riyan sambil menyalami tangan Umiku


"Iya boleh... Tapi ada apa Riyan... Kenapa kamu menggandeng tangan anak Umi seperti itu... "


"Maaf Umi... Saya tidak mau Meira pergi... Makanya saya gandeng seperti ini... Boleh saya masuk kan... "


"Oh iya boleh nak... Ayo masuk... "


Umi menatapku tajam... Aku hanya menunduk... Tak berani melihat wajah Umi ku itu...


"Lepas mas.... Aku gak akan kabur mas... "Ucapku lirih...


Tapi Riyan tak mau melepas tanganku... Sampai kami duduk di sofa...


"Tolong Riyan... Lepaskan tangan Meira... Kalian belum muhrim... "Ucap Umi


"Tidak umi... Saya cuma mau bicara sebentar sama Abi... Bisa saya bertemu Abi sekarang... "Ucap Riyan tegas...

__ADS_1


Umi pun berlalu memanggil Abi di dalam kamar.... Dari raut muka Umi... Umi seperti tidak suka dengan sikap Riyan yang sudah sembarangan memegang tangan ku seperti memegang tangan penjahat.... Erat dan sangat kuat... Sampai tangan ku bengkak rasanya...


__ADS_2