Cinta Karena Dosa

Cinta Karena Dosa
Episode 47


__ADS_3

Akhirnya kata " SAH.... " itu terdengar....


Tak disangka aku sekarang menjadi istri Riyan Adi Pratama... Tergurat aura bahagia di wajah Riyan dan keluarga nya.... Tapi berbanding terbalik di wajah keluarga ku... Terlihat jelas gurat kesal... Kecewa... Dan kemarahan...


"Selamat mas dan mbak sudah sah menjadi sepasang suami istri... Saya doakan semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah.. Amin"Ucap pak penghulu


"Amin... Terima kasih pak... "Ucap mas Riyan


Setelah semua selesai... pak penghulu pamit pulang


Aku pun menghampiri Abi yang masih membuang muka melihatku... Aku bertekuk lutut memohon restu kepada Abi dan Umi ku itu...


"Abi Umi ... Meira minta restu Abi dan Umi... Biar Meira bisa menjalani kehidupan baru ini dengan lancar dan bahagia ... "Ucapku memohon


"Sudah...Gak usah kamu minta restu- restu kami... Mulai sekarang kamu bukan lagi anak Abi.... Abi sudah sangat kecewa sama kamu!!! Lebih baik sekarang enyah dari hadapan Abi!! "Ucap Abi penuh kemarahan


"Tapi bi... Meira masih ingin jadi anak Abi... "Ucapku mulai terbata-bata


"Bagi Abi kamu sudah sangat mencoreng nama keluarga Abi... Lagian tugas Abi sudah selesai... Sekarang kamu pergi!!! Bawa suami kamu itu!!! Jangan pernah lagi kamu dan suami kamu menginjakkan kaki di rumah ini lagi... !!! " Abi pun pergi meninggalkan ku yang masih dalam posisi ku...


"Abi... Tolong Abi... Maafkan aku bi... "


Tangisku mulai pecah... Aku menundukkan kepalaku dan badanku...


Melihat itu.. Riyan datang memelukku dari belakang..

__ADS_1


"Sayang... Sudah... Bangun sayang... Kita pulang ke rumah...Sekarang "


Aku tak menjawab... Hanya tangisku yang terus mengalir.


Riyan membantuku berdiri dan terus menuntunku untuk berjalan... Karna rasanya badanku melayang oleh kata- kata Abi ku yang sangat menusuk di hatiku...


Dia membukakan pintu mobil dan menuntunku untuk duduk.. Kamipun pulang... Riyan terus memegang tangaku erat.. Dan sesekali melihat ke arahku... Aku hanya diam perasaanku sangat sedih... Karna aku masih memikirkan keluarga ku yang mungkin sekarang sangat membenciku...


**************


Sesampainya di rumah...


"Nak... Kamu mau kemana... Makan dulu yah... Kamu kan belum makan.. "Ucap mama Ane


"Maaf ma... Meira hari ini sangat capek... Boleh kan Meira ke kamar sekarang ma " Ucapku


"Tidak perlu repot ma... Meira hanya ingin istirahat saja... Permisi ma "


Aku pergi ke kamar... Menutup pintu dan merebahkan diriku di kasur... Kepalaku terasa sangat pusing... Ku tenggelamkan wajahku di balik bantal... Ku keluar kan semua air mata ku yang terganjal di kelopak mataku... Aku sudah tak tahan lagi dengan keadaan ku sekarang... Seperti ada batu besar di tengkukku...


Di bawah..


"Ma... Meira dimana... "Tanya Riyan


"Dia pergi ke kamar... Kelihatan nya dia sangat sedih Riyan... Dia juga belum makan... Bujuk dia nak... Biar mau makan... Kasihan menantu mama itu "

__ADS_1


" Iya ma... Riyan ke kamar dulu yah... "


Riyan bergegas ke kamar..... Dia mengunci pintu kamar... Meletakkan jas nya di sofa.. Dan ikut merebahkan tubuhnya di sebelahku... Dia mengusap punggungku pelan... Mencium ujung kepalaku dengan lembut...


"Sayang... Sini lihat mas... "


Aku hanya diam tak menggubris...


"Sayangku... Sini... Jangan sedih terus... Sini mas peluk sayang... "


Aku masih tetap diam...


Tiba- tiba Riyan membalikkan tubuhku... Sampai- sampai tubuhku terjatuh... Untung dengan sigap Riyan menarik tanganku dan membuatku jatuh di pelukannya


"Sayang... Maafin mas yah... Mas sudah buat kamu sedih begini... Sudah jangan menangis terus sayang... "


Riyan terus memelukku dan mengusap air mataku... Aku yang mulai nyaman hanya bisa merasakan kehangatan tubuh suamiku itu... Ku balas pelukannya dengan erat... Untuk saat ini aku hanya butuh kenyamanan...


"Sudah sayang... Kamu jangan nangis terus yah... Kamu masih punya aku... Kamu juga punya keluarga aku yang sekarang juga sudah menjadi keluarga kamu... Mereka akan sangat menyayangi mu sayang... Jangan sedih yah... Nanti mas akan coba berbicara lagi sama Abi dan Umi... Kamu tenang saja sayang.... Mas yakin Abi dan Umi sangat menyayangi mu... Dia hanya kecewa... Mas akan buktikan kalau mas yang terbaik buat kamu... Agar orang tuamu bangga sama aku sayang.... "Ucap mas Riyan


Aku hanya mengangguk pelan... Hatiku sedikit plong... Dengar perkataan suamiku itu... Perlahan aku lepas pelukannya... Dan mengusap air mataku...


"Sudah yah Sayang.... Jangan nangis lagi yah... Mas gak mau istri mas ini bersedih... Mas akan berusaha membuatmu bahagia sayang... "


" Terima kasih mas... "Ucapku lirih...

__ADS_1


"Sini mas peluk lagi... Biar kamu merasa lebih tenang... "


Aku hanya tersenyum dan menuruti kemauan suamiku itu... Aku larut dalam kenyamanan ini.....


__ADS_2