Cinta Karena Dosa

Cinta Karena Dosa
Episode 53


__ADS_3

"Assholatukhoirumminannaum...


Assholatukhoirumminannaum...


Allahuakbar Allahuakbar... Laailahaillallah... "


Suara adzan subuh menggema di telingaku...


Kutarik nyawaku untuk kembali kedalam tubuhku.... Saat aku ingin bangun dari posisi tidurku... Ada sepasang tangan yang melingkar di antara pinggang dan perutku... Nafas teratur dari yang empunya tangan menghembus di sela- sela wajahku... Terasa hangat... Aku baru sadar kalau aku tidur dalam pelukan suamiku itu... Perlahan aku angkat tangan nya dari atas perutku... Dan ku bangun dengan perlahan...


"Sayang... Kamu mau kemana?? "Ucapnya setengah sadar..


"Emmm aku mau sholat mas... Ini sudah subuh... "Jawabku mencari hijabku yang entah dimana letaknya...


"Emmmmm.... "


Dia bangun dan memelukku dari belakang... Sambil mengucek - ngucek matanya...


"Kenapa aku gak di bangunin... Aku kan juga mau sholat subuh sayang... "Ucapnya yang masih dalam posisi memeluk tubuhku...


"Emmmm maaf mas... Mana hijabku... Kog tadi malam kamu lepas... "


"Emang kenapa sayang??? Mulai sekarang kamu kalau tidur harus lepas hijab.... Apa kamu gak gerah... Nanti kalau keluar baru kamu pakai lagi... "


"Emmm... Iya mas... "


"Ya sudah ayo mandi... "


"Aku dulu saja yah mas.... Kamu nanti saja setelah ku... "


"Emmmm aku mau mandi sama kamu sayang... Kita kan bisa saling membantu... Lagian aku sudah gerah sekali... Menahan hasrat ini... "

__ADS_1


"Hasrat??? Hasrat apa yang kamu maksud mas...Kalau begitu Kamu duluan saja... Biar aku yang menunggu"Ucapku mulai gugup


"Ayolah sayang....Ini sudah tidak tahan... Ayolah... "


"Tapi mas.... "


"Udah ayo... Gak boleh nolak... "


Dia menggendongku.... Dan memasukkan ku ke dalam kamar mandi... Aku ingin kabur tapi tangan mapan suamiku sudah siap siaga...


"Sayang... Ayolah... Jangan seperti ini... Aku sudah sah jadi suami kamu Meira... Aku gak akan melakukan apapun... Aku cuma ingin mandi bersamamu itu saja... Apa tidak boleh? "Ucapnya memelas


Aku jadi serba salah... Aku tak sepatutnya melakukan hal seperti ini... Aku harus mulai menerima kehadiran suamiku itu...


"Emmm baiklah... Ayo kita mandi "


Mas Riyan tersenyum penuh kemenangan...


Setelah di rasa cukup... Kami sama- sama membilas badan kami... Dan berwudhuk...


Aku memakai handuk kimono sedang suamiku memakai handuk yang hanya di lilitkan di pinggangnya...


Kami segera berganti pakaian... Dan melaksanakan sholat subuh berjamaah...


"Assalamualikum warahmatulloh "


"Assalamualikum warahmatulloh "


Dua salam menandakan sholat subuh sudah berakhir..


Aku mengambil tangan suamiku itu... Kucium tangannya... Dia menarikku dan mencium keningku dengan lembut...

__ADS_1


"Terima kasih sayang... Maaf kalau tadi mas sedikit memaksamu.. "


"Justru aku yang harusnya meminta maaf kepadamu mas... Aku akan mulai menerima pernikahan kita ini.... Walau sebenarnya sangat berat bagiku untuk kehilangan orang tuaku "Ucap mulai sedih


"Jangan sedih... Mas akan berusaha meyakinkan kedua orang tuamu sayang... Mas juga tidak ingin selamanya menjadi menantu yang tidak di inginkan oleh kedua orang tuamu... Sini mendekatlah "


Aku mendekat dan dia langsung memelukku... Air mataku mulai tumpah membasahi baju koko milik mas Riyan... Mas Riyan membiarkan ku menangis di pelukannya


"Tumpahkan sayang... Tumpahkan semua keluh kesahmu... Tumpahkan semua kesedihan mu... Tumpahkan air mata yang beberapa hari ini kamu simpan... ... Biar kamu merasa plong... Mas akan selalu memelukmu dan akan selalu membuatmu nyaman... Agar kamu tidak berpikir bahwa kamu sendirian di dunia ini.. "Ucapnya sambil terus mempererat pelukannya


Jujur aku merasa bahagia mempunyai suami yang seperti itu... Dia memang sedikit aneh... Tapi dia sangat perhatian... Dan sangat dewasa...


Setelah aku merasa tenang... Aku tarik tubuhku dari dalam pelukannya... Mas Riyan mengusap sisa air mata yang masih menetes di bawah pelupuk mataku...


"Sudah... Nanti cantiknya hilang lho... Masak udah besar masih aja nangis... Udah punya suami juga" Godanya


Aku tersenyum malu dengan perkataan suamiku itu...


"Sudah... Kamu istirahat saja... Hari ini kamu gak usah kuliah dulu... Tenangin diri kamu dulu... Baru kuliah lagi."


"Gak mas... Aku ingin turun saja... Aku ingin bantu Mama masak mas... Aku tak enak kalau tinggal makan saja... Aku juga mau kuliah saja... Biar aku bertemu sama temen - temen... Biar aku tidak berlarut-larut memikirkan masalah ini... Bolehkan mas?? "


"Emmmm ya udah... Nanti mas yang antar kamu ke kampus yah"


"Gak usah mas... Aku sama Denis saja... Kamu pergi ke kantor saja... "


"Emmmm baiklah... Senyum dong... Biar tambah cantik.. "


Akupun tersenyum 😊....


*Cup*

__ADS_1


Sebuah ciuman mendarat di bibirku yang tersenyum itu....


__ADS_2