Cinta Karena Dosa

Cinta Karena Dosa
Episode 93


__ADS_3

"Bagaimana bu Meira... Apa suka dengan donat yang saya buat?? "Tanya chef Andreas kepadaku


"Suka dan Enak banget chef... Terima kasih sudah membuat donat ini untuk saya.. "


"Syukurlah kalau begitu... Oh ya ngomong - ngomong kapan kalian menikah kog gak ada kabar... Saya juga tidak di undang... "Ucap chef Andreas kepada kami


"Hehehe... Sorry chef... Kami menikah sudah 1 tahun... Memang tidak ada resepsi cuma akad saja... "


"Kenapa begitu pak ?? "


"Itu chef kemaren istri saya masih kuliah... Jadi aku tidak mau mengganggu kuliahnya... "Jawab mas Riyan beralasan


"Ohhh gitu... "Ucap chef Andreas mengangguk


"Iya... "Ucap mas Riyan...


"Ya sudah pak... Saya tinggal dulu yah... Ini sudah waktu jam buka.. "Ucap chef Andreas


"Siap chef... Saya juga pesen 3 kotak donat buat di bawa pulang yah chef.. "


"Ok pak Riyan.. "


Chef Andreas pun berlalu... Aku yang sudah kenyang dengan semua donat itu merasa badanku lebih baik dari sebelum nya


"Mas... Ayo pulang... Aku ingin mandi.. "


"Iya sayang... Sebentar yah mas bayar dulu... Sekalian pamit sama chef Andreas... "


"Iya mas... Aku tunggu di mobil aja yah mas.. "


"Jangan sayang... Kita bareng saja ke mobil... Mas tidak mau kamu kenapa - napa.. Tunggu di sini "


"Emmmm baiklah... "


Mas Riyan bergegas menemui chef


"Chef... Kami pamit dulu yah... Oh ya berapa semuanya chef.. "


"Aduh pak Riyan... Kayak sama siapa saja... Udah itu semua gratis buat bapak "


"Jangan dong chef... Saya jadi gak enak lho... Udah ganggu waktu chef pagi- pagi buta... Saya bayar saja yah.. "


"Sudah pak... Itu semua gratis.. Gak usah bayar... Anggap saja ini sajian buat pengantin baru hehehe... "


"Ah chef bisa saja... Ya sudah lah kalau gitu.. Makasih chef... Kami pamit dulu yah... Sukses buat usahanya.. "


"Iya pak... Terima kasih.. Maaf yah tidak bisa anter ke depan... Ini saya mulai sibuk.. Biasa baru buka.. Salam saja buat bu Meira.. "


"Siap... Kami pergi dulu.. "

__ADS_1


"Ok... Thanks sudah mampir.. Kapan- kapan mampir lagi yah pak.. "


"Siap chef.. "


Mas Riyan pun berlalu membawa 3 kotak donat... Dia menghampiriku dan membopongku ke mobil..


"Mas... Aku bisa jalan sendiri kog.. Gak perlu di bopong lagi.. "


"Sayang... Sudah jangan banyak protes yah... Mas cuma tidak mau kamu kenapa- napa... Ayo.. "


"Emmm baiklah.. "


Mas Riyan membukakan pintu mobil untuk ku dia juga membantuku untuk duduk dan memasangkan sabuk pengamannya juga...


"Terima kasih mas.. "


"Iya sayang... "


Mas Riyan berputar menuju kursi kemudi.. Dan segera melajukan mobil untuk pulang...


"Gimana sayang sudah puas kan makan donat nya.. "


"Udah mas... Tapi kalau masih ada... Aku sih mau makan lagi hehehhe... "


"Dasar kamu sayang... Tapi tidak papa.. Ini mas sudah bawa 3 kotak buat kamu dan Mama.. "


"Iya sayangku... "


Di tepi jalan kami melewati berbagai macam pedagang.. Ada satu pedagang yang sangat menarik bagiku...


"Mas stop!!! "


"Kenapa sayang... "


"Aku ingin itu.. "Ucapku menunjuk seorang kakek yang sedang memainkan sebuah alat musik sambil berjualan


"Ingin apa sayang?? "


"Itu lho mas... Rambut nenek yang di jual kakek tua di seberang sana... "


"Itukan gak higienis sayang... "Ucap mas Riyan


"Tapi aku ingin sekali mas... Lagian juga kasihan kan kakek itu... Walau sudah tua beliau masih bekerja untuk membiayai hidup nya dan keluarganya... Ayolah sayang... Boleh yah... Suamiku kan yang paling baik... "Rayuku


"Emmm baiklah... Tapi mas saja yang belikan ok... Kamu tunggu di sini saja sayang.. "


"Iya mas... Jangan lupa yah mas... Lebihin uangnya untuk bersedekah kepada kakek itu.. "


"Iya sayangku... "

__ADS_1


Mas Riyan keluar menghampiri penjual rambut nenek tersebut


"Permisi kek.. Saya mau beli jajanan ini.. Satu wadah berapa yah kek.. "


"Itu nak... Cuma 5000 saja.. "


"Oh.. Saya beli satu wadah saja yah kek.. "


"Iya nak... Sebentar.. "


Kakek itu membuatkan satu wadah rambut nenek untuk mas Riyan... Setelah selesai... Dia memberikannya kepada mas Riyan


"Ini nak.. "


"Oh iya kek... Ini uanganya... "


Mas Riyan memberi dua lembar uang 100 ribuan... Kakek itu menolak dengan alasan tidak punya kembaliannya


"Maaf nak... Uang pas saja tidak ada kah... Kakek tidak punya kembaliannya... "


"Tidak ada kek... Gak usah kembalian... Itu semua buat kakek... "


"Jangan nak... Biar kakek tukarkan dulu yah... "


"Gak usah kek.. Saya ikhlas kog... "


"Ya Allah terima kasih nak... Semoga kamu dan keluarga mu banyak rezeki dan sehat selalu.. "


"Amin... Kakek juga.. Semoga dagangannya cepat habis.. Ya sudah saya permisi dulu yah kek.. "


"Iya nak.. Hati- hati... "


Mas Riyan pergi berlalu menuju mobil... Dia membuka pintu mobil dan duduk di sebelahku..


"Ini sayang.. "


"Makasih yah mas... "


"Kasihan yah kakek itu... Di umur yang sudah renta beliau masih saja berjualan... ".


"Makanya mas... Aku sering beli rambut nenek di kakek itu... Aku sering lebihkan uang untuk nya... Mas tau tidak... Beliau itu harus menghidupi istri dan ke tiga cucunya lho... "


"Masak sayang... Kata siapa kamu??? "


"Kan aku sudah langganan... Makanya aku tahu... Ya sudah ayo pulang... Aku mau mandi mas... Gerah... "


"Iya sayang... "


Tampak mas Riyan masih terus melihat kakek tersebut....Entah apa yang ada di fikirannya saat ini...

__ADS_1


__ADS_2