Cinta Karena Dosa

Cinta Karena Dosa
Episode 90


__ADS_3

Sesampainya di rumah...


"Ma..Aku dan istriku masuk kamar dulu yah... Rasanya pegel sekali badan ini... "Ucap mas Riyan


"Iya nak... "


"Selamat malam Ma.. "Ucapku


"Selamat malam sayang... "


Aku dan mas Riyan masuk ke dalam kamar...


"Awwww... "Rintihku


"Kenapa sayang?? "Ucap mas Riyan


"Ini mas... Perut aku tiba- tiba sakit... "Rintihku lagi


"Lho kog bisa sih sayang...Mana yang sakit...Mas gendong kamu ke ranjang yah... "


Mas Riyan menggendongku menuju kamar... Sedang aku masih saja meringis kesakitan... Mas Riyan menurunkanku perlahan di atas ranjang..


"Awww... Stttt... Sakit mas.. "Ucapku sambil memegang perut ku


"Mana yang sakit sayang... "


"Ini mas perut aku... Aduhhh sakit banget mas... "


"Ya Allah.... Sini mas kasih minyak kayu putih dulu perutnya yah... Biar enakan.. "Ucap mas Riyan sambil mencoba menggosokan minyak itu ke perutku


"Uekk... Uek... Bau banget sih mas minyak nya... Rasanya perut ku semakin sakit... "


"Terus.. Gimana sayang... Mas panggil Mama dulu yah"


"Mas... Anter aku ke kamar mandi dulu.. Aku mau muntah mas.. "Ucapku sambil menutup mulutku


"Iya ayo sayang.. Mas gendong saja.. "

__ADS_1


Mas Riyan dengan cepat menggendongku ke kamar mandi... Aku yang sudah tidak tahan langsung memuntahkan semua apa yang aku makan di wastafel... Mas Riyan memijat tengkukku agar aku merasa lebih baik..


"Minum mas.. Minum.. Uekkk... Uek... "Rintihku lagi


"Ya sayang.. Sebentar yah.. Mas ambilkan dulu... "


Mas Riyan berlari menuruni tangga dan dengan cepat mengambil segelas air putih di dapur... Mama yang mendengar suara gaduh kaki mas Riyan segera keluar dari kamarnya.. Begitu juga dengan Denis


"Ada apa sih nak?? Kog kamu seperti kebingungan gitu.. "Ucap Mama


"Iya nih.. Ganggu orang tidur aja... Hoooaaammmmm"Ucap Denis sambil menguap


"Itu Ma.. Meira tiba- tiba sakit perut.. Sekarang malah dia muntah- muntah... Aku ke atas dulu yah Ma.. Kasihan Meira dia tadi minta minum.. "Ucap mas Riyan bergegas naik menuju kamar..


"Ya Allah... Kog bisa sih nak... "Ucap Mama ikut panik dan bergegas menyusul mas Riyan


Mas Riyan masuk ke kamar dan bergegas menuju kamar mandi..


"Sayang... Ini kamu minum dulu.. "Ucapnya menyodorkan segelas air putih itu


"Iya mas... Terima kasih.. "Ucapku lirih


"Uekkkk... Uekk... "


"Ya Allah sayang... Kenapa jadi begini sih.. "Ucap mas Riyan sambil terus memijat - mijat tengkukku


"Meira sayang.. Kamu kenapa nak?? "Ucap Mama Ane yang langsung masuk ke kamar mandi


Aku tak bisa menjawab pertanyaan Mama karna mualku datang lagi


"Uekkk... Ueekk... Sakit mas... "


Mulutku terasa pait.. Karna yang aku makan sudah keluar semua tinggal cairan- cairan pait


"Ya Allah... Sudah sayang..... "


"Sudah mas... Aku mau ke ranjang aja.. "

__ADS_1


"Ya sudah biar mas gendong saja.. "


Aku hanya menurut karna tubuhku sudah sangat lemas.. Mama mengikuti langkah kami... Mas Riyan menurunkanku lagi ke atas ranjang...


"Riyan cepat telpon dr. Asti.. Kasihan istri kam... Lihat dia sangat pucat Riyan.. "Ucap Mama


"Iya Ma.. Titip Meira yah Ma.. Aku mau telpon dr. Asti dulu.. "


"Iya nak.. "


Mama segera duduk di sebelahku...


"Sayang... Kamu kenapa nak... "Ucap Mama sambil memijat tanganku pelan..


"Meira gpp kog Ma.. Entah tiba- tiba saja perut Meira sakit Ma.. "Ucapku lemas


"Memang nya kamu habis makan apa sih nak.. "


"Aku cuma makan roti goreng Ma.. "


"Ya Allah... Jangan- jangan.. "Ucap Mama


"Selamat malam tante... Meira kenapa?? "Ucap dr. Asti yang tiba- tiba saja datang dengan mas Riyan


"Malam dok... Tolong cepat periksa anak saya dok... "Ucap Mama


"Baik tante... Biar saya periksa dulu... "


Mama pun berdiri dan dr. Asti segera memeriksa keadaanku...


15 menit kemudian...


"Bagaimana keadaan istri saya dok.. "Ucap mas Riyan


"Alhamdulillah... Meira tidak papa kog... Ini ada resep obat buat Meira... Tolong segera di tebus yah... Kalau masih belum membaik... Bawa ke rumah sakit yah.. "Ucap dr. Asti memberikan resep obat kepada mas Riyan


"Baik dok... Terima kasih... Mari saya antar ke depan... Ma titip Meira dulu yah.. Sekalian aku mau nebus obat untu Meira.. "Ucap mas Riyan

__ADS_1


"Iya sayang... Hati- hati.. "


__ADS_2