Cinta Karena Dosa

Cinta Karena Dosa
Episode 45


__ADS_3

Keesokan harinya...


Riyan sudah siap dengan hari pernikahannya... Dia terlihat tampan dengan setelan baju putih dan celana hitam serta jas hitam... Dengan gaya rambut yang cool...



Dia membawakanku gaun putih panjang lengkap dengan hijabnya... Dia juga menyewa MUA hits di kota itu...


"Sayang... Kamu pakai baju ini... Dan Zahra yang akan make up in kamu... Dia itu adek ponakan aku.... Aku.. Mama dan Denis tunggu di bawah yah... "Ucap Riyan


"Iya mas... "Ucapku lirih


Aku sekarang hanya bisa pasrah... Mungkin ini jalan yang sudah di tentukan oleh Allah untuk kehidupanku


"Bismillahirrohmanirrohim "Ucapku meyakinkan diri ku sendiri..


Aku berganti pakaian gaun itu di bantu oleh mbk zahra..yang di tugaskan untuk memake up. I ku...


"Mbak aku ingin make up nya natural saja yah... Aku gak suka yang berlebihan... "Ucapku


"Baik mbak... Tenang saja... "


"Ok mbak makasih... "


Dia mulai memolesi wajahku dengan bermacam bedak...dan lipstik.... Baru setelah itu dia menata jilbabku sesimpel mungkin....


"Gimana mbak... Suka gak... "


"Iya mbak suka sekali... Simple... Dan natural... Makasih mbak.... "


"Iya mbak sama- sama....Aku foto dulu yah mbak... Baru kita turun... Buat testi.... "


"Iya mbak terserah mbak saja... "Ucapku menurutinya


"Ya Allah mbak.... Kamu cantik banget... Natural...Pasti mas Riyan tambah cinta sama mbak Meira.... Sebentar Background nya aku edit dulu mbak biar sempurna.... "

__ADS_1


Aku hanya tersenyum mendengar perkataan mbak Zahra itu...


"Ini hasilnya mbak... Bagus gak... "Ucapnya menunjukkan fotoku


"Bagus mbak... "


"Ayo kita ke bawah... Pasti tante Ane... Mas Riyan... Dan mas Denis udah nungguin... "


"Iya mbak... "



Aku turun di dampingi oleh Zahra....


"Gimana mas...Mbak Meira cantik kan... "Ucap Zahra setelah sampai di bawah...


"Ya Allah Ra.... Cantik banget.... Dandanannya simple... Natural... Tapi sangat istimewa... Makasih Ra... "Ucap Riyan yang langsung berdiri dan menatapku Spheecles


"Iya Riyan... Sungguh cantik calon menantu mama ini... Kamu memang tidak salah pilih... "Ucap mama Ane menghampiriku...


"Nak... Kamu sudah siap kan... "Ucap mama Ane memegang tanganku


"Insyaallah ma.... Meira sudah pasrah... Kalau memang mas Riyan jodoh Meira... Meira mencoba menerima.. "Ucapku menundukkan wajahku


"Alhamdulillah... Terima kasih nak... "Ucap mama Ane yang terharu dan langsung memelukku...


"Iya ma... "Ucapku lirih dalam pelukan mama Ane...


"Kak... Jaga Meira... Dia wanita yang baik... Dia juga wanita yang spesial... Jangan pernah kakak menyakiti nya... Dia temanku lho kak.. "Bisik Denis


"Tentu dek... Kakak mu ini akan berusaha membuatnya selalu bahagia sama kakak.... Awas kamu godain Meira... "


"Ya boleh lah... Godain sedikit... "


"Awas saja kalau Meira sampai tak betah di rumah ini gara- gara kamu... Kakak usir kamu... "

__ADS_1


"Widihhh.. Tega banget sih kak... "


"Hahahahha "


"Ya sudah ayo sayang... Kita berangkat "


"Iya mas... Bismillahirrohmanirrohim "


Kami berangkat... Tidak membawa banyak saudara.... Cuma aku... Mas Riyan...mama Ane.... Denis.... Dan Zahra...


Kami berangkat menggunakan dua mobil... Mobil pertama untuk aku dan mas Riyan....


Dan mobil ke dua ada Denis... Mama.... Dan mbak Zahra... Serta beberapa bingkisan lamaran... Seperangkat alat sholat... Satu set perhiasan emas.... Cincin nikah dan uang mahar sebesar 100 juta di dalam 2 ATM ....






Kami pun sampai di rumah Abi dan Umi....


Nampak rumah Abi dan Umi sepi... Cuma ada dua mobil yang tak asing bagiku....


Iya itu mobil Aldi.... Dan yang satu lagi mobil ibu dan bapak nya... Aku gemetar... Entah apa yang akan terjadi.... Aku takut akan ada pertengkaran diantara dua lelaki itu.... Aku larut dalam lamunanku


"Ini kan mobil Aldi.... Buat apa dia datang kemari... Apa Aldi yang Meira maksud dulu itu...??? Aldi Anugerah Santoso.... Sahabatku... Aku harus pastikan sendiri"gumam Riyan


"Emmm sayang... Ayo masuk... Pasti Abi dan Umi sudah menunggu... "Ucap Riyan membuyarkan lamunanku


"Emmmm... Iya mas.. "Ucapku yang masih campur aduk...


Kamipun masuk ke dalam rumah... Dengan membawa seserahan itu..... Aku sebenarnya hanya ingin seperangkat alat sholat untuk maharnya... Tapi aku tak tau kalau Riyan memberikan satu set perhiasan dan lainnya itu... Aku hanya pasrah saat dia menanyakan ku tentang seserahan itu...

__ADS_1


__ADS_2