Cinta Karena Dosa

Cinta Karena Dosa
Episode 63


__ADS_3

"Sampai kapanpun Abi tidak akan merestui kalian.. Pergi kalian!!! Pergi!!! "Ucap Abi dengan nada tinggi


"Tapi Meira tetap ingin menjadi anak Abi.. "Ucapku dalam tangis


"Kalau memang kamu mau tetap jadi anak Abi... Tinggalkan Riyan!!! Tinggalkan suami kamu itu!!! "


Ucap Abi semakin meninggi


"Tidak Abi... Tidak... Meira tidak bisa "


"Ok.. Kalau memang kamu tidak bisa meninggalkan nya... Abi yang akan membuat kalian berpisah selamanya.. "


"Jangan... "Teriakku semakin kencang


"Sayang... Meira... Ayo bangun... Kamu kenapa sayang"Ucap mas Riyan yang tiba- tiba datang karna mendengar suara teriakanku


Aku terkejut seketika dan bangun... Kutatap nanar tembok kamar itu... Terselip air mata di ujung kelopak mataku...


"Meira... Istigfar Meira ... "Ucap mas Riyan dengan lembut sambil mengelus punggungku


"Astagfirulloh... Ya Allah... "Ucapku


"Sebentar mas ambil minum buat kamu yah... "


Aku hanya diam... Memikirkan kejadian yang baru saja aku alami..


"Ini sayang... Ayo minum.. "


Aku mengambil gelas itu dan meminum air dingin yang mas Riyan bawa...


"Sayang... "


"Mas.. Sebenci itukah Abi sama kamu.. "


"Maksud kamu apa sayang?? "


"Emmm tidak mas... Lupakan kata- kataku.. Ini sudah jam berapa mas.. "


"Ini sudah jam 1 sayang... "


"Kamu sudah sholat dhuhur.. "


"Belom sayang... Kita sholat dhuhur berjamaah yah.. Setelah itu makan.. Mas sudah pesan buat kita berdua.."


"Baik mas... Meira mandi dulu.. Gerah rasanya mas.. "

__ADS_1


"Iya sayang... "


Mas Riyan menatapku yang sudah berlalu ke kamar mandi... Dan termenung di atas ranjang


"Apa sebenarnya yang kamu mimpikan sayang... Sampai- sampai kamu nampak sedih dan sangat berkeringat seperti itu... Padahal ruangan ini sejuk dan dingin... Ya Allah.. Jaga istri hamba.. Jaga juga hubungan ini.. "Ucap mas Riyan


Dia bergegas bangun dan menyiapkan alat sholat untuk dirinya dan untukku juga...


Di dalam kamar mandi... Aku masih memikirkan apa yang aku mimpikan tadi... Kenapa Abi begitu sangat membenci mas Riyan?? Apa salah mas Riyan??


Ku nyalakan shower di kamar mandi itu agar mas Riyan tidak mendengar tangisanku... Aku benar- benar sedih... Sampai aku tak sadar sudah setengah jam aku menangis di dalam kamar mandi...


Tok... Tok... Tok..


"Meira... Kami tidak apa- apa kan... Kamu sedang apa sayang sudah setengah jam kamu di dalam... Sayang ayo buka pintunya... "Teriak mas Riyan dari luar..


Aku tersadar saat mas Riyan nengetok pintu kamar mandi...


"Emmmm iya mas... Meira tidak apa- apa... Ini Meira sudah selesai...


"Baiklah sayang... Cepat yah.. Mas juga mau wudhuk.. "


"Iya mas... "


Aku bergegas mengambil jubah mandi yang sudah tersampir di cantolan dan bergegas wudhuk...


"Emmm akhirnya keluar juga... Kamu ganti baju dulu yah sayang... Mas mau wudhuk dulu.. Entar mas nyusul.."


"Iya mas.. "


Mas Riyan masuk kamar mandi sedang aku berganti pakaian yang sudah mas Riyan siapkan...Setelah selesai aku memakai mukenahku dan duduk di atas sajadah


"Ayo sayang kita sholat.. "


"Iya mas.. "


Kami pun melaksanakan sholat dhuhur itu berjamaah...


"Assalamualikum warahmatulloh.. "


"Assalamualikum warahmatulloh "


Kami sudah selesai sholat... Aku menyalami tangan suamiku itu.. Kucium tangannya lama sekali...


"Emmm sayang... Kamu kenapa?? Sini mas liat wajah kamu??? "

__ADS_1


"Tidak mas.. Meira tidak apa- apa kog.. "Ucapku yang tetap menunduk


"Meira gak boleh bohong... Ayo tunjukkan wajahmu... Liat mas... "


Aku mulai mendongak memenuhi perintah nya


"Astagfirulloh...Emmm cerita sama mas... Kamu tadi mimpi apa?? Apa Seburuk itu sampai mata kamu yang cantik jadi merah sembam seperti ini.. "


Aku hanya diam dan kembali menundukkan wajahku..


"Ayo cerita sayang.. "


"Tidak mas... Aku tidak mau mengingat nya lagi... Sudah yah mas.. Aku lapar.. "Ucapku mulai mengalihkan pembicaraan


"Beneran kamu tidak apa- apa sayang... Kalau kamu siap bercerita.. Telinga mas siap mendengar sayang.. "


Aku hanya mengangguk pelan


"Ya sudah ayo makan... Mas sudah pesan dua box makanan dan salad buah juga... Kamu tunggu sini.. Mas ambil dulu yah.. "


"Iya mas... "


Mas Riyan keluar.. Aku membersihkan kembali alat- alat sholat dan ku taruh di tempatnya semula... Aku berjalan ke kaca dan menabur bedak sedikit agar tidak terlihat sembam dan ku oles lipstik pink agar tidak terlalu pucat.. Ku semprot juga tubuhku agar tambah segar... Aku tidak memakai hijab ku... Karna di kamar itu hanya ada aku dan mas Riyan saja.. Jadi aku ikat rambutku yang panjang itu..


"Sayang... Emmm kamu nampak cantik... Ayo makan..."


Aku pun menghampiri suamiku itu dan duduk di sampingnya... Dua paket nasi box sudah tersedia dan juga satu paket jumbo salad buah sudah terpampang di depan kami...




"Ayo sini mas suapin mau tidak?? "


Aku hanya mengangguk...


Mas Riyan dengan telaten membuatku nafsu makan... Dia tau kalau keadaanku tidak baik- baik saja... Makanya dia melakukan trik agar aku mau makan dan tertawa juga...


"Ayo buka mulutnya.... Pesawat akan meluncur... Ak.. Ak.. Aem... Pintar anak Umi yang cantik ini hehehe.. "


Aku hanya tertawa di perlakukan seperti itu... Persis saat Umi ku dulu menyuapiku saat aku sedang ngambek..


"Terima kasih mas.. Kamu selalu berhasil membuatku tersenyum dan tertawa saat aku bersedih... "


"Itulah gunanya suami sayang... Ayo makan lagi... Buka mulut... Helikopter mau terbang ini... "

__ADS_1


Aku pun membuka mulutku dan memakan yang mas Riyan ajukan kemulutku...


Kami sangat menikmati momen itu... Sederhana tapi penuh kehangatan dan kemesraan...


__ADS_2