
"Ya sudah saya permisi dulu yah pak...mbak..."Pamit ku pada pak Dirga dan tunangannya...
"Oh iya mbak silahkan.."Ucap mereka bersamaan
"Kamu mau kemana sayang???"Tanya mas Riyan
"Aku mau keluar mencari angin mas...Panas sekali rasanya..."
"Emmm ya sudah sayang...Nanti mas nyusul yah.."
"Iya mas...."
Aku keluar rumah duduk di bangku taman yang sepi...Karna memang acaranya di dalam rumah....Aku melihat ke arah jalan depan rumah masih tetap berharap Umi dan Abi akan datang...
Air mataku sudah tak terbendung lagi...Ku tumpahkan semua rasa kecewa yang mendalam Karna harapku yang tak sesuai dengan kenyataan...
"Kenapa Umi dan Abi tidak datang .... Aku sungguh merindukan Kalian.... Kapan Kalian akan memaafkan Ku dan mas Riyan ..." Ucapku dalam tangis
"Nak..Janganlah kamu menangis..."Ucap seseorang yang tiba-tiba ada di depanku...
Aku mendongak melihat ke arah suara yang sedang berbicara ke padaku...
"Kenapa kamu harus menangis...Hapus air matamu sayang...Kami sudah datang..."Ucapnya lagi...
Aku segera menghapus air mataku dan melihat dengan teliti seseorang yang ada di depanku...
"Ya Allah apa ini halusinasi ku saja...Karna aku sangat merindukan nya..."Batinku
__ADS_1
"Sayang...Kamu kog melamun...Kamu tidak mau memeluk Umi mu ini ???"Ucapnya lagi...
Mendengar kata "Umi" Aku langsung tersadar bahwa ini bukanlah mimpi...Ini nyata...Umi ku datang...Aku lalu berdiri dan segera memeluk erat tubuh wanita yang sangat aku rindukan itu...
"Umi...Umi Akhirnya datang... Kenapa Umi telat..."Ucapku yang serak Karna tangisku yang sudah tumpah tanpa aba- aba
"Iya nak...Ini Umi sudah datang...Maaf Umi telat...Tadi ada insiden kecil di jalan...Mobil Abi mogok..Jadi Umi dan Abi naik taksi ke sini...Maafkan Umi yah yang sudah membuat kamu menunggu..."Ucap Umi yang masih memelukku erat..
Mendengar kata " Abi" Aku melepas pelukan itu...Aku mencari sesosok pria yang hampir 2 tahun ini tidak pernah aku temui...
"Tadi Umi bilang kesini sama Abi??? Mana sekarang Abi Umi??? Kog gak ikut masuk???"Tanyaku kepada Umi
"Abi tidak mau masuk nak...Dia ada di seberang jalan sana...Kamu susul gih sama Riyan...Siapa tahu Abi mau masuk ke sini..."
"Iya Umi...Ayo Umi masuk dulu ke dalam..."
Aku masuk dengan Umi..Mas Riyan yang melihat kedatangan Umi segera menghampiri kami dan mencium tangan Umi...
"Assalamualaikum Umi ....Terima kasih...Umi sudah mau datang ke rumah ini...Mana Abi Umi??? Apa beliau tidak bisa datang???"
"Waalaikum salam nak....."Jawab Umi
" Abi ada di seberang jalan mas...Ayo kita susul...Siapa tahu Abi mau masuk ke rumah ini.." Ucap ku sangat bersemangat
"Ya sudah ayo sayang... Umi tunggu di sini dulu yah...Biar Riyan panggil Abi dulu Umi.."
"Iya nak .. Bismillah...Semoga Abi mau masuk yah..."
__ADS_1
"Amin..."
Mama yang melihat kedatangan Umi merasa sangat senang...Mama mempersilahkan Umi untuk duduk di sofa...Mereka saling berbincang-bincang setelah hampir dua tahun tidak pernah bertemu..Ini adalah pertemuan kedua mereka setelah dua tahun lamanya
Sedang aku dan mas Riyan menghampiri Abi yang sedang duduk di sebuah bangku di depan rumah...
"Assalamualaikum Abi.."Ucapku lirih
Abi yang mendengar suara ku segera berdiri dan menatap ku dan mas Riyan secara bergantian...
Aku dan mas Riyan segera mencium tangan nya....
"Waalaikum salam.."Ucapnya singkat
"Abi...Kenapa tidak masuk ke rumah...Ayo kita masuk Bi...Meira sangat merindukan Abi..."Ucapku memelas...
"Gak!!!! Kalian saja yang masuk sana!!!"Ucap Abi sedikit ketus
"Abi...Mari masuk...Abi sudah di tunggu dari tadi sama Meira.."Ucap mas Riyan
Abi hanya diam dan memasang muka dingin...
Seketika itu aku dan mas Riyan bersimpuh di hadapan Abi ku itu...Aku dan mas Riyan sama- sama memegang tangan nya dan meminta maaf kepada Abi
"Maaf Bi... Maafkanlah semua kesalah kami...Kami sudah terlalu banyak membuat kesalahan kepada Abi...Maafkanlah pernikahan kami Bi...Restuilah kami agar kehamilanku ini terasa ringan...Tolong Bi..Maafkan kami..."Ucapku dalam tangis
Abi seakan tidak bergeming sedikitpun..Beliau tetap saja dingin...Dan seakan tak peduli dengan isak tangis ku dan mas Riyan
__ADS_1
"Abi.... Riyan tahu... Riyan belum bisa menjadi menantu yang baik menurut Abi...Tapi Riyan akan selalu menunjukkan kepada Abi bahwa Abi tidak salah melepas Meira untuk Riyan bi...Riyan akan terus berusaha membahagiakan Meira...Dan juga Riyan akan berusaha menjadi menantu yang terbaik buat Abi...Tolong bi restui kami...Sebentar lagi Umi dan Abi akan mendapat cucu dari kami... Restuilah kami Abi...Hanya itu yang kami butuhkan..."Ucap mas Riyan yang ikut menangis...