Cinta Karena Dosa

Cinta Karena Dosa
Episode 68


__ADS_3

Sore itu...


Mas Riyan memang pulang cepat... Dia menghampiriku yang sedang memasak di dapur... Dia memberi kode kepada bi Yam untuk pergi... Bik Yam menurut saja apa kemauan tuannya itu.. Dia berlalu dengan senyum yang menghiasi wajahnya..


Tanpa basa basi mas Riyan memelukku erat dari belakang... Sontak aku yang di peluk secara tiba- tiba terperanjat dan menoleh ke arah belakang..


"Mas Riyan?? Kapan kamu pulang??Lepasin mas?? Malu tau sama bik Yam "Ucapku sambil berusaha melepas pelukan itu


"Emmm barusan sayang.. Kenapa harus malu.. Cuma tinggal kita berdua kog.. "Jawabnya dengan nada santai


"Tapi nanti kalau ada Mama atau bibik masuk gimana?? "


"Gak akan sayang.. Mas sudah usir bik Yam dari dapur... Hehehe"


"Dasar.. Mas sudah mandi belum?? Kalau belum..Mandi dulu sana.... Bau tau... "


"Emmm ayo mandiin.. "


"Mas ihh kamu kan bisa mandi sendiri.. Udah lah jangan manja.. Mandi sana... "Ucapku mulai kesal kepada suamiku itu


"Enggak mau.. Kalau kamu ikut ke kamar mas mau mandi.. Kalau gak biarin aja aku terus di sini mengganggu kamu masak.. "


"Mas... Ini belum mateng.. Nanti kalau mateng aku susul yah.. Kamu duluan aja ke kamar.. "


"Enggak mau.. Ayolah sayang.. Besok mas kan udah mulai di London.. Ayolah bidadariku.. "Ucapnya dengan muka memelas


"Emmm trz ini siapa yang nerusin mas.. "


Tiba- tiba suara Mama muncul dari samping tembok dapur..


"Biar Mama yang nerusin masak... Kamu turutin saja apa kata suami kamu yah.. "


"Ehh Mama.. Sudah lama Ma di situ"Ucapku dengan muka memerah karna malu kepergok bermesraan di dapur

__ADS_1


"Iya.. Sejak Riyan masuk tadi.. Tapi tenang Mama tidak lihat kalian bermesraan di dapur kog.. Udah lanjutin saja di kamar.. Biar leluasa.. "Ucap Mama dengan senyum khasnya


"Mama.. Meira kan jadi malu..Lihat tuh mukanya sudah merah seperti tomat "Ucap mas Riyan membuat rasa malu ku semakin membesar..


Aku yang sudah mulai kesal mencubit pinggang suamiku itu dengan keras..


" Awwww... Sakit sayang.. "Ucapnya sambil mengelus pinggang yang aku cubit


"Heheh.. Gpp nak.. Justru Mama suka kalau kalian akur seperti itu.. Udah sana.. "


"Emm baik Ma.. "


Aku berjalan mendahului suamiku yang tertawa melihatku malu seperti itu... Dia mengikuti ku dari belakang.. Sambil terus memegang pinggangnya...


"Terima kasih Ma " bisik mas Riyan


Sesampainya di kamar.. . Aku langsung buka pembicaraan


"Mas.. Kamu kenapa sih seneng banget kayaknya membuat aku malu di depan Mama... "


"Tapi mas.. Ya gak di dapur juga kali... Aku kan jadi gak enak sama Mama mas.. "


"Gak enak gimana sih sayang... Mama justru seneng melihat kemesraan kita.. Tadi Mama bilang sendiri kan?? "


"Sudahlah... Percuma berdebat dengan mu.. Ayo kamu mau aku layanin apa mas?? "


"Emmm beneran?? Kalau layanin di ranjang mau?? "


"Mas... Jangan aneh- aneh deh... Ini sudah sore... aku mau bantu Mama lagi.. Kasihan Mama "


"Mama sudah ada yang bantu sayang.. Tapi mas gak ada yang bantu.. Ayolah bantu mas... Sebentar saja.. "


Jujur aku memang mulai mencintai suamiku itu.. Tapi kalau untuk masalah ranjang.. Aku masih belum siap.. Apalagi di rumah itu banyak penghuninya.. Aku tidak mau mereka berfikir yang tidak- tidak kepadaku..

__ADS_1


"Sayang kog bengong.. Kamu mau kan sayang?? "


"Mas.. Jangan sekarang yah.. Aku masih belum siap.. Lagian di rumah ini masih banyak orang.. Aku malu mas. "


"Emmm kenapa harus malu.. Kita sudah sah sayang.. Mereka juga sudah faham kog kalau kita melakukan nya.. "


"Mas.. Tolong lah.. Mengerti aku mas.. Aku janji.. Kalau aku sudah siap.. Aku akan menyerahkannya kepadamu.. "


"Emmm baiklah... Aku mau mandi dulu.. Kamu boleh bantuin Mama sekarang.. "


"Mas... Jangan marah dong.. "


"Mas gak marah sayang.. Sudah sana.. "


Dia berdiri dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi.. Aku yang merasa tak enak... Langsung memeluknya dari belakang..


"Maaf mas.. "Ucapku lirih


Dengan cepat dia membalikkan badannya dan mencium bibirku lembut...Semakin lama semakin terasa.. Dia sangat lihai dalam memainkan bibir kecilku itu membuatku mulai membalasnya.. Kami bermain saling menggigit dan bertukar saliva... Sampai- sampai kami berdua ngos- ngosan karena ciuman itu... Setelah menarik nafas.. Kami melakukan nya lagi.. Karna aku merasa nafsu mas Riyan sudah memuncak aku menyudahi ciuman itu..


"Mas.. Sudah yah.. "


"Emmm baiklah.. "


"Maaf yah mas.. Kamu tidak marah kan?? "


"Tidak sayangku.. Mas sudah berjanji tidak akan memaksamu.. Mas akan menunggu mu siap.. Dan menyerahkannya sendiri kepadaku..Dengan penuh rasa cinta dan Tanpa ada paksaan.. Mas tidak mau kejadian malam itu terulang lagi.. Mas mencintaimu Meira.. "


Ucapnya yang di akhiri dengan ciuman di keningku..


"Emmm makasih mas.. Kamu memang suami terbaik buat aku.. "


"Ya sudah mas mandi dulu yah... "

__ADS_1


"Iya mas.. "


__ADS_2