Cinta Karena Dosa

Cinta Karena Dosa
Episode 48


__ADS_3

Alrm ku berbunyi... Adzan dhuhur berkumandang di handphone ku.... Ku mencoba membuka mataku walau sangat berat rasanya... Kulihat mas Riyan masih memelukku... Dia meletakkan ku di dada sispeknya... Kepalanya ada di atas kepalaku... Dan tangan nya masih terus mengusap hijabku.... Kulihat matanya masih terpejam... Diam - diam ku cecap bau aroma tubuh suamiku itu... Sangat wangi... Aku telusuri dada bidang nya....sambil ku usap pelan agar dia tidak bangun...


Saat aku memegang dadanya... Tiba- tiba tangannya memegang tanganku.... Seakan memergoki apa yang sedang aku lakukan...


"Ada apa sayang... Kamu suka sama dada bidang punya mas.. "


Ucapnya membuatku malu


"Ehhh... Emmm... Apaan sih mas... "Ucapku sangat gugup


Aku langsung bangun... Berusaha bangkit dari tempat tidur... Tapi kepalaku terasa sangat pusing... Mas Riyan yang melihatku akan roboh langsung bangun dan memelukku dari belakang....


"Sayang... Kamu kenapa?? Kamu masih pusing?? "


Ucap mas Riyan


"Iya mas... Pusing sekali.. "Ucapku lirih sambil memegang kepalaku


"Sini... Kamu tiduran saja... Mas buka hijab kamu yah... Biar pusing kamu hilang sedikit.. "


"Gak usah mas.. Aku malu... "Ucapku


"Malu???Malu sama siapa sayang... Malu sama mas?? "


Aku hanya mengangguk pelan...


"Sayang... Kamu itu istri aku... Seluruh tubuh kamu itu mulai sekarang milik aku... Semua yang ada padaku ini juga milik kamu sayang... Kenapa kamu harus malu sih?? "


"Tapi mas... "


"Gak usah tapi - tapian... Ayo sini mas bantu... Mas buka hijab kamu dulu... Baru mas bantu kamu ganti baju...gaun kamu ini sangat menggerahkan sayang... "Ucapnya sambil mengambil satu persatu pentul di hijabku...


"Tidak mas... Aku bisa ganti baju sendiri... Antar aku ke kamar mandi saja... Aku akan ganti di sana... "


"Kamu yakin sayang??? "


"Insyaallah mas.. "

__ADS_1


Mas Riyan berhasil membuka hijabku... Dia membuka ikat rambutku sehingga rambut panjangku itu tergerai...


"Kamu sangat cantik Meira... Apalagi saat kamu seperti ini.. "Ucapnya sambil memainkan rambutku


"Terima kasih mas... "Ucapku lirih dengan wajah tomatku yang memerah karna pujian dari suamiku


Dia menyisipkan rambutku ke sebelah kanan... Dia membuka resleting bajuku... Dan mencium punggungku sekali... Aku yang mendapat perlakuan itu langsung merasa sangat geli dan menyetop kegiatan suamiku itu... Sebelum terlanjur...


"Mas.... Bisa anterin aku ke kamar mandi kan?? ... Aku mau ganti baju di sana saja mas " Ucapku mencari alasan


"Sayang... Ganti baju di sini saja... Mas bantuin... Ini susah lho buka nya... "


"Aku bisa sendiri kog mas.... Kepala ku juga sudah mendingan "


"Emmmm gagal deh!!! " Gumam mas Riyan


Aku yang mendengar itu hanya bisa tersenyum geli melihat ekspresi manyun yang tergambar di wajah suamiku itu...


Dia menggendongku ke kamar mandi... Aku sudah menolak tapi dia tetap memaksa... Aku tak bisa berkutik melawan tubuh kekar suamiku itu...


"Iya mas... Terima kasih.. "


Aku menutup pintu kamar mandi dan bergegas membuka gaun pengantin itu.... Walau susah tapi aku berhasil membuka nya... Aku mandi agar badanku terasa segar... Aku juga berwuduk.. Karna waktu dhuhur sudah datang... Saat aku selesai mandi... Aku baru sadar kalau tak bawa baju ganti...


Aku buka sedikit pintu kamar...


"Mas... Mas... "Panggilku dengan memegang ganggang pintu kamar..


"Iya sayang... Kamu lupa kan gak bawa baju ganti... Ini pakai ini... "


"Ini baju siapa mas.. "


"Sudah pakailah dulu... Nanti tanya jawabnya yah... "


Dia tersenyum sambil melirik nakal ke arah pintu...


aku yang merasa risih dengan tatapannya... Segera aku ambil pakaian itu... Mas Riyan memberiku pakaian berwarna hitam ... Lengkap dengan dalamannya juga... Aku memakai nya... Dan setelah selesai... Aku keluar tanpa memakai hijab... Karna aku tidak di beri hijab oleh suamiku itu... Ku lihat diatas ranjang sudah ada mukena.... Aku segera memakai nya... Dan menunggu suamiku untuk sholat bersama...

__ADS_1



Sesaat setelah aku menunggunya... Akhirnya mas Riyan datang... Memakai baju putih berlengan panjang... rambutnya tergurai begitu saja... Dengan setelan celana jens



"Sayang... Ayo sholat... entar keburu habis waktu sholat dhuhurnya... "


"Iya mas... "


Aku menggelar sajadah di kamar... Kamipun sholat berjamaah....


Setelah selesai sholat... Mas Riyan menoleh ke arahku... Dia memberikan tangannya... Aku yang mengerti maksudnya lalu mengambil tangan itu dan menciumnya... Mas Riyan mengusap mukenah ku dengan lembut... Lalu dia mencium keningku...


Kami pun berdzikir dan berdoa dengan khidmah...


********************


"Sayang... Kamu tidak lapar... Ayo makan... Mama dari tadi nanyain kamu sayang... Dia tidak mau menantunya ini sakit... "Ucapnya mengelus hijabku..


"Aku tidak lapar mas... "


"Sayang... Ayolah... Kasihan mama... Dia sudah masak buat kamu sayang... Mama pasti kecewa kalau kamu tidak mau makan masakan nya Meira... "


"Emmm... Ya sudah mas... Ayo turun... Aku tidak mau mengecewakan hati mama Ane... Beliau sudah sangat baik kepadaku mas.. "


" Bagus... Anak pintar.. "Ucapnya sambil mencubit hidungku...


Aku mengusap hidungku dengan memanyunkan bibirku


"Sakit tau mas"


"Heheheh ayo... Apa perlu mas gendong ... "


"Tidak mas... Aku bisa jalan sendiri... "


Akupun berjalan di depan sedang mas Riyan hanya tersenyum geli melihat ekspresiku itu... Kamipun keluar... Menemui mama Ane dan Denis yang sudah menunggu kedatangan kami...

__ADS_1


__ADS_2