
Di kantor...
"Maaf pak... Waktu meeting sudah tiba... Bapak sudag di tunggu pak Aldi dan juga pak Cleo di ruang meeting... "
Ucap Reina....
"Ok Rei saya akan segera ke sana.... Terima kasih ya... "
Ucap Riyan
"Iya pak sama- sama... "Reina seperti terpaku... Sejak kapan atasannya itu bisa bilang terima kasih... Padahal dulu cuek sekali...
Riyan berjalan ke ruang meeting... Dan langsung di sambut dengan hangat oleh mr. Cleo...
Mereka meeting sesuai dengan laporan yang di buat oleh Aldi....
"Bagaimana mr.... Apa mr.Cleo setuju... Kalau memang setuju kami akan mengerjakan proyek raksasa ini dengan baik... "Ucap Riyan
"Yes... Saya setuju... Saya akan menyerahkan proyek ini kepada anda mr. Riyan... "Ucapnya dengan logat inggrisnya...
"Ok thank you mr... "Ucap Riyan
Mereka bersalaman tanda deal.... Setelah itu mereka pergi di hantar oleh Aldi....
Riyan yang merasa senang karna mendapatkan salah satu proyek yang di idam - idamkan dari dulu...
"Alhamdulillah ya Allah.. Terima kasih engkau telah melancarkan presentasiku.... "Ucap Riyan
Aldi yang mendengar perkataan Riyan hanya tersenyum bengong... Tumben Riyan mengucap syukur seperti itu... Padahal biasanya dia kalau senang atau sedih pasti ke bar... Memesan minuman atau hanya sekedar ke clubing... Joget- joget... Tapi sebagai sahabat dan bawahannya dia senang karna perlahan Riyan menjadi lebih baik...
"Pak.. "Ucap Aldi
"Iya Al... Ada apa??? "Ucap riyan menoleh ke arah belakang
"Selamat ya... Bapak sukses mempresentasikan dengan luar biasa... "Ucap Aldi
"Ini semua karna Allah Al... Dan juga karna bantuanmu juga... Terima kasih yah "Ucap Riyan tersenyum
"Emmmm ini sudah tugas saya pak... "
"Ohhh ya... Sebagai rasa terima kasih ku kepadamu... Kamu mau minta apa Al "Ucap Riyan
"Ohhh gak usah pak.... Ini sudah menjadi tugas saya.. "Ucap Aldi menolak
"Ya sudah nanti aku akan traktir kamu ke sebuah restoran kalau gitu... Kamu mau kan Al... "Ucap Riyan
"Ohhh kalau itu saya mau pak... Heheheh... Ya sudah saya kembali bekerja dulu yah pak... "Ucap Aldi
__ADS_1
Riyan hanya mengangguk...
Dia juga kembali ke ruangannya... Dia senderkan badannya.... Dia ingin menelpon kekasihnya untuk memberitahukan soal keberuntungan nya hari ini...
Dia menelponku...
Aku yang sedang duduk di teras rumah pak Rahmat mendapat kiriman paket
"Apa ini benar dengan mbak Meira Andira Rahma my love... "Ucap pak kurir itu
"Hah my love.... Memang paket ini dari siapa pak... "Ucapku heran....
"Ini dari bapak Riyan Adi Pratama... "
"Ohhh iya pak... Sini.. Terima kasih yah pak... "
"Tolong tanda tangan di sini mbk... "
Aku tanda tangan di atas tanda yang di tunjuk pak kurir itu
"Ok pak..... Terima kasih yah... "Ucapku..
Dia hanya mengangguk dan tersenyum...
Aku membawa paket besar itu... Dan membawa nya ke kamar.... Teman- temanku yang sedang baring- baring itu sangat kepo...
"Oh iya Ti... Makasih yah... "
Aku bergegas mengambil handphone ku... Kulihat Riyan menelponku sampai 5 kali...
Aku menelpon nya balik... Karna takut ada apa- apa..
"Halo assalamualaikum mas.... Ada apa telpon sampai 5 kali... "Ucapku...
"Waalaikum salam... Kamu ada dari mana sih sayang... Mas telpon gak diangkat - angkat... "Ucapnya kesal
"Maaf mas... Tadi aku ke depan... Menerima paket darimu... Kamu ngirim apaan sih mas... Besar banget... Berat lagi... "Ucapku
"Heheheh nanti kamu tahu sendiri sayang... Oh iya mas mau memberi tahu kamu sesuatu... "
"Apa mas...??? "Ucapku penasaran
"Aku menang proyek sayang.... Aku menang.... Aku dapat proyek raksasa itu syang.... "
"Alhamdulillah... Selamat ya mas... "
"Iya sayang...Kamu sudah siap kan.... "
__ADS_1
"Siap apa mas... "
"Siap aku kasih buku nikah kita... Heheheheh"Ucapnya meledek
"Ihhhh apaan sih mas... "
"Kan aku sudah bilang... Kalau aku dapat proyek ini aku akan memberimu buku nikah.... Apa kamu lupa... "Ucapnya lagi
"Ihhh apaan sih... Udah ah... Aku sibuk.. "
Aku matikan telpon itu karna malu...
Aku yang sedari tadi telpon ternyata Dina sudah setia di sampingku...
"Telpon dari siapa Mei... Dari mas Riyan yah... "Ucapnya
"Kepo kamu Din... "Ucapku tersenyum
Dina yang tak dapat jawaban hanya melengos..... Dia lalu melirik kardus besar di hadapan Meira
"Itu paket apaan Mei"Ucap Dina
"Gak tau... Ini juga aku mau buka..."Ucapku
Aku berdiri mengambil gunting di laci....
Ku buka kardus itu...
Ku lihat isinya full coklat satu kardus...
"Ya Allah Mei... Buat apa coklat sebanyak itu... "Ucap Dina...
"Aku juga tak tau Din... "
Aku juga heran kenapa Riyan memberikan coklat sebanyak itu... Dia pun menelpon Riyan
"Halo... Kenapa sayang.... Kamu masih kangen yah sama aku... Kog telpon... "Ucap Riyan
"Gak mas... Ini aku mau tanya... Kenapa sih kamu kirimin aku coklat sebanyak ini mas... Buat apa mas... "Ucapku
"Yah gpp sayang.... Kata kamu kemaren masih kurang sama coklat nya... Makanya aku beliin kamu satu dus... "
"Ya Allah mas.... Aku cuma bercanda... Trz ini gimana... Sampai satu bulan pun aku tak akan habis mas...Aku bagi- bagi saja yah mas... Hitung- hitung kamu amal... "Ucapku
"Emmm ya sudah terserah kamu sayang... "
"Ya sudah aku tutup yah telponnya... Assalamualikum "
__ADS_1
"Waalaikum salam... "