Cinta Karena Dosa

Cinta Karena Dosa
Episode 70


__ADS_3

Mas Riyan mengunci pintu kamar dan..


"Awww mas... Turunin mas.. Aku bisa jalan sendiri.. "


"Udah jarang- jarang kita di rumah bisa seperti ini... Mumpung gak ada yang ganggu.. "


Mas Riyan menggendongku dan mendudukanku di tepi ranjang.. Dia mengambil setangkai bunga mawar yang ada di cucuk burung handuk tersebut... Dia berlutut di depanku seraya memegang tanganku..


"Sayang.. Kamu tahu.. Dari dulu sebelum kita menikah.. Mas sudah jatuh cinta kepadamu dari pandangan pertama... Sampai sekarang pun perasaan itu tidak berubah malah bertambah setiap harinya.. Mas tidak akan memaksamu.. Tapi mas akan bertanya sekali lagi sama kamu agar mas tenang bekerja di sana.. Apakah mas boleh bertanya sesuatu sama kamu sayang?? "Ucap mas Riyan yang terus menatapku


"Mau tanya apa mas?? "


"Apakah di hati kamu sudah ada cinta untuk mas?? "Ucapnya dengan penuh perasaan


Seketika itu air mataku mengalir sambil mengangguk pelan.. Aku tidak mau membohongi perasaan ku lagi.. Aku memang sudah mencintai suamiku itu.. Perhatian dan tanggung jawabnya membuat hatiku luluh.. Dan berhasil mengubur rasa benci itu menjadi rasa cinta..


"Aku sudah mencintaimu sayangku.. "Ucapku lirih


"Apa?? Apa aku tidak salah dengar sayang.. "


"Tidak mas.. Kamu sudah berhasil membuatku jatuh cinta.. Aku sangat mencintaimu mas.. "


Mas Riyan langsung berdiri dan memelukku erat.. Tetes air mata haru mengalir begitu saja di kedua kelopak mata mas Riyan..


"Terima kasih sayangku... Terima kasih.. "


"Iya mas.. Kamu jaga yah cintaku ini mas.. Jangan sampai kamu rusak dan kamu nodai.. "


"Insyaallah gak akan sayang.. Mas akan selalu berdoa semoga Allah menjaga cinta kita... Agar tetap putih tak ternoda sedikitpun.. "


Aku hanya tersenyum sambil terus menatap wajah suamiku itu.. Ku raba wajahnya.. Ku sentuh mata.. Hidung.. Pipi dan bibirnya.. Tanpa basa basi ku kecup mesra bibir suamiku itu.. Mas Riyan hanya tersenyum mendapat perlakuan seperti itu dari istrinya ini..


"Emmm mulai nakal yah.. Boleh kan mas melakukan itu sayang.. "Ucapnya yang penuh kelembutan..


"Boleh .. Lakukanlah.. Aku siap dan ikhlas sayang.. "Ucapku mantap

__ADS_1


Tak tunggu lama.. Mas Riyan langsung mencuri start mencium bibirku dengan mesra dan hangat.. Aku tak mau kalah ikut membalas ciuman itu..Semakin lama semakin panas.. Walau AC di kamar itu menyala.. Tapi itu tidak membuat tubuh ini dingin..


"Bismillahirrohmanirrohim.. "Ucap kami secara bersamaan


Mas Riyan memulai aksinya... Aku hanya bisa pasrah dengan apa yang di lakukan suamiku itu.. Perlahan tapi pasti.. Aku hanya menikmati semua perlakuan nya... Dengan lembut dan penuh kasih sayang..


"Ahhhhhh.. "Ucapku lembut..


Malam itu.. Segala penantian sudah terbayar... Tak ada lagi rasa benci yang ada hanya rasa cinta .. Penyatuan ini begitu indah dan hangat... Sampai kami terlena di buatnya.. Rasa ingin lagi dan lagi terus bergejolak memaksa malam ini menjadi malam panjang penuh dengan peluh dan keringat..


"Terima kasih sayang... Mas bangga menjadikanmu istri.. Kamu bisa menjaga mahkotamu dengan sangat baik.. Walau dulu pernah mas merusaknya.. Tapi kamu tetap bisa menjaganya.. "Ucapnya di sela- sela penuntasannya..


"Iya mas.. Aku juga bangga memilihmu menjadi suamiku.. Kamu selalu bisa membuat ku tersenyum dan bahagia.. Terima kasih sayang.. "


Mas Riyan mengangguk pelan dan mencium keningku mesra..


"Mas.. Sudah malam.. Besok kamu akan berangkat.. Kita tidur yah sekarang... "Ucapku


"Hehehe... Iya sayang... Ayo tidur .. Sini biar mas peluk.. "


Akupun ikut apa kata suamiku itu.. Kami baru tidur jam 2 malam... dan sangat lelap dalam tidur kami...


*lagu armada asal kau bahagia *


Bunyi alrm di handphone ku berbunyi.. Membangunkan ku seketika... Kulihat jam sudah menunjukkan pukul setengah 5 pagi..


Ku tatap wajah suamiku itu sangat tampan dan sangat cool.. Teringat bagaimana dia melakukan nya tadi malam sangat gagah.. Aku jadi malu mengingat nya... Ku cium keningnya mumpung yang punya belum bangun..


*Cup*


"Emmmm nakal yah... Mulai cium cium sekarang"Ucapnya serak khas orang bangun tidur..


"Mas Riyan.. Kog udah bangun "Ucapku malu


"Kenapa?? Mas sudah niat mau bangun pagi.. Karna mas mau melakukan nya lagi sebelum mas berangkat.. "Ucapnya dengan senyum yang sudah siap untuk menerkamku..

__ADS_1


"Mas aku mau mandi dan sholat subuh dulu yah.. "Ucapku mencari alasan yang tepat


"Kita bisa kan mandi bareng sayang.. "Ucapnya dengan kerlingan mata menggoda


"Tapi mas.. "


"Gak boleh nolak.. "


"Baiklah.. "


Aku berdiri mencari piyama tidurku.. Saat aku melangkah.. Rasanya perih dan sakit masih menjalar di bawah sana.. Aku hanya bisa meringis karna tak mau membuat suamiku khawatir.. Ku langkahkan kaki ku pelan sekali..


"Kamu kenapa sayang?? Kamu sakit?? "Ucap mas Riyan


"Emmm gak kog mas.. Cuma perih sedikit.. "Ucapku lirih


"Apanya yang perih sayang... Biar mas lihat... "


"Gak usah mas... Malu.. "


"Malu?? Malu kenapa?? Emang apanya sih yang perih.. "


"Hehehehe "Ucapku sambil menunjuk ke bawah


"Ohhhh... Berarti tandanya itu kurang lama sayang... Tenang sebentar lagi kita lakukan lagi biar tidak sakit.. Ok.. "


Mas Riyan langsung membawaku ke kamar mandi dia membersihkan badanku aku juga bergantian membersihkan badannya.. Setelah membilas kami berwudhuk dan sholat subuh berjamaah.. Karna waktu subuh sudah hampir habis..


Setelah sholat kami berdoa memohon kehidupan yang baik buat keluarga kami..


"Mas.. Apa mas lapar?? "Ucapku di sela membersihkan tempat sholat kami


"Lapar banget sayang.. "


"Mas mau makan apa?? Biar aku siapin.. "

__ADS_1


"Emmm mas mau sarapan kamu saja sekarang?? "


Mas Riyan dengan cepat menggendongku dan menurunkanku di atas ranjang... Akhirnya kejadian seperti tadi malam terulang lagi..


__ADS_2