
Di sebuah restoran dengan pemandangan yang sangat indah... Terlihat sepasang kekasih yang sedang memadu kasih... Mereka duduk saling berhadapan dan saling memandang...
"Sayang... Apa kamu mau nyobain makanan aku.. "Ucap seorang wanita cantik itu kepada lelakinya
"Iya dong sayang.. Mau.. "
Mereka saling suap menyuapi...
Aku yang kebetulan berjalan di sekitar mereka mendengar suara yang tak asing lagi bagiku... Aku menoleh dan menghampirinya seakan ingin memastikan apa benar dia adalah orang yang aku cinta? Atau hanya halusinasi ku saja??
Saat tepat di samping mereka... Betapa terkejutnya aku melihat sepasang kekasih tersebut...
"Mas Riyan.. "Ucapku lirih
"Meira.. Kamu ngapain di sini.. "Ucap mas Riyan yang langsung berdiri dan sangat kaget dengan kedatanganku
"Mas.. Kamu sedang apa di sini... Ini juga ngapain kamu sama mbak Desi berduaan.. "Ucapku yang mulai gemetar menahan tangis
__ADS_1
"Eh.. Ini sayang.. Kami hanya kebetulan bertemu.. Trz Desi ngajak aku makan siang bareng.. Ya kan Des.. "Ucap mas Riyan gugup
"Ihhh kenapa kamu harus bohong sih sayang... Kita kan memang sudah janjian di restoran ini... "Ucap Desi memeluk erat tangan mas Riyan
"Apa?? Apa aku tidak salah dengar.. Kamu panggil mas Riyan dengan sebutan sayang??"Ucapku mulai meninggi
"Iya.. Kita kan udah balikan lagi.. Apa kamu tidak tahu.. "Ucap Desi dengan senyum ejeknya
"Diam !!! .... "Ucap mas Riyan berusaha melepas pelukan tangan Desi
Aku yang sudah tak tahan memilih pergi meninggalkan mereka berdua... Aku berlari.. Sungguh aku tak menyangka suamiku tega berbuat seperti itu di belakang ku...
Sedang di restoran.....
Mas Riyan akan mengejarku tapi di tahan oleh Desi yang dengan sigap memeluk erat tangan nya
"Sayang.. Kamu mau kemana?? Launch kita kan belum selesai.. Biarkan Meira itu... Kan ada aku di sini.. Ayo duduk "Ucap Desi
__ADS_1
"Tapi Meira... Pasti dia sangat sakit hati melihat kita sedang bermesraan seperti ini.. "Ucap mas Riyan
"Sayang... Sudah waktunya dia tahu kan?? Cepat atau lambat... Dia harus bisa menerima hubungan kita ini... " Ucap Desi sambil meremas kedua tanganas Riyan
Mas Riyan hanya diam.. Wajahnya tampak bingung... Entah apa yang sedang di pikirkannya..
Aku terus saja berlari sampai aku terjatuh di depan hotel tempat ku menginap..
"Mrs... Are you ok?? "Ucap seorang laki- laki penjaga pintu hotel
"Yes.. Iam ok.. Thanks.. "Ucapku berdiri dan masuk ke dalam hotel...
Ku buka dan ku kunci pintu kamar itu.. Langkahku lunglai bagai harimau kelaparan.. Tangisku terus ber-urai deras sederas hujan di langit London siang ini...
"Kenapa mas.. Kenapa kamu tega lakuin ini sama aku?? Apa salahku mas?? "
Aku bersimpuh di pojok ranjang... Menimpali diriku yang mungkin tak sempurna sampai- sampai mas Riyan mampu berpaling dan menghianatiku...
__ADS_1
Sudah lama aku menangis.. Badanku terasa sangat dingin.. Aku baru sadar kalau seluruh badanku basah karna aku menerobos hujan.. Aku mencoba berdiri untuk pergi ke kamar mandi... Tapi kepalaku rasanya pusing sekali... Aku berpegangan ke ranjang dan mencoba bangkit... Aku menyeret kaki gontaiku ke kamar mandi untuk membersihkan diri.... Ku nyalakan shower.. Tangisku kembali pecah saat aku mengingat betapa romantis nya saat aku dan mas Riyan mandi bersama di bawa shower ini... Saat dia terus memelukku dan menciumi ku kemarin... Sekejap pandangan ku kabur tubuhku bertambah lemas...
BUKKKKKKKK......