
"Sayang.. Kita jadi naik bianglala?? "Ucapnya sambil mengerlingkan mata
"Gak.. Gak mau.. Nanti kamu malah ketemu lagi sama si Jen Jen "Ucapku mendengus
"Hehehe gak lah sayang... Ya sudah kalau tidak mau.. Kita pulang saja yuk ke hotel.. Kita buat bianglala sendiri di kamar.. "Ucapnya sambil memeluk pinggangku
"Apa maksud nya.. Bianglala dikamar?? "Gumamku sambil berfikir arah pembicaraan suamiku itu..
"Sayang kog bengong.. Ayo.. "Ucapnya lagi
"Emmm baiklah.. "
Mas Riyan menyetop taksi.. Kami bergegas masuk.. Di dalam taksi mas Riyan tidak henti- hentinya memandangi ku.. Pelukannya di pererat... Wajahnyapun semakin mendekat.. Saat dia ingin mengecup bibirku.. Aku menghalanginya dengan tanganku..
"Sayangku.. Nanti saja yah.. Malu tau.. Disinikan ada pak supir.. "Ucapku lirih sambil mataku menelusuri spion kaca depan..
"Tapi mas sudah tidak tahan sayang.. Rasa rindu mas ini sudah sangat menggebu tau.. "Ucapnya sambil berupaya mencium ku lagi..
"Mas.. Please.. Nanti kalau supir taksinya ingin.. Trz ternyata dia masih bujangan.. Nanti dia salurkan sama siapa?? Masak sama tembok.. "Ucapku lirih
"Biarin aja sayang.. Kalau dia inginkan bisa saja jajan di luar sana?? "Ucap mas Riyan yang masih berusaha
"Mas.. Itu sama saja kamu membiarkan dia berzina dong.. Dosa tau mas.. "Ucapku
"Astagfirulloh.. Iya yah.. Kenapa aku gak kepikiran yah sayang.. Makasih yah sudah ngingetin aku sayang... "
"Iya sama- sama sayang.. Nanti kalau sudah sampai hotel aku akan melayanimu sepuas hatimu sayang.. "Ucapku sambil tersenyum malu..
"Hehehe.. Udah mulai nakal yah istri aku sekarang.. Ihhh gemes deh jadinya" Diapun mentoel hidung mancung ku ini dengan gemasnya..
Aku hanya tersipu malu dengan kata- katanya..
"Apa iya aku mulai nakal?? Tapi biarlah asal aku nakal cuma buat kamu saja mas Riyan" Gumamku dalam hati..
Sesampainya di hotel... Mas Riyan memberi ongkos buat abang taksi..
__ADS_1
"Thanks sir.. "Ucap babang taksi
"Yes you're welcome.. "Ucap mas Riyan
Kami di sambut dengan dua penjaga pintu hotel yang siap sedia membukakan pintu untuk kami.. Mereka menyapa dengan ramah..
Kami melenggang masuk setelah mengobrol sebentar dengan penjaga pintu itu... Kami naik lift karna kebetulan kamar mas Riyan ada di lantai 8
"Ting.. "
Lift terbuka.. Kami keluar dan menuju kamar yang ada di baris ke 3 dari lift
Ceklek..
"Assalamualikum.. "Ucapku bersamaan..
Aku masuk terlebih dahulu.. Kuletakkan mantel tebalku..
Seketika itu mas Riyan memelukku dari belakang.. Melepas hijabku dengan teliti.. Dia lepas juga gelungan rambutku.. Dia biarkan terurai... Dia cium aroma rambutku yang hitam dan panjang tersebut..
Aku hanya diam menikmati setiap sentuhan yang di berikan suamiku itu...
Dia menyingkap rambutku ke arah kiri... Lalu mencecap lembut leher jenjangku yang bebas tak tertutupi..
Seketika aku menggelinjang karna cecapannya..
"Sayang.. Kamu sudah siap kan.. "
Aku mengangguk pelan.. Mas Riyan tersenyum menggendongku menuju ranjang yang sudah penuh dengan bunga- bunga yang bertaburan.. Entah siapa yang mengerjakannya.. Tapi aku tak ambil pusing.. Aku hanya ingin menikmati malam ini yang penuh suasana romantis...
Dan....
(Kalian pasti tahu apa yang terjadi... heheheh๐๐๐)
5 ronde sudah kami lalui malam itu.. Mas Riyan sangat ganas.. Seperti tidak ada capeknya..
__ADS_1
"Sayang... Terima kasih yah.. "Ucapnya sambil mencium keningku
"Iya mas... Kamu suka kan?? "
"Suka banget sayangku.. Kamu makin nakal.. "
"Masak sih mas.. "
"Iya sayang.. Tapi mas suka kog hehehe besok lagi yah.. "
"Insyaallah yah mas.. "
"Iya sayang.. Ya sudah ayo tidur.. Biar besok bisa naik bianglala lagi hehehe.. "
"Mas Riyan apaan sih.. Ya sudah selamat malam suamiku.. "
"Selamat malam istriku.. "
*Cup*
Sebuah kecupan manis mendarat di keningku...
Kamipun tidur dengan posisi biasa.. Aku ada di dada mas Riyan sedang mas Riyan merengkuh tubuhku sambil sesekali memainkan rambutku..
*********************************
Sinar matahari menyusup dari balik kaca... Sangat silau sampai aku yang sangat terlelap harus terbangun karena kesilauannya.. Aku terbangun dan mengulet meluruskan sendi- sendi yang terasa remuk karna ulah suamiku tadi malam.. Ku tatap wajah lelah suamiku itu..
Ku sentuh lembut.. Ku jelajahi wajah tampan suamiku itu saat tidur..
"Lucu sekali sih kamu sayang?? "Ucapku lirih..
Kulirik jam yang berada di samping tempat tidur..
"Astagfirulloh... "Ucapku kaget...
__ADS_1