
Riyan dan umi sampai di rumah pak RT malam habis magrib...
Aku yang mendengar suara mobil berhenti di depan rumah pak RT... Keluar mencari tahu siapa... Aku memicingkan mata...Ternyata... Umi dan Riyan...
"Assalamualikum sayang... "Ucap umiku memelukku
"Waalaikum salam umi... Umi kog bisa ke sini sama Riyan, "
"Iya tadi nak Riyan mampir katanya kamu kangen... Trz dia ngajak umi ke sini sayang... Umi kangen banget sama kamu nak... "Ucap umi mengusap mata...
"Iya umi... Meira juga kangen sama umi... "Ucapku terharu...
Riyan tersenyum melihat dua perempuan yang sama- sama hebat itu saling menukar rindu...
Selesai berpelukan...
"Denis mana Mei... "Ucap Riyan membuyarkan ke romantisan antara anak dan uminya
"Kamu kenal sama Denis... "Ucapku memicingkan mata
"Ya iyalah siapa gak kenal Denis Adi Pratama... Dia adekku "
"Beneran... Masak??? kogh gak sama... Kogh lebih handsome Denis dari pada kamu... "Ucap ku meledek
"Ihhh apaan sih kamu... "Ucapnya sedikit kesal
Aku memanggilkan Denis yang sedang membahas kegiatan kita besok pagi...
"Kakak... Ngapain lo kesini... "Ucapnya terkejut...
Aku yang mendengar perkataan mereka hanya bisa tertawa... Melihat tingkah ke dua kakak beradik itu...
"Dek... Tolong kakak... Bawain makanan ke dalam... "Ucap Riyan mendorong adiknya ke mobil...
__ADS_1
Aku masuk dengan umiku... Semua temanku menyalaminya... Satu persatu...
Sedang di luar Denis dan Riyan ribut...
"Busyet lo beli makanan sebanyak ini buat apa kak... Terus bagaimana bawanya... Bantuin dong"ucap Denis kesal karna kakaknya hanya diam dan menyuruhnya saja...
"Udah lo kan adek.... Gue abang... Jadi lo harus nurut sama gue "ucap Riyan meletakkan 10 kotak makanan di tangan adiknya itu... Sontak lah adiknya kewalahan...
"Tega lo kak sama gue... Gue aduin lo... " ucap Denis
"Aduin siapa... Mama... Gue gak takut... Dasar lo anak mama"ucap Riyan tertawa geli
"Bukan mama tapi Meira... "
Aku yang kebetulan di luar mendengar percakapan mereka
"Iya ada apa Nis... Kamu manggil aku... "Ucapku menghampiri...
"Oh enggak Mei... Kamu salah dengar aja... "Ucap Riyan mencoba membungkam mulut Denis
Riyan yang mendengar ocehan adiknya itu... Serasa mau menjitak kepalanya itu...
Aku hanya tersenyum melihat tingkah laku ke duanya yang sama- sama aneh...
Aku mau membantu membawakan sisa makanan itu ke dalam... Tapi Riyan melarangnya...
"Udah kamu tunggu aja di dalam... Gak usah bantuin... Biar aku aja yang ngangkat... "Ucap Riyan sambil mengerlingkan mata...
"Kenapa itu mata... Genit amet... Dasar cowok aneh.. ". Ucapku berlalu...
Riyan hanya tertawa dan ikut ke dalam membuntuti wanitanya itu...
Kamipun duduk di ruang tamu.. Makan bersama pak Ahmad... Bu Sumi.... Umi dan Riyan... Serta semua temen PKLku...
__ADS_1
Malam sudah semakin larut...
Umi dan Riyan mohon diri untuk pamit pulang....
"Terima kasih umi... Umi sudah ke sini... Aku sangat merindukanmu mi... Ati2 di jalan yah mi... "Ucapku memeluk erat umiku itu...
"Iya nak... Kamu baik-baik yah di sini jangan lupa makan... Minum dan sholat... "Ucapnya
"Iya mi... "
Aku mengantar umi ke mobil Riyan... Saat umi masuk Riyan menghampiriku...
"Aku pulang dulu yah Meira... Jaga diri baik- baik... Mata- mataku ada di rumah itu... "Dia tersenyum manis sekali...
"Iya mas... Ati- ati yah... Jangan lupa anterin umi sampai rumah... Aku sangat khawatir... Dan juga aku mau ngucapin terima kasih buat kamh mas... Kamu sudah membawa umiku ke sini... Kamu memang lelaki yang baik mas... " ucapku menonjolkan lesung pipitku di pipi...
Mas Riyan terpukau dengan senyum ku itu... Dan dia ikut tersenyum juga...
"Nak Riyan ayo... Udag malam ini... Kami pergi dulu ya sayang"ucap umiku nenghentikan tatapan kami...
"Oh iya mi.. Ayo... "
Mas Riyan masuk ke dalam mobil... Sedang aku melambaikan tanganku... Sampai body mobil mewah itu hilang... Baru aku masuk...
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading guys .. Jangan lupa like komen dan vote juga biar berkembang novel ini... Dan jangan lupa baca juga novel ke pertamaku... " suamiku suami pilihan ortuku" ada mas Rizki dan mbak Difa di sana...