
Ceklek...
Aku masuk kedalam kamar hotel itu... Seketika mataku memandang takjub..
"Subhanallah... Cantik sekali.. "Ucapku..
Aku mendekat ke pinggir jendela besar yang terbuat dari bahan kaca... Mataku tak henti- hentinya menatap keluar... Terlihat ada sungai dan jembatan dengan pantulan cahaya yang cantik.. Di ujung juga ada bianglala yang sangat besar dihiasi dengan lampu- lampu yang mengitari bianglala raksasa tersebut... terlihat begitu indah dan romantis...
"Ya Allah sungguh indah bumimu ini... Terima kasih engkau sudah memberiku kesempatan untuk melihat kuasaMu ini ya rabb.. "Ucapku.
Tak lama aku memandang..
Tiba- tiba aku terkejut.. Dua tangan sudah memelukku dari belakang... Dia mencium harum lekuk leherku.. Menghirupnya dengan sangat dalam..
"Sayang... Kapan kamu sampai... Mas sangat merindukanmu.. "Ucapnya lembut
Seketika aku balik badan.. Mataku bertemu dengan matanya.. Ku lihat.. Ku teliti agar aku tidak salah...
"Mas.. "
"Sayang.. "
Kami berpelukan sangat erat.. Ku tenggelamkan wajahku di gua ketiaknya.. Ku hirup wangi khas tubuh lelakiku itu.. Wanginya masih sama seperti dulu sebelum dia berangkat..
"Sayangku... Mas sangat merindukanmu "
"Aku juga mas.. "Ucapku lembut
Mas Riyan mengambil wajahku.. Dia mengangkat daguku sehingga mata kita saling beradu lagi.. Dia mendekatkan wajahnya ke wajahku.. Aku merasakan hembusan nafas nya yang semakin mendekat di wajah.. Aku pejamkan mataku..
*Cup*
Dia mencium lembut bibirku.. Aku menerima ciumannya... Semakin lama semakin kasar dan semakin menggigit... Suara ciuman kami menggema di seluruh ruangan.. Membuat kami semakin memanas.. Saat nafas sudah mulai ngos- ngosan aku sudahi ciuman itu..
__ADS_1
"Kenapa sayang? Apa kamu tidak suka? "
"Maaf mas.. Bukan begitu.. Tapi nafas aku mulai ngos- ngosan "Ucapku dengan nafas yang masih tersenggal- senggal..
"Hehehe maaf yah sayang.. Mas gak aturan yah.. Habisnya mas sangat merindukanmu sayang... Jadi mas sampai begitu bergairah melihatmu.. "Ucapnya sambil mengelus pipi merahku..
"Iya mas tidak papa.. "
"Sayang... Ayo kita mandi.. Pasti kamu capek kan baru sampai... Sekalian lanjutkan acara yang tadi "Ucapnya sambil mengerlingkan mata genitnya..
"Iya mas.. Ayo.. "Jawabku dengan malu- malu..
Tak menunggu lama mas Riyan menggendongku sambil terus menatap mataku mesra.. Dia membuka kamar mandi yang tak kalah indahnya... di dalam bath up sudah ada taburan bunga mawar merah dan putih... Mas Riyan menurunkanku dia melepas helai demi helai bajuku.. Setelah itu dia lepas juga bajunya.. Dia menggendongku lagi menuju bath up... Ritual mandi romantis kamipun di mulai... Dan mas Riyan memulai aksinya dengan berbagai gaya...
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘
Selesai dengan kegiatan kami... Kamipun turun.. Mas Riyan mengajakku makan malam sekalian jalan- jalan menyusuri kota London tersebut..
"Baik tuan... Saya pulang terlebih dahulu.. " Ucap pak Rahmat
"Ok pak.. Thanks "Jawab mas Riyan
Mas Riyan memeluk setengah pinggangku.. Kami masuk setelah penjaga pintu itu membukakan pintu restoran untuk kami...
Ternya mas Riyan sudah memesan meja untuk kami berdua.. Meja itu ada di tempat berbeda dari restoran itu sendiri.. Seperti tempat pribadi.. Di dalam situ ada satu meja makan dan dua kursi dengan hiasan bunga dan lilin di atas mejanya... Lampunya juga di buat sedikit redup hanya ada cahaya lilin yang bertaburan di sana sini..
Mas Riyan menarikkan satu kursi untukku..
"Silahkan duduk sayang.. "Ucapnya dengan lembut
"Makasih mas.. "
Mas Riyan memberi aba- aba kepada pelayan untuk menyajikan makanannya..
__ADS_1
Mereka dengan sigap menata makanan secantik mungkin.. Di atas meja sudah ada puding.. Steak.. Dan soup yang entah apa namanya.. Tapi terlihat sangat cantik dan lezat..
Pelayan itu pergi setelah menghidangkan makanan tersebut..
"Ayo sayang di makan.. "Ucap mas Riyan
"Iya mas.. "
Kami sama- sama menikmati makanan itu dengan sesekali menyuapi satu sama lain.. Selama makan mas Riyan terus menatapku sampai aku merasa malu di buatnya..
"Kamu sangat cantik sayang.. "
"Hehehe emangnya dari dulu aku gak cantik mas.. "
"Dulu juga cantik.. Tapi setelah hampir 3 minggu tidak bertemu kamu terlihat semakin cantik.. "Ucapnya sambil mencium tangan ku
Aku hanya tersenyum mendengar ucapnya..
"Sayang kamu tahu tidak? "
"Tahu apa mas? "
"Selama di sini mas jarang sekali tidur.. Mas juga jarang sekali makan.. "
"Kenapa kog gitu mas.. "
"Karna yang ada di fikiran mas cuma ingin cepat- cepat menyelesaikan pekerjaan agar aku cepat pulang dan bisa tidur sambil memelukmu.. Dan makan masakanmu yang lezat itu sayang.. "Ucapnya dengan menatapku lembut
"Mas... "Ucapanku terhenti.. Aku tak bisa meneruskan kata- kataku.. Karna tak pernah aku mendapat perlakuan semanis itu dari seorang lelaki.. Cuma mas Riyan yang bisa melakukan hal sweet seperti itu...
Aku berdiri dan menatap keluar... Restoran itu mempunyai jendela kaca besar.. Sehingga dengan leluasa bisa menatap keluar.. Terlihat kota London yang begitu romantis... Apalagi saat malam hari seperti ini...
Mas Riyan menghampiriku dan memelukku dari belakang.. Dia menyenderkan wajahnya ke bahuku... Sambil sesekali mencium pipiku... Kami sangat menikmati momen indah tersebut...
__ADS_1