
Hanya butuh 10 menit mas Riyan sudah sampai di rumah sakit...Dia berlari menuju UGD untuk melihat keadaan istri dan anaknya...
"Bagaimana Ma Operasi Meira... Bagaimana keadaan nya Ma..."Ucap mas Riyan
"Hiks...hiks...Kamu yang sabar yah...Anak kamu sudah di bawa ke ruang jenazah...Sedang Meira masih dalam kondisi kritis nak..."Ucap Mama sambil menangis memeluk tubuh mas Riyan
"Ya Allah betapa berat cobaan yang Engkau berikan kepadaku...Engkau sudah mengambil nyawa anakku yang masih belum lahir...Jangan Engkau tambah lagi dengan kondisi istriku ..."Doa mas Riyan di depan UGD
Tak lama dokter Yuni yang memeriksa ku menghampiri mas Riyan...
"Maaf pak...Itu bagaimana dengan jenazah anak bapak...Apa bapak tidak mau melihat untuk terakhir kali nya..."Ucap dokter itu
"Iya dok...Saya mau melihat anak saya...Ayo Ma kita lihat jenazah anakku..."Ucap mas Riyan dengan tertatih
"Iya nak..."Ucap Mama yang masih terus menangis...
"Ya sudah mari saya tunjukan.."Ucap dokter Yuni itu
Mas Riyan dan Mama pun mengikuti jejak langkah dokter itu dengan langkah lunglai...
__ADS_1
"Ini pak...Anak bapak sangat cantik...Semoga bapak dan ibu tabah yah...Saya permisi dulu..."Ucap dokter Yuni
"Iya dok..."
Sedang di kantor polisi...Tasya di seret masuk oleh 2 polwan...Pak Alex sebagai pengacara mas Riyan mengurusi semua berkas untuk memperkarakan kejadian ini...
"Lepas!!!! Saya tidak bersalah pak...Saya hanya ingin mempertahankan cinta saya...Makanya saya melakukan hal itu..."Teriak Tasya di depan penyidik...
"Tolong mbak diam!!! Gak usah teriak- teriak ..Memangnya kamu kira ini hutan hah!!!"Ucap penyidik emosi Karna Tasya membuat keributan di kantor polisi...
"Ini semua berkas penuntut...Saya ingin mbak ini di penjara dengan berat pak...Karna dia sudah menganiaya seorang ibu hamil sampai membuat anaknya meninggal..."Ucap Pak Alex
"Baik pak Serahkan semua ini kepada kami ...Untuk sementara mbak ini akan kami tahan di sel yang ada di sini....Untuk tindakan selanjut nya bapak cukup memberikan informasi yang lengkap tentang kronologi nya yah.."
Pak Alex pun berlalu dia berniat untuk pergi ke rumah sakit dimana mas Riyan berada untuk melaporkan keadaan tentang kasus ini...
"Bu....Tolong bawa wanita ini ke penjara!!!!"
"Baik Pak..."
__ADS_1
Dua polwan itu pun meneteng tangan Tasya...
"Lepasin...Saya tidak bersalah....Lepasin saya..Atau kalian akan menyesal..."Teriak Tasya...
"Sebaiknya ibu diam!!!! Atau kami akan berlaku kasar kepada ibu..."Ucap salah seorang polwan itu...
Seketika Tasya diam...Polwan itu membukakan pintu tahanan untuk Tasya... Dia menghempas tubuh Tasya agar masuk ke dalamnya...Terlihat muka garang dan menyeramkan dari para penghuni sel tahanan itu...
Di rumah sakit....
Mas Riyan dan Mama menghampiri jenazah tubuh mungil itu...
"Ya Allah anak Papa...Kamu cantik sekali...Kamu mirip sekali dengan Mama...Kenapa kamu harus meninggalkan Papa dan Mama terlebih dahulu sayang....Lihat Ma...Anak Riyan sangat cantik kan??? Persis kayak Meira..."Tangis mas Riyan pecah...
"Iya nak... Dia mirip sekali dengan Meira..."Ucap Mama yang ikut menangis pilu
Mas Riyan mengambil tubuh mungil itu...Dia memeluk erat tubuh dingin anaknya itu
"Bangun sayang... Kamu gak mau tinggal di sini sama Papa dan Mama...Disini juga ada Nenek Ane...Ada Nenek umi... Kakek Abi...dan juga Om Denis yang menunggu mu...Jangan tinggalin kami sayang..."Ucap mas Riyan berharap ada keajaiban untuk anaknya...
__ADS_1
Mas Riyan terus saja memeluk dan menciumi anaknya itu dengan tangis yang terus mengguyur....
Sungguh siang itu bagaikan bencana bagi mas Riyan... Seandainya dia tahu kalau ini akan terjadi...Dia tidak akan mungkin meninggalkan istri dan anaknya di toko kue itu sendirian...