Cinta Karena Dosa

Cinta Karena Dosa
Episode 71


__ADS_3

Aku bangun dengan tubuh letih dan lunglai.. Mas Riyan seperti tidak memberiku jatah untuk berhenti sejenak... Tapi aku tidak marah.. Aku anggap ini hadiah buat suamiku yang sudah bersabar selama hampir satu tahun menanti penyatuan ini... Aku mengusap lembut wajah tampan suamiku itu.. Betapa garang dan gagahnya saat dia memacu tubuhku ini.. Aku telusuri dada bidangnya ku cecap harum wangi khas parfum mas Riyan.. Aku mencari handphone ku.. Betapa kagetnya aku jam sudah menunjuk ke angka setengah 9..


"Sayang... Ayo bangun.. Ini sudah jam setengah 9.. Nanti kamu terlambat "Ucapku lembut sambil memainkan rambut ikalnya..


"Cium dulu.. Baru aku bangun sayang.. "


"Mas... Ihhh ayo cepet bangun nanti kamu terlambat lho.. "


"Gak mau.. Ayo cium dulu baru aku mau bangun.. "


Tak tunggu perintah ke tiga kalinya... Aku mencium bibir seksi suamiku itu.. Ku jelajahi bibirnya.. Ku gigit sedikit agar terasa ciuman ku.. Matanya yang semula merem langsung melek.. Dia membuka mulutnya dan ikut meramaikan khasanah perciuman kami... Tangannya yang semula diam.. Sekarang sudah aktif kembali menelusuri jejak tubuhku yang mulus tanpa hambatan...


"Sayang... Satu ronde lagi yah?? "


"Mas... Ini sudah jam setengah 9... Kalau kita main lagi.. Nanti kamu terlambat.. Kamu belum sarapan dan juga belum siap- siap.. Kapan- kapan lagi yah sayang.."


"Tapi.. Aku akan jauh darimu sayang.. 1 bulan lho.. "


"Mas.. Meira janji akan menjaga surga mas ini sampai mas kembali lagi ke Indonesia... Mas juga jaga yah buat Meira.. "


"Pasti sayang.. Sebentar saja sayang boleh kan?? "


Aku menggeleng pelan sambil tersenyum melihat bibir monyong itu sudah terlukis indah di wajah suamiku itu..


"Ya sudah sebagai gantinya.. Aku akan mandiin mas Riyan gimana?? "


"Baiklah... Ayo mas gendong.. "


Mas Riyan menggendongku ke kamar mandi.. Aku memeluk lehernya dengan kuat agar tidak jatuh... Entah apa yang merasuki suamiku itu?? Padahal sudah semalam di tambah pagi tapi dia juga tidak merasa lelah sedikitpun.. Padahal aku yang hanya menikmati nya saja rasanya rontok semua badan ini..


Sesampainya di kamar mandi aku memandikan suamiku itu dengan lembut dan hangat.. Sesekali ku cium punggungnya.. Sekarang gantian aku yang di bersihkannya... Kami cukup lama di bath up.. Menikmati detik waktu yang tersisa sebelum mas Riyan pergi..


Selesai mandi aku keluar terlebih dahulu untuk menyiapkan baju untuk mas Riyan... Untung saja aku bawa bekal tadi malam sebelum berangkat ke hotel..


Aku memakai bajuku sebentar betapa terkejutnya aku ada banyak bekas merah lebam di sekujur tubuhku.. Apa lagi bagian leherku... Seketika aku berlari menangis saat suamiku itu sudah keluar..


"Kenapa sayang.. Kamu kog nangis.. Apa ada yang sakit?? "Tanya nya cemas..


"Mas.. Ini bekas apa mas?? Kog sampai merah lebam seperti ini banyak sekali lagi... Aku takut mas.. 😭😭😭"


"Hahahha kamu lucu sekali sih sayang... Ini namanya kissmark ... Kamu gak usah takut... Itu tandanya kamu sudah benar- benar menjadi milikku sayang.. "

__ADS_1


"Masak iya gitu mas?? "


"Iya sayang... Udah nanti juga hilang sendiri.. Jangan nangis lagi yah.. "


"Emmm baiklah... "


"Kamu lapar tidak... Kita sarapan di hotel dulu baru kita pulang ok istriku sayang.. "


"Iya mas aku ikutin apa kata kamu saja"


Mas Riyan mencium keningku sayang..


Tak lama pelayan yang menghantar pesanan mas Riyan datang membunyikan bel...


Mas Riyan bergegas membuka kamar dan mengambil makanannya..


"Ini sesuai pesanan sayakan.. "


"Iya pak... Selamat menikmati "Ucap pelayan itu


"Ok terima kasih.. "


Mas Riyan membawa satu nampan makanan buat kami berdua



"Hehehe terima kasih sayang.. "


Kami menikmati hidangan tersebut.. Walau hanya sepotong roti dan telur tapi rasanya tetap nikmat apalagi ada pemandangan yang menyejukkan mata...


(Siapa lagi kalau bukan pangeran tampanku mas Riyan hehehe..)


##########################


Kami pulang dari hotel itu... Yang aku bingung mas Riyan tak perlu bayar sama sekali... Bahkan semua karyawan serta manager di hotel itu terlihat sangat welcome dengan suamiku itu... Apa mungkin dia pelanggan tetap hotel itu?? Pikirku


Kami sampai di rumah jam setengah 10.. Mama dan Denis yang menyambut kami terlihat sumringah saat kami datang...


"Waduh Ma.. Ada yang habis pecah telor tadi malam.. Baunya wangi sekali yang habis keramas.. "Goda Denis


"Denis... Kamu itu.. Tapi kelihatannya kakak ipar kamu kelelahan sekali yah... Waduhhh sudah berapa ronde tuh.. "Mama Ane ikut menggoda ku

__ADS_1


Aku yang di goda oleh dua orang itu hanya tersenyum malu...


"Gimana Riyan berhasil kan "Ucap Mama


"Berhasil dong Ma... Doain semoga sebentar lagi Mama punya cucu yah.. "Ucap mas Riyan yang ikut menggoda ku


"Amin.. "Ucap Mama dan Denis secara bersamaan..


"Ihhh Mama.. Jangan gitu dong.. Meira kan malu... Kamu juga Denis.. Awas yah.. "Ucapku


"Hehehehe ampun kak.. "


"Ya sudah kamu berangkat jam berapa ke Bandara.. "Ucap Mama


"Jam 10 Ma.. "


"Ya sudah sana siap- siap.. Kami antar ke Bandara.. "


"Ok Ma.. Ayo sayang.. Bantuin mas.. "


"Iya mas.. "


Aku mengekor ke suamiku itu.. Aku ikut membantu membantunya siap- siap..


Setelah selesai.. Aku peluk suamiku itu.. Dan menangis di dadanya..


"Hati- hati mas... Jangan lupa terus kasih kabar yah ke Meira... Meira akan selalu menunggumu sayang.. "Ucapku sendu


"Sayang... "


Mas Riyan tak bisa berkata- kata.. Dia hanya mempererat pelukan ku...


Tok.. Tok... Tok...


"Riyan... Kalian ngapain sih.. Nanti terlambat lho.. "Ucap Mama


"Iya Ma.. Sebentar "Jawab mas Riyan..


Kami pun bergegas keluar


"Ayo ini sudah hampir waktu nya kamu berangkat.. "Ucap Mama...

__ADS_1


"Iya Ma.. "


Kamipun bergegas ke mobil.. Mas Riyan membawa dua koper.. Satu untuk baju.. Dan satunya lagi untuk alat kantor nya... Kami pergi ke Bandara karna waktu sudah sangat mepet...


__ADS_2