Cinta Karena Dosa

Cinta Karena Dosa
episode 132


__ADS_3

Mas Riyan segera membawaku ke rumah sakit...Dia mencoba menelpon dr.Asti yang selalu menangani ku..Tapi tak bisa...


"Sayang...Bangun sayang...bertahan yah...Mas yakin kamu kuat sayang...."Ucap mas Riyan dengan perasaan yang sangat kalut...Air matanya sudah tak bisa di bendung lagi...


Dengan laju mobil yang sangat cepat di tambah dengan keadaan jalan yang cukup lenggang ....10 menit kita sudah sampai di depan rumah sakit....


Mas Riyan dengan sigap membopong tubuh lemasku dengan darah yang terus saja berceceran di bawah....


"Sus.... Tolong Istri saya....Tolong cepat sus..."


Dengan cepat 3 orang suster itu membawa kasur gledek untuk menaruh tubuhku...Mereka dengan cepat mendorong kasur itu ke dalam ruang UGD....


"Bapak sebaiknya tunggu di sini biar kami bisa memeriksa pasien terlebih dahulu..."Ucap seorang dokter yang sedang bertugas di situ...


"Tapi dok...Saya mau menemani istri saya...Pokoknya saya mau masuk..."Ucap mas Riyan


"Maaf pak tidak bisa...Mohon kerja samanya...Biarkan kami memeriksa istri bapak dengan intensif yah..."


Dengan cepat suster menutup pintu UGD tersebut....


"Ya Allah jaga anak dan istri ku.... selamat kan mereka ya Allah..."Ucap mas Riyan di dalam tangisnya...


Dia menunggu ku di depan ruang UGD dengan tangis yang terus meleleh....Mas Riyan menelpon Mama Ane...Dia mencoba untuk tegar dengan mengatur nafasnya...Agar Mama nya tidak cemas.. Walau sebenarnya dia pun sangat cemas sekarang....


"Assalamualaikum Ma..."


"Waalaikum salam nak...Kamu kenapa kog kayak nangis gitu???"


"Ma...Meira ....Mama cepat kesini yah...Aku ada di rumah sakit Pelita Bunda...."


"Kenapa dengan Meira Riyan...Kamu kenapa menangis...Meira gpp kan???"

__ADS_1


"Pokoknya Riyan tunggu di rumah sakit di ruang UGD yah Ma..."


Mas Riyan menutup telponnya...Dia sudah kehabisan kata...Dia hanya bisa duduk menunggu dan terus menangis ...


Tak lama dokter keluar...Dengan muka tegang


...


"Pak ..."Ucap dokter tersebut...


"Iya dok... Bagaimana keadaan istri saya....Apa dia baik-baik saja... Bagaimana dengan anak saya dok...Jawab dok..."Ucap mas Riyan


Dokter itu menghela nafas panjang....Sebelum akhirnya memberitahukan kondisi ku dan bayiku...


"Maaf pak sebelumnya...Dengan berat hati kami katakan ...Kalau istri bapak mengalami pendarahan yang sangat hebat...Itu membuat bayi yang ada di kandungan istri bapak tidak terselamatkan...Kami harus segera mengambil bayi bapak yang meninggal dengan cara operasi sesar...Sebelum melakukan itu..Kami minta persetujuan bapak untuk menandatangani berkas di ruangan saya..."Ucap dokter itu


DUARRRRRRRRRRR.......


"Gak mungkin dok...Gak mungkin anak saya meninggal...Pasti dokter salah periksa...Periksa lagi dok...periksa dengan teliti...."Ucap mas Riyan dengan wajah tertunduk


"Tapi maaf pak itulah kenyataannya...Saya harap bapak bisa mengikhlaskan semua ini....Kita harus cepat mengoperasi istri bapak ...Agar dia bisa bertahan hidup pak...Mari ikut saya untuk menandatangani berkas operasi istri dan anak bapak..."


"Baik dok..."


Mas Riyan berjalan menuju ruang dokter tersebut...Walau sebenarnya tubuhnya sangat lemas dengan keadaan ini....Tapi dia harus tetap tegar...Dia tidak mau kehilangan keduanya...Tapi mau bagaimana lagi...Ini sudah takdir yang kuasa...


"Ini pak....Silahkan tanda tangan di sini.."Ucap dokter tersebut


"Baik dok..."


Mas Riyan menandatangani sudut yang di tunjukkan oleh dokter tersebut....

__ADS_1


"Ini dok...Lakukan yang terbaik buat istri saya dok...Aku siap membayar berapapun untuk itu...."Ucap mas Riyan dengan suara parau...


"Baik pak...Pasti akan kami lakukakn tindakan yang terbaik buat istri bapak...Bantu doa yah pak...Semoga operasi ini berjalan dengan lancar...Dan nyawa istri bapak masih bisa tertolong..."


"Iya dok... Amin..."


Dokter dan mas Riyan keluar...Dokter segera melakukan operasi itu...Sedang mas Riyan menunggu di ruang tunggu dengan wajah penuh air mata dan seberkas luka di sana...Tak lama hp nya berbunyi...di angkat nya telpon itu ternyata dari Mama Ane...


"Nak...Kamu dimana...Mama sudah ada di rumah sakit ini..."


"Riyan ada di UGD Ma..."


"Ya sudah Mama ke sana..."


Mas Riyan menutup telponnya....


Tak lama Mama datang dengan Denis...


"Nak... Bagaimana keadaan Meira????"Tanya Mama


"Ma..."Ucap mas Riyan seraya memeluk tubuh Mama nya...


"Nak...Apa yang terjadi... Bagaimana keadaan Meira...Dia tidak papa kan???..."


"Meira pendarahan Ma...Sekarang dia di Operasi...Tapi anak Riyan Ma..."


"Kenapa dengan cucu Mama Riyan???"


"Anak Riyan meninggal Ma..."Ucap mas Riyan dengan air mata yang terus mengalir


"Ya Allah.... Astaghfirullah...."

__ADS_1


Semua yang ada di situ shock...Mama mencoba menenangkan anaknya itu...Terlihat begitu jelas rasa sakit yang mendalam di wajah anak nya itu....


__ADS_2