
Di sepanjang jalan menuju ke kantor... Aku mengamati setiap penjual yang aku lalui... Tepat di depanku... Aku melihat seorang pedagang buah langganan keluargaku... Saat pedagang itu tepat ada di sebelah mobil mas Riyan... Aku terpana oleh sesosok wanita paruh baya yang sudah mengandung ku selama 9 bulan... Yang sudah merawat dan membesarkanku dengan penuh kasih sayang...
"Umi... "Ucapku
"Kenapa sayang... "
"Itu mas ada Umi di sana... Aku sangat merindukannya.. Bolehkan aku bertemu dengan Umi walau sebentar saja mas... "Ucapku
"Boleh dong sayang... Ya sudah.. Mas mundurin dulu yah.. "
"Iya mas.. "
Aku sudah tidak sabar ingin memeluk Umi ku itu...
Sesampainya di tempat abang itu.. Aku bergegas turun dari mobil... Aku berlari menghamburkan diri menuju letak Umi ku itu...
"Umi... Assalamualikum.. "Ucapku langsung mengambil tangan Umi ku itu...
Umi yang merasa tangannya ada yang menyalami hanya terkejut.. Dan diam seketika..
"Ya Allah... Meira anak Umi.. "Ucap Umi
"Umi.. Meira kangen.. Meira sangat merindukan Umi... Umi apa kabar?? "Ucapku memeluk erat tubuh Umi ku itu
"Alhamdulillah nak.. Umi baik- baik saja.. Kamu sendiri.. "
__ADS_1
"Alhamdulillah... Maafin Meira yah Umi... Maafin juga suami Meira... Gara- gara pernikahan ini.. Keluarga kita jadi terpecah.. Maafin kami Umi hiks.. Hiks.. Hiks.. "Ucapku mulai tak kuat membendung tetesan air mata itu...
"Sudahlah nak... Umi sudah maafin kalian... Udah jangan nangis... Mana suami kamu.. "
"Iya Umi saya ada di sini... assalamualikum Umi.. "
"Waalaikum salam nak.. Kamu apa kabar?? "
"Alhamdulillah Umi... Meira sangat bisa menyenangkan hati dan perut Riyan... Makanya Riyan tambah berisi hehehe.. "
"Alhamdulillah... Nak.. Umi boleh minta tolong kan.. "
"Minta tolong apa Umi... Insyaallah kalau Riyan mampu dan bisa.. Pasti Riyan lakukan.. "
"Pasti mi... Pasti Riyan setia dan insyaallah Riyan akan membimbing Meira agar lebih baik lagi mi... Umi selalu doain kami yah mi... "
"Iya nak.. Umi harus pergi sekarang.. Sebelum Abi kalian melihat Umi sedang bertemu kalian di sini.. "
"Mi... Jangan pergi dulu.. Meira masih kangen sama Umi.. "Ucapku masih dengan tetesan air mata yang mengalir cukup deras...
"Nak... Kamu sudah menemukan pria yang baik... Kamu akan baik- baik saja bila hidup dengan Riyan... Kamu gak usah gelisah nak.. Umi akan selalu merestui kalian... Umi harus pergi.. "
Umi pun pergi dengan terburu- buru... Aku hanya bisa melambaikan tanganku
"Sayang... Sudah jangan menangis lagi yah... Kan sudah ketemu sama Umi... "Ucapnya sambil mengelus lembut hijabku
__ADS_1
"Tapi aku masih kangen sama Umi mas... "Ucapku
"Nanti kalau ada kesempatan lagi... Kita akan ketemu sama Umi lagi sayang... Yaudah ayo kita berangkat... "
Aku hanya mengangguk pelan... Mas Riyan dengan sigap menuntunku dan membukakan pintu mobil itu untuk ku... Dia lalu berputar masuk dan mengegas mobilnya ...
Di sepanjang jalan aku hanya bisa mengelap air mataku yang terus menetes karna rasa rinduku ini...
Sesampainya di kantor.... Mas Riyan masih setia menuntunku... Karna suasana kantor sepi.... Aku tidak menolak dengan perlakuan suamiku itu...
"Ayo kita ke ruangan mas... Kamu bisa istirahat di sana.. "
Aku hanya mengangguk pelan...
Ceklek...
Pintu ruangan itu terbuka otomatis saat monitor menangkap wajah suamiku...
"Ayo sayang masuk... Kamu duduk di sofa dulu yah... Biar mas ambilkan minum buat kamu... Agar kamu lebih tenang.. "
"Aku gak haus mas... Aku hanya butuh kamu sekarang.. "
"Emmm sini... Peluk mas... Biar kamu tenang.. "
Aku berhambur memeluk erat suamiku.... Aku merasa lebih tenang saat tubuhku di peluk suamiku itu... Pelukannya sangat menenangkan dan juga memberiku kenyamanan... Aku membasahi jas milik suamiku itu... Suamiku hanya bisa mengelus lembut hijabku dan terus berusaha membuatku tenang...
__ADS_1