
Karna hari mulai malam.... Kami berdua memutuskan untuk pulang... Di tengah jalan kami melewati warung mie ayam bakso favoritku... Aku sering ke situ kalau pulang dari kampus...
"Mas... Aku laper.. Aku ingin makan mie ayam bakso "Ucapku
"Dimana sayang? "
"Itu di seberang jalan... Bolehkan mas??? "Tunjukku ke sebuah warung mie ayam bakso yang ada di seberang jalan
"Tapi sayang... Itu kan warung.. Bukan restoran... Emang kamu sering makan di situ? "
"Iya mas... Walau cuma warung tapi bersih lho mas... Makanannya juga enak... Dan yang paling penting harganya terjangkau... Ayo mas kesana"
"Emmmm kita cari ke restoran yang lain aja yah sayang... "
"Aku gak mau mas... Aku mau nya di situ... Ayolah mas."
"Ya sudah... Tapi kamu pesennya gak usah pake micin... Dan gak usah pake saos... Trz sambalnya sedikit aja yah.. Gak boleh banyak- banyak.. "
"Ok mas... Lagian juga mie di sana gak pake micin kog...Di jamin sehat mas... "
"Ok lah mas nurut... "
Mas Riyan membelokkan mobilnya ke warung yang aku mau... Warung MIE AYAM BAKSO LEGENDA..
"Kamu mau pesen apa mas?? Biar aku pesenin"
"Samain aja kayak kamu sayang... Aku duduk di pojok yah.. "
"Ok mas.. "
Aku memesan dua mie ayam bakso komplit dan dua es teh manis dan tawar...
"Silahkan di tunggu mbak... "Ucap mas- mas yang jualan mie itu dengan senyum merekah saat kami datang
"Ok mas.. "
Aku pun menghampiri mas Riyan yang sedari tadi melihat ke arahku dengan tatapan tajam... Entah mungkin dia takut aku di goda sama mas- mas itu... Karna mereka terlihat senyum- senyum saat kami datang...
"Tunggu yah mas... "
__ADS_1
"Apa kamu kenal mereka... Kog mereka senyum- senyum terus sama kamu... "Ucapnya kurang suka
"Namanya juga penjual ke pembeli mas... Yah harus ramah... Kenapa sih... Kamu cemburu?? "
"Ya iyalah sayang... Aku cemburu... Aku gak suka cara mereka ramah sama kamu... "
"Hehehe sudah lah mas.... "
Tak lama pelayan itu datang membawa dua mangkuk mie ayam bakso spesial dan dua es teh...
"Ini mbak... 2 mangkok mie ayam bakso spesialnya dan ini es teh manis dan yang ini es teh tawar... Silahkan di nikmati"Ucap mas itu dengan senyum ramahnya
Mas Riyan nampak menggandeng tanganku secara tiba- tiba... Aku hanya tersenyum melihat kelakuan suamiku itu...
"Makasih mas... "
Setelah pelayan itu pergi... Aku geser mangkok mie suamiku itu..
"Ini mas... Ayo makan... Mas coba... Pasti ketagihan.. "
"Kamu yakin ini bersih sayang... "
Aku mencicipi sedikit kuah gurih mie ayam itu... Emmm seperti biasa... Aku kasih 3 sendok sambel...
"Sayang... Jangan banyak- banyak... Tadi sudah janji kan ... Sini mas ambil... "
Mas Riyan ambil separuh sambel yang ada di mangkokku..
"Mas... Gak enak kalau gak pedes... "
"Sayang... Udah segitu saja... Kalau kamu gak nurut... Mas gak akan kasih izin lagi kamu makan di sini...Gimana?? "
"Emmmm iya deh... "
Kami menikmati makanan dan suasana hari itu...
Mas Riyan yang semula tidak mau memakannya... Sampai nambah karna enak.... Aku hanya tersenyum melihat kelakuan suamiku itu...
__ADS_1
"Mas... Bungkus yah... "
"Bungkus berapa sayang... "
"Bungkus 5 aja mas... "
"Buat siapa sayang... Banyak banget... "
"Buat Mama ... Denis.... Bik yam... Sama pak satpam... Kasihan mas.. "
"Emmmm ya udah terserah kamu saja sayang... "
Akhirnya kami pulang dengan membawa 5 bungkus mie ayam bakso untuk semuanya...
Di dalam mobil aku merasa mulai mengantuk dan dengan sekejap tertidur...
Sesampainya di depan rumah... Pak satpam dengan sigap membukakan pintu gerbang...
"Selamat malam tuan dan nyonya... "Sapa mereka
"Malam.. "Jawab mas Riyan yang terus menjalankan mobil ke depan rumah...
Karna melihat aku yang tertidur sangat pulas mas Riyan tak tega membangunkan ku... Diapun berinisiatif menggendongku ke kamar.... Dia membawa bungkusan mie itu juga dan di taruhnya di meja...
"Bi itu ada mie ayam di meja... Kamu tolong kasih Mama... Denis... Satpam dan kamu juga yah.. "
"Iya tuan... Terima kasih... "
"Riyan... Meira kenapa kogh kamu gendong gitu..
Dia sakit?? "Ucap Mama Ane yang turun mendengar suara mas Riyan
"Enggak kogh Ma.... Dia hanya ketiduran di mobil... Aku mau bangunin kasihan... Makanya aku gendong... Aku ke kamar dulu yah... Oh iya Ma ... Meira beliin Mama dan yang lain mie ayam tuh... Lagi di siapin sama bik Yam... "
"Makasih ya nak "
Sesampainya di kamar... Mas Riyan meletakkan tubuhku dengan sangat hati- hati... Dia melepas hijabku... Dan menutupi badanku dengan selimut...
Cup
__ADS_1
Sebuah ciuman mendarat di keningku... Terasa lembut dan hangat
"Selamat malam sayang... Tidur yang nyenyak... "