Cinta Karena Dosa

Cinta Karena Dosa
Episode 15


__ADS_3

Sore itu...


Riyan mampir ke rumah ku.... Dia mengetuk pintu rumahku itu...


Tok... Tok ... Tok


"Assalamualaikum... Tante... " ucapnya memanggil umiku


"Waalaikum salam... " terdengar sautan di dalam rumah... Sambil membuka pintu itu...


Terlihat seorang ibu yang berkerudung biru dongker itu menjumbul dari balik pintu


"Lho kamu kan yang waktu itu... "Ucap umiku menunjuk diri Riyan...


"Iya tante... "Ucap Riyan menyalami umiku...


"Ada apa kamu ke sini... "


"Ini tante.... Meira telpon saya... Dia bilang sangat kangen sama tante... Makanya saya di suruh mampir ke sini... " ucap Riyan sopan


"Oh iya... Aku juga kangen sama dia... Tapi apa daya... Di rumah sedang sepi... Abinya pergi keluar kota... Kakaknya sibuk bekerja... Dan umi tidak tahu Meira itu PKLnya dimana... "


"Bagaiman kalau saya antar tante... Saya tahu dimana Meira PKL tante... "Tawar Riyan


"Beneran nak.. Gpp... Nanti ngerepotin kamu lagi.. "Ucap umiku senang


"Iya tante... Dengan senang hati saya melakukannya... Dan tak merepotkan sama sekali... Ya sudah mari tante... Mobil saya ada di depan... Saya tunggu di depan tante"


"Oh iya nak... Umi ambil tas dulu.. "


Riyan berjalan ke mobilnya... Dan umi keluar dengan menenteng tas kecil di tangan ... Riyan membukakan pintu mobil dan mempersilahkan " calon mertuanya " itu untuk duduk menemaninya mengemudi...


Riyan melajukan mobilnya... Dia sangat antusias karna mau bertemu dengan wanitanya itu...


"Nak... Kamu kerja apa sebenarnya.. "Ucap umiku mengehempaskan ke sunyian...

__ADS_1


"Saya seorang direktur utama di sebuah perusahaan milik alm. Ayah saya tante... "


"Jangan panggil tante nak... Panggil umi saja... Seperti Meira " Ucapnya


"Oh baik te... Maksud saya mi... "Riyan terlihat senang sepertinya umi wanitanya itu lumayan nyaman dengan nya...


"Oh jadi ayah kamu sudah meninggal... Meninggal karna apa nak.."


Riyan hanya terdiam rasanya berat mengingat kejadian itu... Tak terasa tetes air matanya jatuh...


Umi yang melihat itu merasa tak enak hati...


"Maaf nak... Umi gak bermaksud... Kalau memang kamu gak mau bercerita tidak apa- apa... Umi tidak akan memaksa kamu... "


"Oh tidak umi... Saya hanya mengingat mendiang ayah saya... Beliau meninggal karna kecelakaan... Saat saya masih kelas 3 SMP dan adik saya masih kelas 3 SD... "


"Ya Allah... Semoga alm. Ayah kamu tenang di alam sana yah nak dan mendapat tempat terbaik di sisi -Nya... Amin.... "


"Amin... Terima kasih atas doanya"Riyan sesekali menyeka air matanya...


"Iya nak... Kalau kamu punya keluarga yang sudah meninggal... Apalagi itu ayah kamu... Kamu cuma bisa kirim doa nak... Kirimi dia alfatihah setiap hari... Hadiahkan dia surat yasin... Dan jangan lupa berbagi kepada yang membutuhkan... Pusatkan untuk alm. Ayah kamu.... Insyaallah ayah kamu akan tambah bahagia di sana nak... "Ucap umi menasehati Riyan


Umi hanya tersenyum...


Di tengah jalan...


Riyan memberhentikan mobilnya... Dia permisi keluar pada umi wanitanya itu... Dia membeli 15 kotak nasi ayam bakar... Dan membeli roti bolu satu dus besar...


"Untuk apa nak... Semua ini... "Ucap umi yang bingung melihat begitu banyak makanan...


"Ini untuk bagi- bagi umi... Sekalian berbagi kebaikan umi... "


"Oalah nak... Kamu memang lelaki yang baik... "


Mas Riyan hanya tersenyum... Dan terus melajukan mobilnya ke daerah Meira PKL...

__ADS_1


"Oh ya kamu sudah punya istri nak.. "Ucap umi..


"Belum umi... Saya masih menunggu seorang gadis yang mau sama saya.. " ucapnya malu...


"Masak gak ada yang suka sama kamu nak... Gak mungkin banget... "Ucap umi menggoda


"Yang mau banyak mi... Tapi tidak cocok dengan kriteria saya . "


"Emang kriteria kamu seperti apa nak.. "Ucap umi mulai kepo


"Gak muluk- muluk mi... Yang penting dia berhijab... Agama nya kuat... seperti.... " Ucapnya Riyan terus membayangkan Meira


"Seperti siapa nak.. "Ucap umi tersenyum


"Seperti anak umi.. "Dia melirihkan suaranya...


"Hahahah kamu bisa saja nak... Tapi kalau jodoh ya mau gimana lagi ya nak.. "Ucap umi menggoda...


"Hehehe amin... " Riyan mengamini ucapan umi itu...


Kitapun mengobrol di sepanjang jalan... Sampai tak terasa sudah hampir sampai...


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading guys... Jangan lupa like komen dan vote juga yah.... Biar novel ini berkembang... Terima kasih.. Stay tuned selalu di novelku ini dan novel pertamaku" suamiku suami pilihan ortuku "... Ada Difa dan Rizki di sana... sukses buat kaliann


😘😍❤😘😍😘❤😍😘❤😍😘❤😍😘❤😍😘


__ADS_2