Cinta Karena Dosa

Cinta Karena Dosa
episode 122


__ADS_3

Semakin lama perut ku terlihat semakin membuncit...Tak terasa umur kandunganku sudah 18 Minggu...Artinya kehamilan ku sudah berumur 4 bulan lebih...Sesuai adat dan tradisi kami akan mengadakan acara "Neloni" Sebagai tanda syukur kami sudah di beri anugerah terindah yang Allah titipkan di dalam perutku ini...


Mama mengundang keluarga dan tetangga terdekat...Mas Riyan mengundang karyawan kantor nya juga...


Acara itu di gelar cukup mewah dan meriah...Akan banyak sekali tradisi yang di jalankan...Terlihat sekali mas Riyan begitu antusias dalam menggelar acara " Neloni" tersebut...


Saat ini aku sedang berada di kamar untuk mempersiapkan diri di acara itu...Sekilas bayang- bayang Umi dan Abi melintas di depan mataku...


"Ya Allah betapa senangnya bila ke dua orang tuaku bisa hadir dalam acara ini.."Ucapku pelan tak terasa air mata ini sudah menetes begitu saja ...


Mas Riyan yang kebetulan masuk melihatku termenung dan menangis di depan cermin...Dia menghampiri ku dan memeluk tubuh ku dari belakang...


"Kenapa sayang..kog kamu menangis???"Ucap mas Riyan pelan


"Mas..."Ucapku menoleh ke arahnya


"Iya sayang..Kamu kenapa??? Apa ada yang sakit??? "Ucap nya lagi sambil mengusap air mata ku yang terus mengalir...


Aku menggeleng pelan menundukkan kepalaku...


"Terus kenapa???Cerita sama mas sayang???.."Ucapnya lagi


Aku menarik nafas dalam-dalam berusaha untuk menceritakan semua kemelut yang ada di fikiranku...


"Mas...Aku kangen sama Umi dan Abi... Seandainya saja Umi dan Abi mau datang ke acara ini..Pasti acara ini akan lebih lengkap mas..."Ucapku tertatih-tatih


"Ya Allah..Jadi kamu ingin Umi dan Abi datang ke sini???"


Aku mengangguk pelan...


Mas Riyan mengangkat wajahku seraya mengusap air mata yang masih saja menetes...


"Mas akan berusaha untuk membawa Umi dan Abi ke acara ini sayang...Kamu jangan sedih yah.."Ucapnya


"Tapi bagaimana caranya mas.???"


"Sudah kamu gak usah fikirin itu..Yang sekarang kamu harus lakukan kamu harus mendoakan ku selalu agar Allah melunak kan hati Abi...Mas akan pergi dulu...Kamu baik- baik di rumah..Jangan menangis lagi sayangku..."Ucap mas Riyan mempererat pelukannya dan mencium ujung kepalaku mesra ..


"Iya mas...Hati- hati.."


"Iya sayang ..."


Mas Riyan pergi dari kamar..Dia bertekad untuk membawa mertuanya itu ke acara "Neloni" ini

__ADS_1


"Pokoknya aku harus bawa Abi dan Umi ke sini..Walau bagaimana cara nya akan aku lakukan..."Batin mas Riyan


Dia segera menuju teras yang sudah sesak dengan semua dekorasi cantik yang siap di pasang...


Mama yang melihat gelagat anak lelakinya itu segera menghampiri nya


"Riyan kamu mau kemana???"Ucap Mama


" Aku mau ke rumah Umi dan Abi Ma...Kasihan Meira dia menangis karna ingin ke dua orang tuanya itu hadir dalam acara ini... Doa in aku yah Ma..Semoga aku berhasil membujuk mereka.."Ucap mas Riyan


"Iya nak...Pasti Mama doakan...Semoga kamu berhasil meluluhkan hati mereka nak...Mama juga kasihan sama Meira setiap saat selalu bersedih memikirkan ke dua orang tuanya...Bawa mereka nak..."Ucap Mama


"Iya Ma... Insyaallah..Aku pamit dulu.."Ucap mas Riyan seraya mencium tangan Mama nya itu


"Iya nak Hati-hati.."


Mas Riyan segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya ke arah rumah mertuanya itu....


Di dalam mobil tak henti-hentinya dia berdoa agar bisa berhasil membawa mertuanya itu dan meluluhkan hati mereka...Walau sebenarnya ada perasaan takut gagal tapi dia tetap optimis...


20 menit berlalu...Kini sudah sampailah mas Riyan di hadapan rumah mertuanya itu...Terlihat mobil hitam dan gerbang yang di tutup menandakan kedua nya ada di rumah...


Mas Riyan menarik nafas dan mencoba membuka pintu pagar rumah ku itu...Dia berjalan ke arah teras rumah dan mengetuk pintu besar tersebut...


Satu kali masih belum ada jawaban...Dia mencoba lagi...Sampai tiga kali baru ada jawaban...


"Waalaikum salam.."Seorang perempuan paru baya membukakan pintu


"Umi..."Ucap mas Riyan segera mencium tangan mertua nya itu


Sedang Umi merasa terkejut dengan kedatangan menantu nya itu...


"Riyan...Kamu ngapain kesini nak??? Abi sedang ada di rumah...Mana istri kamu???"Ucap Umi panik


"Meira ada di rumah Umi... Kedatangan saya ke sini ingin menemui Abi dan Umi..Karna saya ada perlu dengan kalian... Bolehkan saya masuk Umi.."Ucap mas Riyan


"Tapi nak... Umi takut Abi akan marah sama kamu..."


"Tidak papa Umi..Izinkan saya bertemu Abi... Sebentar saja Umi.."


"Emmm Baik lah ayo masuk.."


Umi dan mas Riyan masuk ke dalam rumah...

__ADS_1


"Kamu duduk dulu nak..Biar umi panggil Abi dulu.."


"Iya Umi..."


Umi masuk ke dalam... Keringat dingin mulai membanjiri leher mas Riyan...Tangannya mulai panas dingin...Dia terlihat gugup...Tak pernah dia segugup ini ...


"Ada apa???"Ucap Abi yang tiba-tiba ada di depan wajahnya...


"Abi...Assalamualaikum.."Ucap mas Riyan seraya mengambil tangan Abi dan menciumnya...


"Waalaikum salam...Ada apa kamu ke sini???"Ucap Abi sinis..


"Maaf Abi...Maksud kedatangan saya ke sini untuk mengundang Abi dan Umi ke acara Neloni Meira...Usia kandungan nya sudah 4 bulan Abi...Dia sangat ingin Abi dan Umi untuk datang ke rumah..." Jelas mas Riyan


"Ya Allah apa benar anakku itu mengandung..Aku akan segera mendapat cucu lagi.."Batin Abi...


"Bagaimana Abi...Abi bersedia kan meluangkan waktu Abi ke acara tasyakuran ini...Kami sangat menanti kehadiran Abi dan Umi disana.."Ucap mas Riyan


"Maaf Abi tidak bisa.."Ucap Abi singkat dan padat


"Tolong Abi... Tolong sebentar saja...Apa yang harus Riyan lakukan agar Abi mau datang ke acara ini...Apa Riyan harus memohon dan bersujud sama Abi...Kalau memang itu bisa membuat Abi datang akan Riyan lakukan.."


Mas Riyan berjongkok di hadapan Abi sambil menunduk kan kepalanya menangis ...Umi yang melihat itu merasa tidak tega dengan mas Riyan


"Jangan begitu nak...Ayo bangun...Kami akan datang ke rumah mu...Kapan acaranya???"Ucap Umi...


Mas Riyan melihat ke arah Umi...


"Nanti malam Umi.."


"Insyaallah kami akan datang..."Ucap Umi


"Pokoknya Abi tidak akan datang!!!"Ucap Abi yang segera pergi dari hadapan mas Riyan


"Ayo bangun nak..."Ucap Umi yang ikut menangis melihat apa yang dilakukan oleh menantunya itu..


"Tolong lah Riyan Umi...Kasihan Meira nangis terus...Dia kangen sama Umi dan Abi . Tolong Riyan Umi.."Ucapnya yang tersekat derasnya air mata yang jatuh dari matanya...


"Iya nak insyaallah..Umi akan bicara sama Abi...Kamu pulang lah...Temani istri kamu yah..."


"Baik Umi.. Terima kasih..Riyan pamit dulu.. Assalamualaikum..."


"Waalaikum salam..."

__ADS_1


__ADS_2